Pelajaran 13 Sekolah Sabat Triwulan II 2015, Penuntun Guru, dan Berita Misi

*20-26 Juni
Disalibkan dan Bangkit
SABAT PETANG
Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Kej. 3:1-6; Luk. 22:39- 46; 2 Kor. 13:8; Luk. 22:53; Mat. 12:30; 1 Kor. 15:14.
AYAT HAFALAN: "Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ke­tiga" (Lukas 24:7).
Sejak awal Yesus sadar bahwa Ia telah datang ke dunia ini untuk mengge­napi kehendak Bapa-Nya (Lukas 2:41-50). Ia mengajar, menyembuhkan,dan melayani dengan komitmen yang teguh untuk menurut Bapa-Nya. Sekarang waktunya telah tiba, setelah merayakan perjamuan terakhir, berjalan sendiri, untuk meneguhkan kehendak Allah, untuk dikhianati dan disangkal, untuk diadili dan disalibkan, dan bangkit menang atas kematian.
Dalam kehidupan-Nya Yesus mengetahui bahwa salib tidak dapat dihindari. Sering dalam Injil, kata harus digunakan berhubungan dengan penderitaan dan kematian Yesus (Luk. 17:25; 22:37; 24:7; Mat. 16:21; Mrk. 8:31; 9:12, Yoh. 3:14). Ia harus pergi ke Yerusalem. Ia harus menderita. Ia harus ditolak. Ia ha­rus ditinggikan, dan seterusnya. Tidak ada yang akan menghalangi Anak Allah untuk pergi ke Golgota. Dia dikecam, katanya berasal dari Setan (Mat. 16:22, 23), setiap saran menolak salib. Ia diyakinkan bahwa Ia "harus pergi... men­derita... dibunuh, dan dibangkitkan" (ayat 21). Bagi Yesus, perjalanan menuju salib bukanlah sebuah pilihan; tetapi sebuah "keharusan" (Lukas 24:25, 26, 46), bagian dari rahasia Ilahi... "yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari keturunan ke keturunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya" (Kol. 1:26).
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 27 Juni.

Minggu 21 Juni,    Getsemani: Pergumulan yang Mengerikan
Pada awal sejarah. Allah menciptakan Adam dan Hawa dan menempatkan mereka dalam sebuah taman yang indah diberkati dengan semua yang mereka butuhkan untuk hidup senang. Segera sesuatu yang tidak diharapkan terjadi: Setan muncul (Kejadian 3). Dia menggoda pasangan pertama dan kemudian menjerumuskan bumi yang masih muda ke dalam pertentangan besar antara baik dan jahat, antara Aliah dan Setan.
Sekarang, dalam waktu Allah sendiri, sebuah taman yang lain (Lukas 22:39- 46) menjadi medan pertempuran yang dahsyat di mana perang antara kebenar­an dan kepalsuan, antara kesalehan dan dosa, dan antara rencana Allah bagi ke­selamatan manusia dan tujuan Setan bagi kehancuran manusia berkecamuk.
Di Eden dunia jatuh ke dalam bencana dosa; di Getsemani kemenangan akhir dunia dipastikan. Eden melihat kemenangan tragis kesembronoan diri itu sendiri melawan Allah; Getsemani menunjukkan penyerahan diri itu sendiri kepada Allah dan menyatakan kemenangan atas dosa.

Bandingkanlah apa yang terjadi di Eden (Kej. 3:1-6) dengan apa yang terjadi di Getsemani (Lukas22:39-46). Apakah perbedaan besar yang ter­jadi di dalain kedua taman itu?

Kej. 3:1-6
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya
Lukas 22:39-46
22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Getsemani berjuang untuk dua hal penting: Pertama, untuk upaya paling ke­jam dari Iblis agar menggagalkan Yesus dari misi dan tujuan Allah; kemudian, agar menjadi teladan agung dari ketergantungan pada kekuatan Allah dalam mencapai kehendak dan tujuan-Nya. Getsemani menunjukkan bahwa, walau­pun pertentangan itu sengit dan bagaimanapun lemah diri itu, kemenangan akan pasti bagi mereka yang telah mengalami kekuatan doa itu. Sebagaimana begitu serius Yesus berdoa: "Tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehen- dak-Mulah yang terjadi" (Lukas 22:42).
Semua pasukan Setan dihadapkan menentang Yesus; murid-murid itu, yang Dia sangat kasihi, bungkam terhadap penderitaan-Nya. Tetesan darah jatuh setetes demi setetes; ciuman pengkhianat hanya seperti hembusan napas lalu; dan imam-imam dan penjaga-penjaga Bait Suci hendak menerkam. Namun demikian, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa doa dan penyerahan ke­pada kehendak Allah memberikan kekuatan yang dibutuhkan j iwa-Nya untuk menanggung beban besar kehidupan.

Jika suatu saat Anda sangat tergoda, bagaimanakah Anda dapat me­miliki pengalaman seperti yang Yesus miliki di Getsemani, yang berbeda dengan pengalaman yang dimiliki Adam dan Hama di Eden? Apakah fak­tor utama yang membuat semua perbedaan di antara mereka?

Senin, 22 Juni   Yudas

"Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu" (Lukas 22:3). Tidak diragukan lagi Iblis bekerja keras untuk mendapatkan semua murid-murid itu. Namun, ada apakah dengan Yudas yang membuat sehingga memungkinkan musuh itu berhasil bersama dia, ber­beda dengan murid yang lain?
Lukas menceritakan bagaimana Yesus berdoa sendirian semalam-malaman di atas bukit sebelum Ia memilih murid-murid-Nya (Lukas 6:12-16). Dan Yesus yakin bahwa dua belas murid itu adalah pemberian Allah kepada-Nya (Yohanes 17:6-9). Apakah Yudas benar-benar sebuah jawaban doa? Bagaimanakah kita dapat memahami apa yang sedang terjadi di sini selain pengkhianatan dan ke- murtadan Yudas, apakah maksud Tuhan akan terlaksana? (Lihat 2 Kor. 13:8).
Yudas, yang memiliki begitu banyak potensi, yang dapat menjadikannya seorang Paulus yang lain, justru perginya ke arah yang benar-benar salah. Pengalaman Getsemani apa yang telah terjadi baginya, kalau bukan, seperti kejatuhan di Eden. "ia telah memupuk roh keserakahan yang jahat itu sampai hal itu telah menjadi motif kehidupannya yang mengendalikan dia. Cinta akan mamon melebihi cintanya bagi Kristus."- Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6. hlm. 359.
Ketika Yesus memberi makan 5.000 orang dengan lima ketul roti dan dua ikan tLukas 9:10-17), Yudas adalah orang pertama yang melihat nilai poli­tis dari mukjizat itu dan "mendesak rencana untuk memaksa Kristus menjadi raja"—hlm. 362. Tetapi Yesus mencela upaya ilu, dan mulailah kekecewaan Yudas: "Harapannya tinggi. Kekecewaannya sangat pahit." -hlm. 362. Jelas Yudas, seperti juga orang lain, percaya bahwa Yesus akan menggunakan keku­atan luar biasa-Nya untuk mendirikan kerajaan duniawi, dan Yudas jelas-jelas menginginkan kedudukan dalam kerajaan itu. Betapa tragisnya: keinginannya untuk sebuah tempat dalam kerajaan duniawi yang tidak pernah datang menye­babkannya kehilangan tempat dalam kerajaan kekal yang pasti akan datang.
Di lain waktu, ketika seorang pengikut Yesus yang setia memilih untuk mengurapi kaki-Nya dengan minyak yang mahal, Yudas mengecam tindakan wanita itu sebagai penghamburan uang (Yohanes 12:1-8). Semua yang Yudas lihat adalah uang, dan cintanya akan uang telah membayangi kasihnya akan Yesus. Penarikan uang dan kekuasaan telah menuntun Yudas menaruh harga pada pemberian surga yang tak terukur harganya (Mal. 26:15). Sejak itu, "ma­suklah Iblis ke dalam Yudas" (Lukas 22:3). Dan Yudas menjadi jiwa yang hi­lang.

Tidak ada yang salah dengan status, kekuasaan, atau uang. Masalah­nya datang ketika hal-hal ini (atau apa saja) membayangi kesetiaan kita terhadap Allah. Mengapakah selalu penting untuk memeriksa diri kita sendiri sehingga kita tidak tertipu oleh diri kita, seperti halnya Yudas?

Selasa 23 Juni,   Entah Bersama Dia atau Melawan Dia
Untuk semua yang terkait, salib itu adalah juga pemisah sejarah yang besar: Pemisah antara iman dan ketidakpercayaan, antara pengkhianatan dan pene­rimaan, dan antara hidup kekal dan kematian. Tidak ada jalan tengah untuk setiap manusia berkaitan dengan salib. Pada akhirnya, kita akan berada pada sisi yang satu atau sisi yang lain.
"Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku. ia mencerai beraikan" (Mat. 12:30). Kata-kata yang keras, dan itu dapat membuat kita sedikit tidak merasa nyaman, tetapi Yesus hanya meng­ungkapkan apa yang nyata dan apa yang kebenaran itu isyaratkan bagi mereka yang tenggelam dalam pertentangan besar antara Kristus dan Setan. Kila de­ngan Yesus atau dengan Setan. Ya, sesederhana itu.

Bagaimanakah orang-orang berikut ini berhubungan dengan Yesus, dan apakah pelajaran yang dapat kita pelajari dari contoh-contoh mere­ka yang dapat membantu kita dalam hubungan kita kepada Tuhan dan bagaimana kita berhubungan dengan salib itu?
Sanhedrin (Lukas 22:53). Apakah kesalahan yang orang-orang ini la­kukan, mengapa mereka melakukannya, dan bagaimana kita dapat me­lindungi diri kita sehingga tidak melakukan hal yang sama sehubungan dengan bagaimana mereka memandang Yesus?
Lukas 22:53
22:53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."
Pilatus (Lukas 23:1-7, 13-25). Apakah yang menuntun Pilatus men­gatakan, "Aku tidak mendapat kesalahan apa pun pada-Nya" (Yohanes 19:4) dan pada saat yang sama menjatuhkan hukuman kepada-Nya un­tuk disalibkan? Apakah yang dapat kita pelajari dari kesalahannya yang gagal melakukan apa yang dia tahu benar?
Lukas 23:1-7, 13-25
23:13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat,
23:14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya.
23:15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apa pun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.
23:16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:17 [Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.]
23:18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"
23:19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
23:20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus.
23:21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!"
23:22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.
23:24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.
23:25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

23:1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini."
23:5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Herodes (Lukas 23:6-12). Apakah kesalahan besarnya, dan apakah pe­lajaran yang dapat kita ambil?
Lukas 23:6-12
23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
23:8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun.
23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Dua orang penjahat (Lukas 23:39-43). Dua orang pendosa memandang ke salib yang sama dan ada dua reaksi yang berbeda. Bagaimanakah ade­gan ini menyatakan aspek salah satu/atau dari keselamatan—yaitu, kita berada pada salah satu sisi dari pertentangan besar atau berada pada sisi yang lain?
Lukas 23:39-43
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

RABU 24 Juni,      Ia Telah Bangkit
Pagi-pagi benar hari Minggu itu para wanita pergi ke kubur dengan satu tu­juan—menyelesaikan ritual pemakaman. Meskipun mereka telah sekian lama bersama Yesus, mereka tidak benar-benar memahami apa yang akan terjadi. Mereka tentunya tidak mengharapkan kubur kosong, atau akan diberitahukan oleh malaikat surga: "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit" (Lukas 24:6).

Dalam beberapa pasal pertama buku Kisah saja ada sekurang-kurangnya delapan rujukan kepada kebangkitan Yesus. Kisah 1:22; 2:14-36; 3:14, 15; 4:1, 2, 10, 12, 33; 5:30-32. Mengapa kebangkitan Yesus begitu penting dalam pekabaran rasul-rasul dan dalam iman jemaat yang mula-mula? Mengapa hal tersebut masih juga begitu penting bagi kita seka­rang ini?
Kisah 1:22; 2:14-36; 3:14, 15; 4:1, 2, 10, 12, 33; 5:30-32
1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
2:34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
2:35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

5:30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
Wanita-wanita ini adalah saksi mata pertama akan kebangkitan Yesus. Me­reka dengan cepat membagikan kabar baik ini kepada orang-orang lain, tetapi tidak seorang pun percaya kepada mereka (Lukas 24:11). Malah, rasul-rasul mengabaikan kisah terbesar dalam sejarah penebusan itu sebagai "omong ko­song" dari para wanita yang sudah lelah dan sedang berduka (ayat 10, 11).
Seberapa cepat mereka tahu betapa salahnya mereka!
Kebangkitan Kristus adalah dasar tindakan penebusan Allah dan kepada ke­utuhan iman dan keberadaan Kristen. Rasul Paulus mengatakannya sangat je­las: "Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1 Kor. 15:14). Sia-sia, atau percuma, karena hanya dalam kebangkitan Kristus kita dapat menemukan harapan yang adalah milik kita. Tanpa iman itu kehidupan kita berakhir di sini. dan berakhir selama-lamanya. Kehidupan Kristus tidak berakhir di kuburan, dan janji besar itu adalah kehidupan kita juga tidak berakhir demikian.
"Jika Kristus tidak dibangkitkan dari antara orang mati, perjalanan panjang tindakan penebusan Allah untuk menyelamatkan umat-Nya berakhir dijalan buntu, dalam sebuah kuburan. Jika kebangkitan Kristus bukanlah kenyataan, maka kita tidak memiliki jaminan bahwa Allah itu adalah Allah yang hidup, karena kematian menjadi kata terakhir. Iman yang sia-sia karena sasaran iman itu tidak dibenarkannya sendiri sebagai Tuhan atas kehidupan. Iman Kristen kemudian terpenjara di dalam kubur bersama-sama dengan penyataan diri terakhir dan tertinggi dari Allah di dalam Kristus—jika Kristus benar-benar mati."—George Eldon Ladd, A Theology of the New Testament (Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans, 1974), hlm. 318.

KAMIS 25 Juni,     "Semua Harus Digenapi"
Bacalah Lukas 24:13-49, yang mengatakan kepada kita tentang peristi­wa-peristiwa yang segera terjadi setelah kebangkitan Kristus. Dalam be­berapa pertemuan, apakah yang Yesus tunjukkan untuk menolong orang- orang ini mengerti apa yang telah terjadi kepada-Nya, dan mengapa hal itu begitu penting, bahkan untuk kita sekarang ini dalam kesaksian kita kepada dunia?
Lukas 24:13-49
24:13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
24:14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
24:22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
24:23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.
24:24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."
24:25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
24:26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
24:27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
24:28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
24:29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
24:33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
24:34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."
24:35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Kebangkitan Yesus seharusnya menjadi bukti yang cukup untuk meneguh­kan Kemesiasan Yesus. Dicambuk dan mendapat perlakuan yang bengis sebe­lum disalibkan dan akhirnya ditikam. Yesus kemudian dibungkus dan diletak­kan dalam sebuah kubur. Sebagaimana disebutkan oleh beberapa orang secara berkelakar, bahkan jika Dia luput dari keduanya, penyaliban dan kuburan, Ye­sus yang berlumuran darah dan babakbelur, dan lemah, entah bagaimana bisa terhuyung-huyung keluar dari kubur, maka tidak akan masuk akal siapa pun mengenai Mesias yang menang.
Namun demikian, inilah Yesus, Dia hidup dan sehat berjalan setidaknya be­berapa mil bersama dua orang dijalan ke Emaus. Dan bahkan kemudian, se­belum menyatakan siapa Diri-Nya. Yesus mengarahkan mereka kepada Kitab Suci, memberikan kepada mereka suatu dasar Alkitablah yang kukuh bagi iman mereka di dalam Dia.
Kemudian, ketika la menampakkan diri kepada murid-murid, menunjuk­kan kepada mereka tubuh-Nya, dan makan bersama mereka, Yesus melaku­kan lebih lagi: Dia mengarahkan mereka kepada Firman Allah: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, dan lagi, dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini" (Lukas 24:46-48).
Di sini juga. Yesus tidak hanya menunjuk kepada Kitab Suci (selain bukti bahwa Dia benar-benar hidup dan ada di antara mereka), tetapi Dia mengguna­kan Kitab Suci untuk menolong mereka memahami apa sebenarnya yang telah terjadi kepada-Nya. Juga, Dia menghubungkan secara langsung kebangkitan- Nya dengan misi untuk mengabarkan Injil kepada semua bangsa.
Jadi, bahkan dengan semua bukti yang kuat membuktikan siapa Yesus itu, Dia selalu mengarahkan para pengikut-Nya untuk kembali kepada Firman Al­lah. Lagi pula, tanpa Firman Allah di antara kita saat ini, bagaimanakah kita tahu panggilan dan misi kita untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia? Ba­gaimanakah kita tahu apa Injil itu? Itulah sebabnya. Alkitab itu adalah inti bagi kita sekarang ini sebagaimana bagi Yesus dan murid-murid-Nya.

Berapa banyakkah waktu yang Anda luangkan bersama Alkitab? Ba­gaimana hal itu memengaruhi bagaimana Anda hidup, pilihan-pilihan yang Anda buat, dan bagaimanakah Anda memperlakukan orang lain?

JUMAT 26 JUNI
Pendalaman: "Makna kematian Kristus akan disaksikan oleh orang-orang kudus dan malaikat-malaikat. Manusia yang telah jatuh tidak dapat mem­peroleh rumah di Firdaus Allah tanpa Anak Domba yang tersembelih sejak permulaan dunia ini. Tidakkah kita akan meninggikan salib Kristus itu? Malai­kat-malaikat memberikan hormat dan kemuliaan kepada Kristus, karena mer­eka juga tidak aman kecuali dengan memandang kepada penderitaan Anak Al­lah. Melalui keberhasilan salib, maka malaikat-malaikat surga terlindung dari kemurtadan. Tanpa salib mereka tidak akan menjadi lebih aman melawan dosa daripada malaikat-malaikat sebelum kejatuhan Setan. Kesempurnaan malai­kat telah gagal di surga. Kesempurnaan manusia telah gagal di Eden, Firdaus kebahagiaan. Semua yang menghendaki keamanan di bumi atau surga harus memandang kepada Anak Domba Allah."—Ellen G. White, The SDA Bihle Commentary, jld. 5, hlm. 1132.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1.    Sebagai orang Kristen kita harus hidup oieh iman; yakni, kita harus percaya kepada sesuatu hal yang kita tidak dapat buktikan semuanya, yang kita tidak mempunyai saksi mata bukti langsung. Tentu saja, manusia melakukannya setiap waktu dalam banyak hal. Contohnya, dalam konteks ilmu pengetahuan, seorang penulis mencatat: "Sing­katnya, kita memiliki bukti langsung yang anehnya jumlahnya sedikit daripada kepercayaan yang kita pegang."—Richard DeWitt, World- views: An Introduction to the History and Phiiosophy of Science, edisi kedua (Chichester, West Sussex, U.K.: John Wiley and Sons, Ltd., 2010) him. 15.
2.    Namun demikian, kita memiliki banyak alasan yang sangat baik un­tuk iman kita, untuk hal-hal yang kita yakini. Dalam konteks Ama­nat Agung, misalnya, lihatlah pada apa yang Yesus katakan kepada para murid: "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh du­nia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Mal. 24:14). Sekarang, pikirkanlah tentang waktu Yesus mengucapkan kata-kata itu. Berapa besar pengikut-Nya pada waktu itu? Berapa banyakkah orang yang percaya kepada-Nya atau bahkan yang punya pemahaman tentang siapa Dia dan apa yang Dia akan capai? Pikirkanlah juga tentang semua pertentangan yang gereja mula-mula hadapi, selama berabad-abad, pada masa Kekaisaran Ro­mawi. Dengan mempertimbangkan semua fakta ini, diskusikanlah be­tapa luar biasa adanya ramalan pernyataan Yesus ini dan bagaimana hal ini seharusnya membantu kita untuk percaya pada Firman Tuhan.
3.    Renungkanlah kalimat Ellen G. White di atas. Bagaimanakah hal ini dapat menolong kita untuk memahami betapa universal masalah dosa itu sebenarnya? Bahkan para malaikat tidak aman kecuali meman­dang kepada Yesus. Apakah artinya hal ini?

Penuntun  Guru

Ringkasan Pelajaran
Ayat Inti: Lukas 24:7
Anggota Kelas akan:
Mengetahui: Kenali penderitaan dan kemenangan Yesus.
Merasakan: Berubahlah melalui penderitaan dan rasa sakit Getsemani ser­ta salib dan kemenangan dari kubur yang kosong.
Melakukan: Mengidentifikasi Yesus dengan penyaliban dan kebangkitan.
 Garis Besar Pelajaran:
I.     Mengetahui: Penderitaan dan Kemenangan Yesus
A.    Apakah cawan yang Yesus inginkan diambil dari-Nya?
B.    Bagaimanakah salib, instrumen memalukan, menjadi simbol ke­selamatan?
C.    Mengapakah kebangkitan Yesus secara tubuh diperlukan?
II.   Merasakan: Penderitaan yang Mendalam dan Kemenangan Yesus
A.    Bagaimanakah Anda bereaksi terhadap Getsemani—-ketidakpedu­lian para murid yang tidur, pada penderitaan Yesus?
B.    Bayangkan diri Anda di kaki salib. Bagaimanakah mungkin itu me­miliki pengaruh terhadap sikap Anda kepada dosa?
C.    Bagaimanakah rasanya, mengetahui bahwa kemenangan Yesus atas kematian adalah kemenangan Anda? Apakah tanggung jawab yang diberikan perasaan seperti itu kepadamu?
III. Melakukan: Mengenali Yesus dalam Penyaliban dan Kebangkitan
A.    Apakah yang akan Anda lakukan/berikan sebagai imbalan atas pe­ngorbanan besar yang Yesus berikan bagi dosa-dosa Anda? Bagai­manakah Anda mengungkapkan rasa syukur untuk cinta yang di- manifestasikan di kayu salib?
B.    Bagaimanakah Anda bisa memikul salib dan mengikuti Yesus? Pe­rubahan apakah, seperti sebuah langkah, yang melibatkan hidup Anda?
C.    Bagaimanakah Anda mengalami kekuatan dari pengampunan serta sukacita dari Yesus yang sudah bangkit, berikan? Berdoalah untuk kesempatan berbagi pengalaman dengan seseorang.
Rangkuman: Kebenaran yang paling luhur di dunia adalah bahwa Yesus, suci dan tanpa dosa, datang ke dunia ini, menderita dan mati bagi dosa-dosa kita, dan bangkit kembali pada hari ketiga, dan menang atas Setan, dosa, serta kematian. Dan kebenaran yang paling luhur berikutnya adalah ini: Dia mena­warkan kemenangan atas dosa dan tempat dalam kerajaan-Nya bagi semua orang yang menerima-Nya dalam iman.

Siklus Pelajar
LANGKAH 1 - Memotivasi Fokus Alkitab: Lukas 22:39-46; 23:26-56; 24:1-12
Kunci Utama untuk Pertumbuhan Rohani: Lukas memperkenalkan Injil­nya sebagai "membukukannya dengan teratur" (Luk. 1:3) sehingga pembaca dapat mengetahui "kepastian dari hal-hal" (ayat 4) yang telah terjadi dalam kehidupan Yesus. Injil diakhiri dengan pesan yang diberikan oleh Pribadi yang bangkit. "A'U tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari an­tara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa.... Kamu ftdalah saksi dari semuanya ini" (Lukas 24:46-48).
Menjadi saksi seperti itu tidak mudah. Ketika datang pada salib dan pada kebangkitan, ada kecenderungan untuk menjadi "bodoh," dan "betapa lamban­nya hatimu" semuanya Alkitab telah bicarakan (ay. 25).
Untuk Guru: Dalam keadaan seperti itu, bagaimanakah kita menemukan kepastian dalam iman dan ketabahan dalam pengharapan kita? Tidak ada jum­lah penalaran, logika, dan argumen dapat membantu kita untuk memahami misteri kasih dan anugerah Allah, terungkap dalam penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Pimpinlah kelas Anda untuk mencapai iman yang diber­kati.
Pertimbangkanlah: Oscar Cullmann, seorang teolog besar Perjanjian Baru, mengatakan: "Pengharapan kebangkitan iman yang percaya dalam pen- ciptaan. Karena Allah adalah pencipta tubuh juga, oleh karena itu dalam Al­kitab. 'kebangkitan'.... pasti kebangkitan tubuh."—Christ and Time (London: SCM Press LTD, 1967), hlm. 234.
Pertanyaan untuk Diskusi: Bagaimanakah iman dalam penciptaan dan iman dalam kebangkitan saling memperkuat satu sama lain?
LANGKAH 2 - Menyelidiki
Untuk Guru: Marilah kita lihat tiga penutupan adegan kehidupan Kristus di bumi dan renungkanlah harga besar yang dibayar Allah untuk keselamatan kita: Getsemani, salib, dan kebangkitan.
Komentar Alkitab
I. Getsemani: Cawan dan Kehendak
(Tinjau Kembali Lukas 22:42 bersama kelas.)
Kristus menderita banyak di Getsemani untuk menebus kita di Kalvari.
A. "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau" (Luk. 22:42). Kristus melihat di Get­semani engsel sejarah penebusan: Meminum cawan dan tergantung di salib, atau menolak cawan dan kembali ke pengadilan surga. Tidak ada yang bisa Penuntun Guru Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa—Triwulan II2015 1 57
mencegah-Nya untuk kembali kepada Bapa. karena Dia tidak berbuat dosa; te­tapi Dia telah melakukannya, apa yang akan terjadi dengan sumpah perjanjian Keallahan, sebelum dasar bumi diletakkan, untuk menebus orang berdosa dan untuk menghancurkan musuh dalam pertentangan besar antara Allah dan Setan (Efesus 1: 3-7). Yesus menimbang konsekuensi dan menolak untuk menem­patkan kepentingan diri di atas prioritas dari Bapa. Penyerahan pada kehendak Allah adalah rahasia dari kemenangan—sebagaimana Kristus kita juga.
B. Cawan. Ketiga Injil Sinoptik menyebutkan bahwa Yesus berdoa dengan penderitaan besar agar cawan ini lalu dari-Nya, bersama dokter dan penulis Lukas menambahkan detail bahwa keringat-Nya jatuh ke tanah "seperti titik- titik darah" (Luk. 22:44).
Apakah cawan pahit ini? Tentu saja bukan kematian fisik yang sedang diplot pada saat itu oleh musuh-musuh-Nya. atau penderitaan mental yang Dia harus jalani dikhianati, disangkal, dan ditolak. Bukan, cawan pahit adalah ketakutan menyiksa dalam menanggung dosa dunia dan memberikan nyawa-Nya menja­di tebusan di kayu salib yang bisa membawa pemisahan permanen dari Bapa. Sebagai Anak dan Bapa pada dasarnya satu. satu dalam pikiran, satu dalam tindakan. Yesus tidak tahan memikirkan cawan pahit bahkan pemisahan sesaat di kayu salib dari Bapa.
Pkrtimbangkam.au: Cawan itu pahit, tak tertahankan, dan menyakitkan. "Biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku" (Mal 26:39) adalah doa Yesus. Ini ada­lah doa yang sah. Tetapi konsep alkitabiah tentang doa bukanlah bahwa itu sah dan wajar saja. tetapi itu adalah tunduk. Melewati dan menyeberangi semua harapan dan logika kehidupan, ada kehendak Allah yang berdaulat. Setiap doa dijawab dengan ya, tidak, atau Tunggu. Di mana kehendak Allah diakui sebagai yang terpenting, "bekerja dalam segaia sesuatu untuk mendatangkan kebaikan" (Rm. 8:28). Inilah pelajaran dari Getsemani. Apakah rahasia, yang mengikuti, kemenangan di dalam Kristus?

II. Salib: Kemenangan dan Hidup Baru
(Tinjau kembali Lukas 9:23 dan 2 Korintus 5:17-19 bersama kelas.)
Salib berarti kemenangan dan cara hidup baru bagi pengikut Kristus.
A. Salib: Momen kemenangan. Salib adalah sarana yang dipilih Allah untuk memenangkan satu kemenangan menentukan dalam pertentangan besar antara Kristus dan Setan. Setelah kemenangan itu bergantung harapan orang-orang berdosa menjadi anak-anak Allah. Inilah Salib yang merupakan pusat pemberi­taan Paulus: "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka, ia telah memercayakan berita pendamaian itu kepada kami" (2 Kor. 5:19).
Benar, Yesus, di atas kayu salib, menderita, apakah kegelapan pemisahan dari Bapa akan kekal, tetapi Anak telah menetapkan dalam pikiran-Nya un­tuk mematahkan belenggu dosa selamanya dan untuk menghancurkan si jahat sekali dan untuk semua. Dia meminum cawan perjanjian yang kekal yang su­dah lama dibuat dan berseru. "Sudah selesai" (Yoh. 19:30). Tugas di mana la datang untuk penuhi sudah dilakukan. Penebusan dari dosa dicapai. Rekonsi­liasi umat manusia selesai. Si jahat sudah ditentukan.
B. Salib: Cara untuk hidup baru. Kehidupan Kristen tidak dimulai dengan kelahiran. Ini dimulai dengan kematian. Sampai diri meninggal, sampai diri disalibkan, tidak ada awal sama sekali. Harus radikal, disengaja, operasi meng­eluarkan diri secara total. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor. 5:17).
Sesuatu terjadi pada orang yang mengizinkan Yesus mengambil kendali pe­nuh dari hidupnya. Simon yang sering ragu-ragu menjadi Petriis yang berani. Saul penganiaya menjadi Paulus yang mati syahid. Thomas peragu menjadi misionaris ke perbatasan. Pengecut diberikan cara untuk berani. Ketidakper­cayaan diberikan iman yang hidup. Kecemburuan ditelan oleh kasih. Tertarik kepada diri lenyap ke dalam keprihatinan yang dermawan. Diri disalibkan.
Itu sebabnya Yesus berkata: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku" (Luk. 9:23). Dalam pemuridan Kristen, memikul salib bukan pilihan. Entah kita me­mikul salib, atau kita tidak.
Pertimbangkan: Injil tidak mengatakan banyak tentang apa yang Yesus ca­pai di kayu salib (tetapi lihat Yohanes 12:31, 32). Sisa dari Perjanjian Baru mengambil tema secara mendalam up. Membaca dan mendiskusikan teks ber­ikut: Rm. 3:23-26; 5:8-10; 8:32; 1 Kor. 5:7; 15:3; Gal. 1:3, 4; 2:20; Ef. 1:7; 5:2; Ibr. 9:2-26.
III. Kebangkitan: Pribadi yang Bangkit dan Kesaksian
(Tinjau Kembali Lukas 24:5-8 dan Lukas 24:13-35 bersama kelas.)
4.   Dia telah bangkit. Tergoncang dan penuh pertanyaan selama tiga hari, para wanita pertama tiba di makam. Mereka bertemu dua malaikat dengan pekabaran kekal, "Dia tidak ada di sini. Ia telah bangkit!" (Luk. 24:6), dan per­tanyaan penting: "Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati"
(ayal 5).
Manusia sedang mencari keabadian—untuk makna hidup dan jawaban atas pertanyaan yang membingungkannya. Tetapi jawabannya tidak dapat ditemu­kan jika pencarian hanya dalam arena pemikiran dan tindakan manusia. Para malaikat di kuburan kosong memerintahkan wanita-wanita pencari itu untuk melihat melampaui dan memahami pada kata-kata abadi: "Akulah kebangkit­an dan hidup" (Yoh. 11:25). Tanpa Yesus yang bangkit, kuburan tetap kubur­an—rumah tanpa pengharapan yang disegel dan mati.
5.  Bersaksi dari hal-hal ini. Salib telah menghancurkan mimpi-mimpi me­reka. Dengan kecewa, dua murid kembali ke Emaus, sekitar tujuh km sebelah barat laut dari Yerusalem. Tiba-tiba. Yesus, yang belum dikenal, bergabung dengan mereka dan memberikan mereka ketenangan di tengah-tengah kepu- tusasaan. Setelah membaca kisah dalam Lukas 24:13-35, bahaslah pertanya­an-pertanyaan berikut.
I. Bagaimanakah kita tahu dan percaya realitas bahwa Yesus hidup?
II.     Apakah hubungan antara kebangkitan dan pembaruan pengharapan?
III.   "Dimulai dari Musa," Yesus "menguraikan dalam seluruh Kitab Suci yang menuliskan tentang Dia" (Luk. 24:37). Dimulai dengan Kejadian, pasal apakah yang datang pada pikiran Anda mengenai misi pengorbanan Kristus?

LANGKAH 3 - Mempraktikkan
Untuk Guru: Ketika Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada murid- murid di tengah-tengah mereka, mereka "terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu" (Lukas 24:37). Apakah penawar untuk terkejut dan ketakutan seperti itu?
Pertanyaan untuk Diskusi:
Mintalah seseorang membaca Lukas 24:36-49, dan kemudian pimpinlah ke­las untuk berfokus pada pertanyaan-pertanyaan berikut: 0 Yesus sering menggunakan kata-kata "Damai sejahtera bagi kamu." Tetapi sekarang kenapa kata-kata ini menyebabkan ketakutan di antara para murid? 0 Yesus memberikan empat tanda-tanda—penglihatan, pendengaran, jamah­an, dan makanan—untuk meyakinkan para murid bahwa status sesudah kebangkitan-Nya, Dia adalah pribadi yang nyata. Mengapa iman pada ke­bangkitan tubuh penting? 0 Yesus berkata kepada murid-murid, "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga," (Luk. 24:46). Bagaimanakah wahyu dan kebutuhan saling bertemu dalam renca­na keselamatan?
LANGKAH 4 - Menciptakan
Untuk Guru: Antara Getsemani dan Kebangkitan, jalan itu diaspal dengan pengkhianatan, penolakan, dan persekongkolan. Agenda Setan termasuk peng­khianatan Yudas dan Petrus. "Masuklah Iblis ke dalam Yudas" (Lukas 22:3), dan ia keluar untuk memberikan ciuman pengkhianatan dan kemudian meng­gantung diri. Setan menuntut Petrus, tetapi Yesus meyakinkan Petrus, "Aku telah berdoa untuk engkau" (ay. 31. 32). Apakah perbedaan antara keduanya?
Pertanyaan Aplikasi:
·      Apakah yang menyebabkan Yudas jatuh pada pihak Setan secara permanen?
·         Apakah yang menyebabkan Petrus meninjau kembali kata-kata Yesus (dy. 34), untuk bertobat, dan menangis "dengan sedihnya" (ay. 62)?

Berita Misi Program Sabat Ketigabelas
27 JUNI
Selamat Datang Pemimpin SS atau Guru Sekolah Sabat
Lagu Buka LS EL, No. 132 "Penebus Bangkit Sudah"
Doa Buka
Program Persembahan "Mencapai Miliaran di Asia Utara"
Lagu Tutup LS EL No. 458"Laskar Kristus Bangun"
Doa Penutup

Peserta dan Perlengkapan:
Dua narator ditambah enam anak muda untuk menyajikan proyek Sabat Ketigabelas; enam anak muda untuk membawa bendera di depan mimbar dan angkat bendera tepat sementara proyek negara itu sedang disajikan. Jika Anda tidak memiliki cukup anak untuk meng­ ambil bagian-bagian ini, mintalah dua narator untuk alternatif memba­ca bagian pemuda. Orang-orang ini tidak perlu menghafal bagian mere­ka, tetapi mereka harus cukup akrab dengan material yang ada serta j percaya diri. (Perhatikan bahwa versi ; sederhana dari program ini muncul ! dalam Berita Misi Anak-anak.)
Narator 1: Divisi Asia Pasifik
Utara terdiri dari enam negara. Ma­sing-masing menyajikan tantangan sendiri untuk menyelesaikan peker­jaan Allah.
Narator 2: [Anak 1 membawa bendera Tiongkok melintasi mim­bar dan berdiri di sisi jauh.] Tiong­kok, negara yang paling padat pen­duduknya di dunia dengan hampir 1,4 miliar orang, telah membuka pintu bagi dunia. Tapi sedikitnya lebih dari 400.000 orang percaya di Tiongkok, satu dari 3.400 adalah anggota gereja Advent. Semoga Allah menggunakan anak-anak-Nya untuk menyalakan lampu iman ke seluruh negara yang besar ini.
Narator 1: [Anak 2 membawa bendera Jepang melintasi mimbar dan berdiri di samping anak 1.] Je­pang kaya dan maju dalam peralat­an, tetapi kebanyakan orang tidak pernah mendengar tentang Yesus, gereja Advent di Jepang memiliki sedikitnya lebih dari 15.000 ang­gota, satu anggota Advent untuk setiap 8.300 orang. Sebagian besar orang percaya sudah lanjut usia, dan hanya sedikit yang dibaptis setiap tahun. Namun, di antara penduduk imigran, pertumbuhan gereja terjadi. Doakanlah agar Tu­han akan terus menjangkau mereka yang telah pindah ke Jepang serta orang-orang yang lahir di negeri matahari terbit ini.

Narator 2: [Anak 3 membawa I bendera Mongolia melintasi mimbar.] Orang percaya yang baru di Mongolia untuk generasi pertama dibaptis lebih dari 20 tahun yang lalu. Sebagian besar dari 1.600 orang percaya di negara ini adalah orang-orang muda yang berse­mangat untuk membagikan iman mereka dengan orang lain. Ber­doalah agar mereka akan tumbuh kuat dalam iman dan kuat dalam kepemimpinan gereja di salah satu kebudayaan tertua di dunia.
Narator 1: [Anak 4 memba­wa bendera Korea Utara melintasi mimbar.] Tidak ada yang tahu be­rapa banyak orang percaya Advent tinggal di Korea Utara.Tapi bebe­rapa dari mereka telah membuat jalan dari negara tertutup ini yang memberikan alasan untuk berha­rap. Berdoalah agar pintu Korea Utara akan terbuka sehingga Injil dimungkinkan membanjiri dan memberi makan hati yang lapar de­ngan roti hidup.
Narator 2: [Anak 5 membawa bendera Korea Selatan melintasi mimbar.] Korea Selatan adalah ne­gara yang paling "Kristen" di Divisi Asia Pasifik Utara. Namun, hanya sepertiga dari penduduk Korea Selatan mengaku menjadi orang Kristen, dan sekitar satu orang dari setiap 250 orang adalah anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Tapi meskipun dalam usaha mereka yang terbaik, gereja Advent masih sering disalahpahami. Berdoalah bagi mereka yang menderita kare­na iman mereka di Korea Selatan.
Narator 1: [Anak 6 membawa bendera Taiwan melintasi mimbar.] Taiwan adalah sebuah pulau kecil di lepas pantai Tiongkok. Sebagian besar anggota Advent di negara ini berasal dari suku-suku asli yang tinggal terutama di pegunungan. Hanya satu dari setiap 25.000 etnis Tionghoa di Taiwan adalah anggota Advent. Berdoa agar Allah menyen­tuh hati jutaan orang di Taiwan yang perlu mengenal-Nya.
Narator 2: Hari ini Persembahan Sabat Ketigabelas kita akan mem­bantu memperkuat tangan sauda- ra-saudara kita di Divisi Asia Pasifik Utara dengan menyediakan bebe­rapa alat penting untuk memimpin orang lain mengetahui bahwa Yesus menyediakan harapan, dan mendo­rong orang-orang yang percaya.
Pemuda 1: [Anak memegang bendera Jepang juga melangkah maju dan memegang tinggi bende­ra.] Sebuah pusat penginjilan multi- budaya untuk menjangkau popula­si imigran yang besar di Jepang.
Pemuda 2: [Anak memegang bendera Mongolia juga melang­kah maju dan memegang bendera tinggi-tinggi.] Empat ruang kelas tambahan dan perpustakaan untuk sekolah Advent di ibu kota Mongo­lia. Sekolah ini adalah mata rantai yang kuat untuk membawa keluar­ga ke dalam gereja.
Pemuda 3: [Anak memegang bendera Korea Selatan melangkah ke depan dan memegang bendera tinggi-tinggi.] Bagian dari Persem­bahan Sabat Ketigabelas kita hari ini akan membantu membentuk Institut Misi terutama bagi kaum muda. Dimulai dari "Gereja Pan­ekuk" penanaman gereja yang kita baca sebelumnya pada triwulan ini, institut yang akan terus memelihara dan melatih pemuda untuk pengin­jilan multi budaya.
Pemuda 4: [Apak memegang bendera Taiwan'melangkah ke depan dan memegang bendera tinggi-tinggi.] Salah satu cara yang paling efektif untuk menjangkau orang-orang di kota-kota adalah melalui pusat pengaruh. Bagian dari Persembahan Sabat Ketiga­belas hari ini akan ditujukan untuk membangun atau mendukung tiga pusat pengaruh seperti di Taiwan— sebuah tempat penitipan anak untuk orangtua, sepulang sekolah sebagai program untuk anak-anak, dan program promosi kesehatan.
Pemuda 5: [Anak memegang bendera Tiongkok melangkah maju dan memegang bendera tinggi-tinggi.] Beberapa Perintis Misi Global bekerja di Tiongkok untuk menanam gereja di 18 kota besar yang saat ini tidak memiliki anggota Advent. Bagian dari per­sembahan saat ini akan digunakan untuk membantu membeli satu apartemen di masing-masing kota
yang akan digunakan sebagai pusat gereja dan pelatihan lokal.
Pemuda 6: [Anak memegang bendera Korea Utara melangkah ke depan dan memegang bendera tinggi-tinggi.] Kami tidak tahu be­rapa banyak orang Kristen hidup di Korea Utara. Tapi kita tahu ada be­berapa. Kita tahu dari orang-orang yang telah tinggal di sana bahwa setidaknya beberapa dari orang- orang Kristen ini anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Hidup ini sulit bagi mereka. Mari kita ber­doa agar Allah akan melindungi dan memberkati anak-anak-Nya di negeri ini di mana Kristen adalah agama asing.
Narator 1: Kita dapat mem­bantu mencapai dan mendukung orang-orang yang tinggal di nega- ra-negara Asia Pasifik Utara seperti yang kita doakan dan memberikan persembahan misi kita. Ketika kita memberikan persembahan misi kita dan ketika kita berdoa, membantu orang-orang yang mengenal Yesus untuk berbagi kasih Allah dengan teman-teman mereka. Dan Persem­bahan Sabat Ketigabelas kita akan membuat perbedaan besar bagi orang-orang muda di Korea Selatan yang ingin berbagi iman mereka dengan orang lain, [arahkan pada peta Korea Selatan]; untuk para imigran yang tinggal di Jepang [titik dekat Mt. Fuji, Jepang]; kepada orang-orang muda yang belajar ~drsekolah Advent di Mongolia [arahkan ke Mongolia]; dan kepada banyak orang Tiongkok yang akan diberkati melalui pusat pengaruh atau dengan menghadiri gereja rumah Advent [arahkan ke Taiwan, dan Tiongkok]. Mari kita melakukan bagian kita hari ini untuk berbagi kasih Tuhan dengan anggota kelu­arga kita di Divisi Asia Pasifik Utara.
[Persembahan di kumpulkan.]