Jika saudara/i meng-copy isi blog ini dan menaruhnya di blog/laman saudara/i, kiranya alamat blog ini dicantumkan untuk menghindari plagiat. Terimakasih.

Pelajaran 7 Triwulan 1 2013

SSD 7 dalam ebook untuk Ipad Apple, Samsung, Android (disediakan oleh Lanny Waworuntu M) download di sini
SSD 7 dalam powerpoint (disediakan oleh Pdt. Togu F. Tampubolon) download di sini

Melalui sebuah Kaca, Gelap


SABAT PETANG

BACAAN UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: Ayub 12:10; 1 Kor. 6:19,  20; Kej. 3:17; Yoh 12:31; 1 Kor. 1:18-21.

AYAT HAFALAN: "Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.  Sebab ada tertulis: “Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya’.(1 Korintus 3:19).

Teolog William Paley menulis sebuah buku di tahun 1802 berjudul Natural Theology (Teologi Alam), di mana ia berpendapat bahwa seseorang dapat menggunakan observasi alam untuk mengembangkan pemahaman tentang karakter Allah.  Ia menulis secara luas perihal cara di mana ciri-ciri hewan memamerkan kepedulian dan keahlian Sang Pencipta.  Namun, mungkin pada beberapa ciri, Paley telah berlebihan, karena ia tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan oleh dosa dan kejatuhan terhadap alam, tetapi secara umum argumentasinya tidak  pernah ditolak----meskipun banyak dan gencar mengklaim yang sebaliknya!
   Sebaliknya Chares Darwin berpendapat bahwa satu Allah saja merancang semua fitus alam tidak akan baik.  Sebagai bukti, ia menyebut parasit yang mencari makan dalam tubuh ulat hidup dan cara yang kejam di mana kucing mempermainkan seekor tikus.  Baginya, contoh-contoh ini merupakan bukti untuk menentang adanya Allah Pencipta yang penuh kasih.
   Meskipun Paley jelas lebih mendekati kebenaran daripada Darwin, pelajaran pekan ini akan melihat apa yang Alkitab katakan tentang pertanyaan mengenai segala sesuatu yang dinyatakan alam, dan yang tidak dinyatakan, tentang Allah.

*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan hari Sabat, 16 Februari.


Minggu  10 Februari
BUMI ADALAH MILIK TUHAN

   Seorang ilmuwan pernah menantang kebutuhan akan Allah; ia berpendapat bahwa ia bisa menciptakan umat manusia sebaik seperti yang dapat diciptakan oleh Allah mana pun.  Allah berkata, "Baiklah, silakan melakukannya."  Sang ilmuwan mulai mengumpulkan tanah, tapi Allah berkata, "Tunggu sebentar.  Bikinlah tanahmu sendiri!"
   Meskipun cerita ini hanya dongeng, intinya adalah jelas:  Hanya Allah saja yang bisa menciptakan dari yang tidak ada.  Allah menciptakan semua materi alam semesta, termasuk dunia kita, harta kita, dan tubuh kita.  Dia adalah pemilik yang sah dari segala sesuatu.

   Apakah pekabaran dasar bagi kita dalam ayat-ayat ini?  Yang lebih penting, apakah yang dinyatakan pekabaran ini kepada kita tentang cara di mana kita harus berhubungan dengan dunia, satu sama lain, dan dengan Allah?  Mzm. 24:1, 2; Ayub 41:11; Mzm. 50:10; Yes. 43:1, 2; 1 Kor. 6:19, 20.
Mzm. 24:1, 2;
24:1. Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Ayub 41:11;
41:11. (41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.
Mzm. 50:10;
50:10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung.
Yes. 43:1, 2;
43:1. Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
1 Kor. 6:19, 20
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

   Sebuah himne Kristen favorit mulai dengan kata "Ini dunia Bapaku."  Dunia ini benar-benar milik Allah karena Dialah yang menciptakannya.  Tidak ada tuntutan yang lebih sah atas kepemilikan selain penciptaan.  Allah menciptakan, dan karena itu Ia memiliki seluruh alam semesta, langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya.
   Tidak hanya dunia yang menjadi milik Allah, Dia menyatakan bahwa setiap makhluk di bumi adalah milik-Nya juga.  Tidak ada makhluk lain (setidaknya yang kita tahu) yang memiliki kuasa untuk menciptakan kehidupan.  Allah adalah satu-satunya Pencipta, dan dengan demikian, pemilik akhir dari semua ciptaan. Keberadaan kita semua tergantung sepenuhnya pada Allah.  Kita tidak dapat memberikan apa pun kepada Allah kecuali kesetiaan kita; semua yang lainnya di bumi sudah menjadi milik-Nya.
   Lebih daripada itu, kita adalah milik Tuhan bukan hanya oleh penciptaan tetapi, bahkan lebih penting, oleh penebusan.  Meskipun merupakan pemberian yang indah dari Tuhan, kehidupan manusia telah begitu rusak karena dosa dan akan berakhir dengan kematian, suatu peluang menghilangkan semua makna dan tujuan dari kehidupan.  Kehidupan, seperti yang kita punyai sekarang, tidak semuanya hebat.  Satu-satunya harapan kita adalah janji penebusan yang ajaib, yang merupakan satu-satunya hal yang dapat membuat semuanya "benar" kembali.  Jadi, kita adalah milik Kristus oleh penciptaan dan penebusan.


Senin  11 Februari
SUATU DUNIA YANG TELAH JATUH

   Satu hal yang pasti, dunia di mana kita hidup sekarang sangat berbeda dengan dunia yang muncul dari Tuhan pada akhir pekan penciptaan.  Tentu saja, bukti kuat dari keindahan dan rancangan hampir ada di mana-mana, namun, kita makhluk yang telah rusak karena dosa ini, hidup di dalamnya dan mencoba memahami dunia yang telah rusak karena dosa.  Bahkan sebelum air bah, dunia telah mengalami dampak negatif dari dosa.  "Pada zaman Nuh kutukan ganda melanda bumi sebagai akibat dari pelanggaran Adam dan pembunuhan yang dilakukan oleh Kain."----Ellen G. White, Conflict and Courage, hlm. 32.

   Bagaimana dunia "dikutuk," dan apakah hasil dari kutukan-kutukan tersebut? Kej. 3:17; 4:11, 12; 5:29.
Kej. 3:17; 4:11, 12; 5:29.
3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
4:11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.
4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."
5:29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."


   Kutuk atas tanah karena Adam pasti melibatkan tumbuh-tumbuhan, karena hasilnya termasuk munculnya duri dan onak.  Impkikasi adalah bahwa semua ciptaan dipengaruhi oleh kutuk akibat dosa.  Kutipan Ellen G. White di atas menyatakan dengan sangat jelas bahwa kutuk atas Kain tidak terbatas hanya untuk dia tapi pada seluruh dunia.
   Sayangnya, kutukan karena dosa tidak berhenti di sini, karena dunia menghadapi kutuk lainnya,  yang sangat merusakkannya.  Tentu saja itu adalah air bah di seluruh dunia.  "Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan'" (Kej. 8:21).
   Air bah merusak sistem pengairan yang Tuhan telah tetapkan pada waktu penciptaan, mengeruk tanah dari beberapa bagian bumi dan menimbunnya di bagian lain.  Bahkan sekarang ini, hujan terus-menerus menggerus tanah, menghilangkan kesuburan tanah sehingga semakin mengurangi hasil panen.  Allah dengan murah hati berjanji tidak akan mengutuk bumi lagi, tapi tanah yang kita warisi sungguh jauh bedanya dari tanah yang subur, produktif seperti yang di ciptakan Allah pada mulanya.

   Baca Roma 8:19-22.  Meskipun ayat-ayat ini sulit, bagaimanakah ayat-ayat itu berhubungan dengan apa yang telah kita lihat hari ini?  Yang lebih penting, apakah harapan yang dapat kita peroleh dari ayat-ayat itu?
Roma 8:19-22
8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.


Selasa  12 Februari
PENGUASA DUNIA INI

   "Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: 'Dari mana engkau?' Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: 'Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi'"(Ayub. 1:7).
   "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan  keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya"(1 Ptr. 5:8).

   Sebagaimana telah kita lihat, dunia adalah milik Tuhan, baik oleh penciptaan maupun oleh penebusan.  Tapi kita tidak boleh lupa, perihal adanya Setan, adanya pertentangan besar, dan adanya upaya Setan untuk merebut kendali atau segala yang mungkin dapat ia kendalikan.  Meskipun kekalahannya telah pasti sesudah Salib, dia tidak menyerah dengan tenang atau lembut.  Murkanya dan kuasanya untuk merusak, meskipun dibatasi sampai tingkat tertentu oleh Allah dengan cara yang kita tentu tidak tahu sekarang, tidak boleh dianggap remeh.  Kita juga tidak lupa, bahwa betapapun seringnya masalah datang kepada kita secara samar-samar, pokok pertempuran utama hanyalah antara dua kekuatan:  Kristus dan Setan.  Tidak ada jalan tengah.  Dan, seperti kita ketahui, begitu banyak dari dunia ini yang takluk di sisi yang salah.  Mengherankankah bila dunia ini begitu rusak?

   Baca Yohanes 12:31; 14:30, 16:11; Efesus 2:2, 6:12.  Apakah kebenaran penting tentang realitas dan kuasa si jahat yang ditemukan di ayat-ayat ini?
Yohanes 12:31; 14:30, 16:11;
12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Efesus 2:2, 6:12
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.


   Dalam kitab Ayub, beberapa selubung yang menyembunyikan realitas pertentangan besar dibukakan, dan kita bisa melihat bahwa Setan memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakah besar di dunia alamiah ini.  Apa pun yang tercakup dalam ungkapan "penguasa dunia ini," jelas bahwa dalam peran ini, Setan masih memberikan pengaruh yang kuat dan merusak di bumi.  Kebenaran ini memberi kita lebih banyak alasan untuk menyadari bahwa alam sudah sangat rusak, dan kita perlu berhati-hati tentang pelajaran yang kita tarik dari hal itu mengenai Allah.  Lagi pula, lihatlah betapa Darwin salah menafsirkan keadaan dunia.

   Dengan cara apakah Anda dapat melihat secara jelas pengaruh merusak dari Setan dalam kehidupan Anda sendiri?  Mengapa Salib dan janji-janji yang ditemukan di dalamnya merupakan harapan Anda?


Rabu  13 Februari
"HIKMAT" DUNIA

   Sebagai manusia, kita telah mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan informasi, terutama dalam dua ratus tahun terakhir.  Namu, pengetahuan dan informasi tidaklah sama dengan "hikmat."  Kita juga telah mendapatkan pemahaman yang jauh lebih besar perihal dunia alami lebih dari yang pernah dimiliki nenek moyang kita.  Namu, "pemahaman yang lebih besar," juga, tidaklah sama dengan hikmat.

   Baca 1 Korintus 1:18-21; 3:18-21.  Bagaimanakah kita melihat kebenaran yang kuat dari firman ini diwujudkan dalam waktu dan konteks kita sekarang ini, hampir dua ribu tahun setelah firman itu ditulis?
1 Korintus 1:18-21; 3:18-21
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

3:18. Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
3:20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
3:21. Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:


   Ada begitu banyak dalam pemikiran manusia yang menantang Firman Allah.  Apakah itu soal kebangkitan Yesus, penciptaan itu sendiri, atau mukjizat apa pun, "hikmat" manusia (bahkan sekalipun ditopang dengan "fakta" ilmu pengetahuan) harus dianggap "kebodohan" bila itu bertentangan dengan Firman Tuhan.
   Juga, seperti yang dinyatakan sebelumnya, begitu banyak ilmu pengetahuan saat ini, terutama dalam konteks asal-usul manusia, mulai dari perspektif naturalistik murni.  Meskipun banyak dari ilmuwan jenius yang hebat dalam sejarah----Newton, Kepler, Galileo----adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan melihat pekerjaan mereka sebagai penolong untuk menjelaskan pekerjaan Allah dalam penciptaan (Newton pernah menulis: "Ya Allah, aku memikirkan pikiran-Mu mengikuti Engkau..."), perasaan seperti ini sering diejek oleh kelompok masyarakat ilmiah.
   Sebagian orang bahkan berusah untuk menjelaskan kisah-kisah ajaib dalam Alkitab dengan menyatakan bahwa kisah-kisah tersebut sesungguhnya merupakan fenomena alami yang disalahartikan sebagai tindakan Ilahi oleh orang-orang dahulu kala, yang tidak tahu tentang hukum-hukum alam.  Misalnya, ada yang berusaha mengutarakan segala macam teori ilmu alam untuk menjelaskan terbelahnya Laut Merah sebagai sesuatu yang bukan mukjizat Allah.  Beberapa tahun yang lalu, seorang ilmuwan berspekulasi bahwa Musa sedang kecanduan obat, dan karena itu dia hanya berhalusinasi tentang gagasan bahwa Allah memberinya Sepuluh Hukum pada loh-loh batu!
    Namun, betapa konyol pun hal itu kedengarannya, sekali Anda menolak gagasan tentang Allah dan supra alami, Anda perlu tampil dengan beberapa penjelasan lain untuk hal-hal tersebut; itulah "kebodohan" yang dituliskan Paulus dengan jelas.


Kamis  14 Februari
MELALUI MATA IMAN

   Mazmur 8 adalah salah satu mazmur terbaik.  Bagi Daud, sebagai seorang yang percaya pada Allah, penciptaan berbicara tentang keagungan dan cinta Tuhan.  Apakah pelajaran khusus yang dilihat Daud dalam penciptaan, seperti yang dicatat dalam Mazmur 8?  Juga, mengingat apa yang kita ketahui perihal penciptaan sekarang ini----bulan, bintang-bintang dan sebagainya----berbeda dengan apa yang diketahui dahulu kala, mengapa kata-kata Daud ini tampaknya bahkan lebih luar biasa?
8:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
8:3. (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
8:4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
8:5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
8:6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
8:7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
8:8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
8:9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

   Hanya dalam seratus tahun terakhir kita baru benar-benar mulai memahami luasnya alam semesta dan kecilnya tubuh kita dibandingkan dengan alam semesta.  Orang tidak bisa membayangkan seseorang seperti Daud dapat memiliki ide tentang betapa besar "langit" itu, kalau bukan dari wahyu Ilahi.  Jika dia kagum di zaman itu, betapa kita seharusnya lebih kagum lagi karena mengetahui bahwa meskipun begitu luasnya ukuran alam semesta, Allah mengasihi kita dengan kasih yang bahkan kita sendiri tidak bisa memahaminya?

   Baca Mazmur 19:1-4.  Apakah yang Daud lihat di langit?
Mazmur 19:1-4
19:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
19:2 (19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
19:3 (19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
19:4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

   Banyak orang menatap ke bintang-bintang di malam hari dan mengakui kebesaran Allah dan betapa kecilnya manusia, serta memuji Allah atas pemeliharaan-Nya.  Yang lain berfokus pada masalah kejahatan di alam dan mempersalahkan Tuhan atas terjadinya masalah-masalah, yang sebenarnya, merupakan hasil pilihan mereka sendiri atau hasil kerja Setan.
   Bagi orang percaya, penciptaan benar-benar berbicara tentang pemeliharaan Allah, bahkan di tengah-tengah kejahatan yang diperkenalkan oleh Setan.  Namun, biarpun begitu kuatnya kesaksian dari dunia ciptaan, penyataan itu tidaklah lengkap, terutama karena akibat kejatuhan dalam dosa dan kutukan yang menyertainya.

   Baca Yohanes 14:9 dan kemudian pikirkan tentang Yesus di kayu salib.  Mengapa Salib harus selalu menjadi penyataan utama bagi kita tentang sifat dan karakter Allah?
Yohanes 14:9
14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.


Jumat  15 Februari

PENDALAMAN: "Saya telah diperingatkan [1890] bahwa untuk selanjutnya kita akan memiliki pertandingan terus-menerus.  Ilmu pengetahuan yang palsu dan agama akan saling berlawanan terhadap satu sama lain, karena manusia yang terbatas ini tidak memahami kekuasaan dan kebesaran Allah.  Kata-kata dari Kitab Suci ini disampaikan kepadaku, 'Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.'"----Ellen G. White, Medical Ministry, hlm. 98.


PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:

1. Pikirkan tentang "kutuk rangkap tiga" (Ellen G. White, Spiritual Gift, jilid 3, hlm. 88) ke atas bumi ini (kutuk dari kejatuhan Adam, dari dosa Kain, dan dari air bah).  Pengaruh gabungan dari kutuk-kutuk ini, bertambah parah selama ribuan tahun, berarti dunia kita yang sekarang ini jauh berbeda dari dunia pada saat Allah pertama kali menciptakannya.  Lalu mengapa kita harus berhati-hati perihal kesimpulan yang kita tarik dari dunia sekarang ini tentang keadaan dunia pada mulanya?
2. Pikirkanlah tentang hasil kerja ilmu pengetahuan, terutama perihal asal-usul.  Tidak ada merek tertulis untuk menjelaskan apa yang kita lihat.  Ilmu pengetahuan adalah sepenuhnya merupakan usaha manusia, dan pikiran manusia yang terbatas ruang lingkupnya dan cenderung menentang otoritas Ilahi.  Selanjutnya, pengaruh Setan sangat terasa di alam, sehingga banyak yang kita lihat tidak sesuai dengan penyataan diri Allah dalam Alkitab.  Mengapa begitu penting untuk kita menempatkan keyakinan lebih besar pada Alkitab ketimbang pada ilmu pengetahuan, apalagi jika mengingat peristiwa unik seperti penciptaan dunia kita?
3. Kita tidak memahami semua aspek ketegangan antara Alkitab dan ilmu pengetahuan, tetapi Allah jauh lebih bijaksana daripada kita, dan kita harus mengakui bahwa penciptaan memiliki rahasia lebih daripada  yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan.  Pada kenyataannya mengapa kita seharusnya tidak terkejut menemukan adanya ketegangan antara peristiwa supra alami yang dicatat dalam Alkitab dan pendekatan materialistis dari ilmu pengetahuan?
4. Lihatlah kutipan Ellen G. White di atas.  Dengan cara apakah kita melihat hal ini digenapi di gereja kita?  Bagaimanakah kita menghadapi tantangan-tantangan yang berbahaya bagi misi dan pekabaran kita ini, dengan cara yang ----walaupun tidak pernah mengorbankan keyakinan kita akan penciptaan dan Firman Allah----masih menjaga gereja tetap menjadi "tempat yang aman" bagi orang yang bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan sulit ini?
5.  Baca Roma 11:33-36 dan Ayub 40:1, 2, 7, 8.  Seberapa hebatkah hikmat manusia ketika mencoba untuk memahami cara-cara Allah? Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap kesulitan yang kita hadapi ketika mencoba untuk menemukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan Alkitab?




No comments:

Post a Comment