PELAJARAN SEKOLAH SABAT Ke-3, PENUNTUN GURU, BERITA MISI TRIWULAN I 2017 DAN RENUNGAN PAGI

Renungan Pagi 2017 Bulan Januari dalam bentuk Pdf (untuk Ipad dan Tablet Android) silakan download di SINI


Pelajaran Sekolah Sabat I dan Penuntun Guru Triwulan I 2017 dalam bentuk Pdf silakan download (Klik pada judul). Gunakan aplikasi Adobe Reader baik untuk Apple maupun Android.
Daftar Isi :
1. Roh dan Firman
2. Roh Kudus : Bekerja di Balik Layar
3. KEILAHIAN ROH KUDUS
4. Kepribadian Roh Kudus
5. Babtisan dan Kepenuhan Roh Kudus

Dalam bentuk Epub disertai ayat-ayat untuk Apple (Ibook) dan Android (Aplikasi Moonreader) :
1. Roh dan Firman
2. Roh Kudus : Bekerja di Balik Layar
3. KEILAHIAN ROH KUDUS


Berita Misi Sabat I Triwulan I 2017 dalam bentuk Pdf  silakan download pada judul :
1. Sabat 7 Januari Emas di Hati Mereka
2. Sabat 14 Januari  Kisah Tatiana
3. Sabat 21 Januari Kuasa Keteladanan
4. Sabat 28 Januari Berjalan di Taman
5. Sabat 4 Februari Sebuah Dunia Baru di Nowa Huta



Materi TEN DAYS OF PRAYER dalam bahasa Indonesia silakan download di SINI



* 14-20 Januari

KEILAHIAN ROH KUDUS

SABAT PETANG
Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Kis. 5:1-4; 1 Kor. 2:10, 11; Yes. 63:10-14; Trr. 3:4-6; Rm. 8:11; 1 Ptr. 1:2.

Ayat Hafalan: "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian" (2 Korintus 13:13).

Sepanjang catatan Alkitab, Keilahian Allah Bapa dianggap selalu ada. Kita dapat temukan kebenaran ini diekspresikan baik di dalam Perjan­jian Lama maupun Perjanjian Baru. Hal ini merupakan salah satu dari yang terpenting dan mendasar dari banyak kebenaran yang dinyatakan di da­lam Firman Allah.
Keilahian Yesus Kristus juga ditegaskan dalam berbagai tempat di Alkitab, khususnya di Perjanjian Baru, baik di dalam Injil maupun dalam berbagai su­rat rasul.
Namun, Keilahian Roh Kudus diajarkan di dalam istilah yang lebih halus. Hal ini dapat disimpulkan dari berbagai pernyataan Alkitabiah yang tidak lang­sung. Di sini kita perlu mempelajari dengan teliti dengan cara membandingkan tulisan yang satu dengan tulisan yang lain dalam Alkitab agar kita bisa mempe­roleh apa yang Allah sudah nyatakan di dalam Firman-Nya mengenai Roh Ku­dus. Dalam melakukan hal ini, kita tidak boleh menduga kurang dari apa yang Alkitab nyatakan, dan juga kita tidak boleh "melampaui yang ada tertulis" (1 Kor. 4:6). Topik ini memerlukan sikap kerendahan hati yang mau diajar; kita tidak boleh membuat cara berpikir kita mengenai Allah sebagai standar untuk bagaimana kita memahami Roh Kudus itu. Gantinya kita harus menerima dan menyaksikan apa yang Alkitab nyatakan, tidak peduli betapa sukarnya bebera­pa konsep yang harus kita pahami secara menyeluruh.
*Pelajari pelajaran sepekan ini untuk persiapan Sabat, 21. Januari.

Minggu 15 Januari Roh Kudus dan Allah

Alkitab tidak memberikan sebuah gambaran yang sistematis tentang Keila- hian Roh Kudus. Sebaliknya kita menemukan jejak yang menarik di mana para penulis Alkitab memperlakukan Roh Kudus sederajat dengan Allah. Ada beberapa ayat dalam Alkitab yang menunjukkan beberapa kegiatan ditujukan kepada Allah dan juga kepada Roh Kudus.

Bacalah Kisah Para Rasul 5:1-4. Apakah yang dapat kita simpulkan tentang Allah dan Roh Kudus dari kata-kata Petrus kepada Ananias?
Kisah Para Rasul 5:1-4
5:1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.

Jika Roh Kudus bukanlah Allah, maka dalam ayat ini l'etrus sudah berbicara dengan sangat sembrono dan memberikan tuntunan yang membahayakan. As­pek yang menarik dari sifat alamiah Roh Kudus adalah, di mana l'etrus menaruh Roh Kudus di dalam tingkat yang sama dengan Allah. Di ayat 3, l'etrus mena­nyakan Ananias mengapa dia berdusta kepada Roh Kudus, dan Petrus melan­jutkan pada bagian terakhir ayat 4: "Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." Dengan jelas Petrus menyamakan Roh Kudus dengan Allah.- Maksud Petrus adalah bahwa Ananias tidak hanya berdusta kepada rasul-rasul, tetapi kepada diri Allah sendiri. Berdusta kepada Roh Kudus adalah berdusta kepada Allah. Roh Kudus adalah Allah. Maksud ayat ini sangatlah jelas.
Mengapakah hukuman yang begitu keras diberikan untuk apa yang telah di­lakukan oleh kedua orang ini?
Kita harus mengingat bahwa umat percaya yang mula-mula di dalam kitab Kisah Para Rasul adalah "sehati dan sejiwa" (Kis. 4:32). Persatuan ini adalah sebuah hasil dari Roh Kudus dan inilah alasan mengapa mereka dengan tanpa paksaan dan ikhlas membagikan apa yang mereka miliki. Sehingga, berdusta da­lam hal membagikan adalah sebuah penolakan persatuan komunitas dan meng­ingkari Roh Kudus yang telah mendasari dan memampukan persatuan tersebut.
Inilah mengapa dusta Ananias dan istrinya memalsukan pekerjaan Ilahi dan kehadiran Roh Kudus dalam kelompok gereja mula-mula itu.' Ketidakjujuran terhadap Allah seperti itu merusak dan menjauhkan Roh Allah untuk bekerja se­cara efektif dalam kehidupan umat percaya. Allah menginginkan kita melayani Dia tanpa terbagi-bagi. Oleh karena komunitas iman yang sangat baru ini berada pada sebuah persimpangan yang sangat penting, Allah menggunakan konseku­ensi yang tegas untuk memastikan bahwa jemaat yang baru terbentuk ini akan bekerja dalam kesatuan dan kebenaran satu dengan lainnya dan mau dituntun oleh Roh-Nya.
Pikirkanlah betapa mudahnya bagi Ananias dan Salira membenarkan dosa mereka. Bahkan, bukankah kita telah menjual harta milik kita dan memberikan sebagian dari hasilnya ke gereja? Apakah masalahnya kalau kita ambil sedikit? Apakah yang seharusnya cerita ini katakan kepada kita tentang betapa kita perlu berhati-hati dalam membenarkan tindak­an kita?

SENIN 16 Januari  Sifat Keilahian Roh Kudus

Dalam beberapa ayat Roh Kudus digambarkan memiliki sifat-sifat Ila­hi. Sifat-sifat dan kegitan-kegiatan Roh Kudus apakah yang didaftarkan dalam ayat-ayat berikut ini, yang sifatnya hanya dapat disamakan de­ngan Allah?

1 Kor. 2:10, 11; bandingkan dengan
2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Yes. 40:13, 14
40:13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
40:14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

Mzm. 139:7
139:7. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Ibr. 9:14; bandingkan dengan
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

1 Tim. 6:16
6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Luk. 1:35;
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Rm. 15:19; bandingkan dengan
15:19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.

Mzm. 104:30
104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Dalam menguji hikmat Allah, Paulus membuktikan bahwa Roh Kuduslah yang membuat hikmat itu kita kenal. "Yang sama saling mengenal " adalah cara berpikir yang Paulus gunakan di dalam argumentasinya. Hanya seseorang yang sama seperti Allah yang mengetahui hal-hal yang tersembunyi mengenai Allah (1 Kor. 2:10, 11). Tidak ada yang mengenal Allah sama seperti Roh Ku­dus, karena Dia mengenal Allah dari dalam diri Allah sendiri. Dia mengenal dengan cara yang tidak diketahui oleh mereka yang berada di luar diri Allah. Roh Kudus sesungguhnya adalah Mahatahu.
Kehadiran Roh Kudus adalah kehadiran Allah. Jika saya tidak dapat mela­rikan diri ke tempat di mana tidak ada Roh Allah, Dia adalah Mahahadir (ban­dingkan dengan Mzm. 139:7).
Roh Kudus dinyatakan abadi (Ibr. 9:14). Menurut Alkitab, berapa banyak oknum yang kekal? Hanya Allah yang kekal (1 Tim 6:16). Jika Roh disebut kekal, maka Dia pasti adalah Allah.
Roh Kudus juga disebutkan sangat kuat atau berkuasa. Dalam Lukas 1:35 frasa "Roh Kudus" dan "kuasa Allah Yang Mahatinggi" berada dalam bentuk yang sama. Ayat ini merujuk pada sebuah mukjizat pertama yang terbesar, yai­tu mengandungnya seorang perawan. Di dalam Rm. 15:19, Rasul Paulus mem­perkenalkan bahwa pelayanannya ini dapat dicapai dengan "kuasa tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dan oleh kuasa Roh Kudus." Benarlah, Roh Kudus da­pat melakukan mukjizat Ilahi.
Yesus juga berkata bahwa hujatan terhadap Roh adalah dosa yang tidak da­pat diampuni (Mat. 12:31, 32; Mrk. 3:28, 29). Hal ini tidak dapat dipahami kecuali Roh Kudus itu adalah Ilahi.
Tetapi, mungkin pekerjaan Roh Kudus yang paling menakjubkan adalah kemampuan-Nya dalam mengubah hati dan pikiran manusia. Adalah Roh Ku­dus yang menyelesaikan sebuah kelahiran rohani yang baru (Yoh. 3:5-8). Dia memiliki kuasa untuk menyelesaikan sesuatu yang hanya Allah dapat lakukan.

SELASA 17 Januari Petunjuk-petunjuk Alkitabiah

Ada berbagai referensi terhadap Roh Kudus di dalam Alkitab yang dapat saling bertukar dengan referensi Allah.

Bacalah Yesaya 63:10-14 dan bandingkan dengan Bilangan 14:11 dan Ulangan 32:12. Kepada siapakah ayat-ayat ini dimaksudkan oleh penulis, dan apakah yang dikatakan tentang hal ini kepada kita mengenai Keilahian Roh Kudus?
Yesaya 63:10-14
63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
63:11 Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
63:12 yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;
63:13 yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,
63:14 seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.

Bilangan 14:11
14:11. TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!

Ulangan 32:12
32:12 demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

Di dalam Yesaya 63:10, orang-orang memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Namun, pada catatan yang serupa, seperti dalam Bilangan 14:11, ber­kala "Tuhan berfirman kepada Musa: 'Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku.'" Dan di dalam Ulangan 32:12, dikatakan kepada kita bahwa "Tuhan sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia." Sungguh-sungguh penulis Alki­tab di sini melihat Allah dan Roh Kudus berada pada tingkat yang sama atau sejajar satu dengan lainnya.
Dalam 2 Samuel 23:2, kita baca bahwa "Roh Tuhan berbicara dengan peran­taraanku" yang mana pernyataan sejajar di dalam ayat 3, berkata: "Allah Isra­el berfirman... kepadaku." Sekali lagi, kesimpulan dari kesejajaran Alkitabiah adalah bahwa Roh Kudus diyakini sama seperti Allah.

Bandingkan 1 Korintus 3:16, 17 dengan 1 Korintus 6:19, 20 dan ban­dingkan 1 Korintus 12:11 dengan 1 Korintus 12:28. Bagaimanakah refe­rensi terhadap Roh Kudus dan terhadap Allah digunakan saling bertukar dalam ayat-ayat ini? Apakah sifat Allah yang serupa dengan sifat Roh Kudus?
1 Korintus 3:16, 17
3:16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

1 Korintus 6:19, 20 
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

1 Korintus 12:11
12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.


1 Korintus 12:28
12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

Dalam 1 Korintus 3:16, 17, Paulus menggunakan bahasa yang sama dengan 1 Korintus 6:19,20. Bagi rasul Paulus, didiami Roh Kudus adalah didiami Al­lah. Dengan menyamakan ekspresi "Bait Suci Allah" dengan sebuah Bait Suci "Roh Kudus," Paulus menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah.
Di dalam 1 Korintus 12:11, Paulus menuliskan bahwa adalah Roh Kudus yang membagikan karunia rohani kepada setiap umat percaya. Beberapa ayat kemudian di dalam 1 Korintus 12:28, disebutkan bahwa adalah Allah yang me­lakukan hal tersebut. Pekabaran mendasar sangatlah jelas: Roh Kudus mela­kukan tindakan-tindakan yang sama dengan yang dilakukan Allah, bukti yang sangat kuat di mana Roh Kudus adalah sama derajatnya dengan Allah.

Baca kembali Bilangan 14:11. Dalam cara apakah yang mungkin dapat diterapkan kepada kita saat ini? Pikirkanlah tentang jalan-jalan luar bi­asa yang Allah kerjakan di dalam gereja kita. Pikirkanlah semua alasan yang Dia sudah berikan kepada kita agar kita percaya. Bagaimanakah kita dapat memastikan, kita tidak sedang melakukan apa yang telah di­buat oleh umat Allah ribuan tahun yang lalu?
Bilangan 14:11
14:11. TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!

Rabu 18 Januari   Pekerjaan Ilahi Roh Kudus

Roh Kudus melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang Alkitab anggap hanya Allah yang mengerjakannya. Roh aktif dalam pekerjaan Ilahi di waktu Penciptaan, dan Dia pun juga sama aktifnya di dalam Penciptaan Kembali yang dilakukan Allah untuk orang-orang berdosa.

Bacalah Titus 3:4-6. Bagaimanakah Paulus menggambarkan keterli­batan Roh Kudus di dalam proses penciptaan kembali?
Titus 3:4-6
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,

Roh Kudus disebutkan berdampingan dengan "Allah Juruselamat kita" (Ti­tus 3:4) dalam peristiwa pembasuhan kelahiran kembali (baptisan) dan pemba­ruan kerohanian kita (Titus 3:5). Dialah agen kelahiran baru kita. Dia memba­rui hati kita. Dia pun membangkitkan keinginan kita untuk mengikuti Kristus. Dialah Roh kehidupan (Rm. 8:2). Dia adalah Oknum yang menyucikan orang- orang berdosa dan mengubah tabiat mereka. Dia menolong kita untuk me­nuruti Yesus Kristus, yang menyelamatkan kita. Hanya pribadi yang Ilahilah yang dapat melakukan hal-hal luar biasa.

Bandingkan Yesaya 6:8-10 dengan Kis. 28:25-27. Kepada siapakah penulis-penulis Alkitab menghubungkan dengan pembicaraan Ilahi?
Yesaya 6:8-10 
6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
6:9. Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
6:10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh."

Kis. 28:25-27
28:25 Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: "Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya:
28:26 Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
28:27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.


Ada beberapa ayat dalam Alkitab yang pada satu sisi dikatakan Allahlah yang berbicara, sementara di sisi yang lain disebutkan oleh penulis Alkitab bahwa Roh Kuduslah yang berbicara. Adalah Roh Kudus yang secara supra natural menyampaikan Kitab Suci kepada kita (2 Ptr. 1:21), sesuatu yang di tempat lain disebutkan sebagai inspirasi milik Allah (2 Tim. 3:16). Memberi­kan Alkitab adalah sebuah pekerjaan Ilahi yang lain dari Roh Kudus.

Apakah yang Rm. 8:11 ajarkan kepada kita perihal Keilahian Roh Ku­dus?
Rm. 8:11
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus membangkitkan Yesus dari kemati- an dan juga akan membangkitkan kita melalui Roh Kudus. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk membangkitkan orang dari kematian. Jadi, Roh Kudus adalah Allah.

Perubahan apakah yang dapat Anda buat yang dapat menyebabkan di­rimu lebih terbuka terhadap tuntunan Roh Kudus? Kemudian, praktik- praktik apakah yang dapat menjaga dirimu agar Anda tetap jelas me­ngerti pimpinan-Nya dalam hidupmu?


Kamis 19 Januari  Pentingnya Keilahian Roh Kudus

Apakah yang akan hilang jika Roh Kudus bukanlah Allah? Jika Roh Ku­dus bukan sepenuhnya Allah, maka implikasi keselamatan dan penyembahan adalah serius. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Roh Kudus bertanggung jawab untuk pembaruan jiwa umat percaya. Dia tinggal di dalam mereka dan mengisi jiwa mereka. Dia membarui pikiran kita dan mengubah tabiat kita. Dia memiliki kuasa untuk membangkitkan. Dia membuat pengikut Kristus se­bagaimana Allah: Kudus. Jika Roh Kudus bukanlah Allah, bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa Dia dapat melakukan semua hal-hal ini dan melaku­kan semua itu dalam cara yang diterima oleh Allah?

Bacalah 1 Petrus 1:2; 2 Korintus 13:14; dan Matius 28:18, 19. Apakah yang dikatakan kepada kita tentang kenyataan bahwa Roh Kudus dise­butkan berdampingan dengan Allah Bapa dan Yesus Kristus, Anak Allah, di dalam baptisan dan di dalam doa berkat pada saat penyembahan dan ibadah kepada Allah?
1 Petrus 1:2;
1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

2 Korintus 13:14;  
13:14 (13-13) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Matius 28:18, 19
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Keilahian Roh Kudus menolong kita untuk berhubungan dengan Dia di da­lam cara yang tepat agar mengenal siapa Dia yang sebenarnya. Keilahian-Nya adalah awal bagi sebuah kerohanian yang berpusat pada Allah. Gereja Perjan­jian Lama tanpa malu-malu menyebutkan bahwa Roh Kudus berdampingan dengan Dua Anggota Keallahan yang lainnya. Roh Kudus menduduki tingkat dan posisi yang sama pada saat baptisan dilaksanakan sama seperti Bapa dan Anak. Baptisan memiliki makna kerohanian yang dalam dan adalah sebuah tata cara ibadah yang mendalam. Apa yang benar dalam tindakan baptisan ada­lah sama benarnya dengan doa berkat kerasulan. Adalah sebuah doa pemujaan di mana Roh Kudus di puji seperti pujian kepada Bapa dan Anak. Tiga Pribadi Keallahan ini disebutkan berdampingan dan dipercayai sederajat.
Dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus dinyatakan sebagai pribadi yang tepat disembah untuk peribadatan, tidak hanya di dalam baptisan dan doa berkat kerasulan, tetapi juga di dalam persyaratan yang konstan di mana kita bergan­tung pada-Nya untuk semua makanan rohani kita dan harus menurut kepada diri-Nya sebagai Guru dan yang menyucikan kehidupan kita. Apakah penting bahwa Roh Kudus itu Allah? Benar, sangat penting. Jika kita mengetahui sia­pa Dia sebenarnya, dan mengenal serta mengetahui Keilahian-Nya, maka kita akan menghormati pekerjaan-Nya dan bersandar pada-Nya untuk pertumbuh­an dan penyucian diri kita.

Pikirkanlah apa artinya Roh Kudus, Allah sendiri, sedang bekerja da­lam hidupmu. Janji-janji besar apakah yang ditemukan di sini untuk kita ketika mengetahui bahwa Allah yang sedang bekerja di dalam dirimu untuk mengubah Anda menjadi apa yang Anda bisa di dalam diri-Nya? Mengapakah ini menjadi sebuah kebenaran yang mengangkat dan meya­kinkan hati?

JUMAT 20 Januari

Pendalaman: Bacalah Ellen G. White, "'Penggambaran Keallahan yang Ke­liru," Mari Bersaksi, hlm. 656.
Seperti yang kita pelajari pada pekan ini, bukti Alkitabiah untuk Keilahian Roh Kudus sangatlah meyakinkan. Roh Kudus adalah Allah. Tetapi ingat: Da­lam memikirkan perihal Roh Kudus, kita sementara berhadapan dengan sebu­ah misteri Ilahi. Kita menekankan maksudnya: Sebagaimana kita tidak dapat menjelaskan Allah dan sifat-Nya dengan sepenuhnya, maka kita harus menolak cobaan untuk membuat pengertian manusia kita sebagai standar untuk bagaima­na Allah itu seharusnya. Kebenaran jauh di luar pengertian manusia, khususnya ketika kebenaran itu dihubungkan dengan sifat alami diri Allah sendiri.
Di saat yang sama, iman di dalam Keilahian Roh Kudus lebih daripada seka­dar menerima ajaran yang terbuka tentang Trinitas. Itu termasuk bersandar pada dan percaya dalam pekerjaan penyelamatan Allah seperti yang ditugaskan oleh Bapa dan diselesaikan oleh Anak di dalam kuasa Roh Kudus. "Tidaklah penting bagi kita untuk dapat mendefinisikan apa Roh Kudus itu.... Sifat Roh Kudus adalah suatu rahasia. Manusia tidak dapat menjelaskannya, sebab Tuhan belum menyatakan kepada mereka. Manusia mempunyai pandangan-pandangan penuh fantasi untuk menyatukan seluruh Kitab Suci sesuai dengan suatu pertimbangan manusia sendiri, tetapi penerimaan akan pandangan ini tidak akan menguatkan sidang. Mengenai rahasia seperti itu, yang terlalu dalam bagi pengertian manu­sia, berdiam adalah emas."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 43.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1.      Filsuf Autria, Ludwig Wittgenstein, pernah menulis: "Apa yang tidak dapat kita bicarakan harus kita lalui dengan diam." Walaupun mak­sudnya berbeda dari apa yang Ellen G. White tulis, namun prinsipnya tetaplah sama. Oleh karena itu mengapa jauh lebih baik berdiam ten­tang aspek mengenai Allah dan kebenaran-kebenaran rohani secara umum yang belum dinyatakan oleh inspirasi Roh Kudus?
2.      Kadangkala adalah sangat menolong bila merefleksikan pandangan teologi dengan menanyakan: "Apakah yang bisa hilang bila pandang­an tentang hal ini tidak benar?" Sebagai contoh: "Apakah yang dapat hilang bila Kristus bukanlah Allah?" Sehubungan dengan Roh Ku­dus, bisa juga ditanyakan: "Apakah yang bisa saja hilang bila Roh Kudus tidak sepenuhnya Allah?"
3.      Apakah yang dikatakan oleh kutipan berikut ini kepada kita pada tahap penerapan? "Roh Kudus, yang mengisi diri kita, bukanlah se­buah pengaruh yang samar-samar atau kekuatan mistis. Dia adalah Pribadi Ilahi, yang diterima dengan kerendahan hati, penghormatan, dan penurutan yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu bukanlah le­bih banyak pertanyaan tentang berapa banyak Dia kita miliki, tetapi Dia lebih memiliki kita—ya, semua ada bagi kita."—LeRoy Edwin Froom, The Coming of the Comforter), hlm. 159

PENUNTUN GURU
RINGKASAN PELAJARAN
·         Ayat Inti: 1 Petrus 1: 2
·         Anggota UKSS akan:
Mengetahui: Memahami realitas bahwa Roh Kudus adalah Ilahi, sama se­perti Bapa dan Anak adalah Ilahi.
Merasakan: Menghargai peranan Roh Kudus dalam meneiptakan kembali orang-orang percaya menurut gambar Ilahi dan dalam mengubah dia men­jadi serupa dengan Kristus.
Melakukan: Memutuskan untuk membiarkan kekuatan Ilahi Roh Kudus untuk mengubah hidupnya.
·         Garis Besar Pelajaran:
I.       Mengetahui: Kenalilah Makna Rohani Roh Kudus Sebagai
Anggota Ketuhanan.
A.       Adakah bukti Alkitab bahwa Roh Kudus adalah Ilahi?
B.        Mengapakah kebenaran Alkitab ini begitu penting? Implikasi apa­kah yang akan ada jika Roh Kudus tidak Ilahi seperti Bapa dan Anak?
A.       Bagaimanakah pemahaman tentang peranan Roh Kudus dalam pe­nebusan membuat perbedaan dalam kehidupan rohani Anda sen­diri?
B.        Mengapakah dosa Ananias dan Safira berbohong kepada Roh Ku­dus begitu serius? Mengapakah Anda berpikir bahwa hukuman Al­lah itu sangat keras?
A.       Mengapakah kisah Ananias dan Safira sangat penting bagi gere­ja hari ini?
B.        Bagaimanakah tindakan Roh Kudus sebagai pribadi ketiga dari Ketuhanan membuat perbedaan dalam kehidupan rohani kita se­hari-hari?
Ringkasan: Ketika kita memahami peranan Roh Kudus sebagai pribadi ke­tiga dari Ketuhanan, kita mampu lebih menghargai pelayanan-Nya dan bekerja sama dengan Dia dalam membuat pilihan positif untuk perubahan yang Dia tunjukkan dalam kehidupan kita sendiri. Memahami realitas Ketuhanan Roh Kudus menghasilkan suatu apresiasi yang tulus tentang siapa Dia dan suatu keinginan bagi-Nya untuk mengubahkan kita.

LANGKAH 1 - Memotivasi
Fokus Alkitab: 1 Korintus 6:19,20
Konsep Utama untuk Picktumuuman Rohani: Sama seperti Tabernakel di bumi adalah tempat tinggal untuk Shekinah kemuliaan Allah, tubuh kita adalah bait Roh Kudus, yang dirancang untuk mengungkapkan kemuliaan Tuhan me­lalui kehidupan yang saleh. Kebenaran yang menakjubkan dari Alkitab adalah bahwa Allah alam semesta ini rindu untuk tinggal di dalam hati kita melalui pribadi Roh Kudus.
Untuk Guru: Pelajaran pekan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang pelayanan Roh Kudus dalam kehidupan setiap orang Kristen. Pahami­lah bahwa Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Ketuhanan dengan atribut Bapa dan Anak membuat perbedaan besar dalam bagaimana kita berhubungan dengan peran Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus bukanlah kekuatan un­tuk digunakan. Dia bukanlah kekuatan untuk dicari. Dia adalah anggota Ilahi Ketuhanan kepada siapa kita membuka hati kita dan menyerahkan hidup kita. Kita tidak menggunakan Roh Kudus. Dialah yang menggunakan kita untuk bersaksi tentang kemuliaan Kristus yang disalibkan, yang bangkit, dan yang segera datang.
Sifat-sifat Allah adalah sifat-sifat Roh Kudus. Roh Kudus adalah Mahata­hu, Mahakuasa, Mahahadir, dan kekal (1 Kor. 2:10, 11; Mzm. 104:30; 139:7; Ibr. 9:14.). Untuk diisi dengan Roh adalah untuk diisi dengan kehadiran Allah. Berdiamnya Roh adalah berdiamnya kehadiran Bapa di dalam bait hati kita. Allahlah yang tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus-Nya.
Diskusi pembuka: Di seluruh Alkitab, Bapa, Anak, dan Roh Kudus dihu­bungkan dalam kesatuan yang tak terpisahkan (Mat. 8:18, 19; 1 Ptr. 1:2; 2 Kor. 13:14). Mereka bekerja sama dalam pekerjaan Penciptaan dan Penebusan. Dengan cara apakah pekerjaan mereka sama? Bagaimana pekerjaan mereka berbeda? Manakah dari tiga ini yang menonjol di era Perjanjian Lama? Sia­pa di antara mereka yang paling mencolok ditampilkan dalam keempat Injil? Mengapa? Yang manakah ada di garis terdepan dalam kitab Kisah Para Rasul?
Beberapa kalangan menyebut kitab Kisah Para Rasul, "Kisah Roh Kudus." Sepanjang kitab Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, Roh Kudus hadir se­bagai Pribadi Ketiga dari Ketuhanan, menginsafkan jiwa dari dosa, mendidik orang dalam kebenaran, bersaksi tentang Yesus, dan mengubahkan kehidupan. Menulis kepada Titus, rasul Paulus menyatakan bahwa kita diselamatkan "bu­kan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Titus 3:5). Adalah melalui Roh Kudus bahwa hati kita di­perbarui, hidup kita diubah, dan jiwa kita disegarkan.

Pertanyaan untuk Diskusi:
ü  Ketika Anda memikirkan tentang Roh Kudus, gagasan apakah yang segera datang kepada pikiran Anda? Berbagilah dengan kelas beberapa frase yang masuk pikiran Anda ketika Anda memikirkan Roh Kudus.
ü  Bagaimanakah pemahaman tentang Roh Kudus membuat perbedaan dalam hidup Anda? Apakah yang secara praktis pengetahuan ini membuat perbe­daan untuk kita?

·         LANGKAH 2 - Menyelidiki
Komentar Alkitab
Untuk Guru: Sepanjang Perjanjian Baru Roh Kudus digambarkan sebagai agen regenerasi Ilahi, yang menguduskan, yang mengubah hidup, dan yang memberi hidup (Tit. 3:5; 1 Ptr. 1:2; 2 Kor. 3: 6). Dalam Roma 8, Rasul Paulus berbicara tentang hidup dalam daging dan hidup dalam Roh. Hidup dalam da­ging adalah upaya sia-sia untuk menjalani kehidupan Kristen dengan kekuatan kita sendiri daripada di dalam kuasa Roh Kudus. Hidup dalam Roh adalah hidup yang menyerah kepada keinsafan dan tuntutan Roh Kudus. Adalah mati setiap hari bagi keinginan hati duniawi dan diperbarui oleh kasih karunia Roh Kudus yang menguduskan.
Penyaliban adalah kematian yang sangat menyakitkan. Penyaliban Kristus adalah pasti. Kristus mati untuk dosa-dosa kita, tetapi melalui Roh Kudus, kita mati terhadap dosa. Dosa tidak lagi suatu jalan hidup bagi hati yang bertobat. Kerinduan jiwa kita adalah untuk menyenangkan Yesus, dan keinginan ini di­capai melalui kekuatan yang menguduskan dari Roh Kudus.
I. Memahami Keilahian Roh Kudus
(Tinjau Kembali I Petrus 1:2 dan Roma 15:9 Bersama UKSS Anda.)
Apakah ciri-ciri Allah? Apakah yang membuat Allah itu, Allah? Pertama, Dia kekal. Dia tidak pernah memiliki awal dan tidak akan pernah memiliki ak­hir. Dia adalah "AKULAH'AKU" yang agung (Kel. 3:14). Dia adalah satu-sat­unya "yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang" (Why. 1:4). Kenya­taan bahwa Allah telah ada dari kekekalan membuatnya terpisah dari semua makhluk di alam semesta ini. la juga Mahatahu atau mengetahui semuanya (Dan 2:20-22). Tidak ada yang tidak diketahui Allah Yang Mahabijaksana itu. Pengetahuannya tidak terbatas atau sebagian. Dia Mahahadir dan Mahakuasa, juga. Kehadiran-Nya bisa dirasakan di mana-mana (Mazmur 139). Kekuasa­annya tidak terbatas. Dia adalah Allah yang kekal, Mahatahu, Mahakuasa, dan Mahahadir. Ide tentang makhluk masa depan yang "terbuka," di mana dalam beberapa hal Allah tidak bisa tahu sebelum terjadi, adalah asing bagi Alkitab.
Berikut adalah kebenaran yang menakjubkan. Kualitas yang sama yang di­kaitkan dengan Allah dalam Kitab Suci juga dikaitkan dengan Roh Kudus, Roh Kudus juga kekal (I br. 9:14). Dia Mahatahu, Mahakuasa, dan Mahahadir (7 Kor. 2:10, 11; Rm. 15:19; Mzm. 139:7). Bapa dan Anak yang hadir dengan kita, menyediakan semua sumber daya surga melalui pelayanan Roh Kudus.
Sebagai anak-anak Allah, kita telah dijanjikan kebijaksanaan dan kuasa Roh. Melalui Roh, kita memiliki jaminan hidup kekal dan harapan di balik kubur (Roma 8:12-17). Jika Roh Kudus tidak Ilahi, bagaimana Dia bisa mena­warkan kita kebijaksanaan ilahi, rahmat pengudusan, kekuatan mengubahkan hidup, dan harapan yang kekal? Jika Roh Kudus adalah kekuatan belaka, Dia pasti tidak bisa menawarkan kita jaminan hidup yang kekal. Sifat kekal Ketu­hanan adalah mutlak penting dalam pemahaman kita tentang pentingnya Roh Kudus bagi kehidupan Kristen.
Selidikilah bersama UKSS Anda implikasi praktis bahwa Roh Kudus adalah kekal, Mahatahu, Mahakuasa, dan Mahahadir. Apakah arti sifat-Nya dalam hi­dup sehari-hari orang Kristen?
Pertimbangkanlah Hai. Ini: Mengapa sifat Roh Kudus ini sangat penting dalam menghadapi godaan si jahat itu? Mengapa beberapa teolog menyatakan bahwa keyakinan dalam Roh Kudus adalah salah satu kebenaran yang paling disalahpahami dalam Alkitab dan bahwa jika kita memiliki pemahaman yang lebih baik dari siapa Dia dan bagaimana mengalami kekuatanNya yang meng­ubahkan hidup, cengkeraman dosa dari hidup kita akan hancur?
·         LANGKAH 3 - Mempraktikkan
Untuk Guru: Kita sering berjuang dengan sikap egois yang sama, kebiasa­an berbahaya yang sama, dan kecenderungan berdosa selama bertahun-tahun. Bantulah UKSS Anda untuk memahami kekuatan Roh Kudus sebagai Pribadi Ketiga dari Ketuhanan yang memperbarui, yang menguduskan, yang mengu­bah hidup.
Pertanyaan Penerapan:
ü  Bagaimanakah kita bisa mengalami kekuatan yang mengubah hidup dari Roh Kudus yang dijelaskan Kitab Suci?
ü  Apa sajakah hal-hal dalam hidup kita yang mengalihkan perhatian kita dan menjaga kita dari menikmati kepenuhan kuasa Roh Kudus?
ü  Apakah yang bisa kita lakukan sehubungan dengan gangguan ini? Apakah kunci kemenangan atas kebiasaan seumur hidup ini, sikap, dan perilaku yang tidak selaras dengan kehendak Tuhan?

·         LANGKAH 4 - Menciptakan
Untuk Guru: Pelajaran pekan ini dirancang khusus untuk membantu setiap anggota UKSS memahami kekuatan Ilahi dari Roh Kudus sebagai Pribadi Ke­tiga dari Keallahan. Bantulah anggota UKSS Anda untuk memahami dengan jelas kebenaran penting ini bagi kehidupan Kristen.
Aktivitas:
ü  Jika tersedia, sediakanlah pensil dan kartu indeks untuk setiap anggota ke­las. Mintalah mereka untuk menulis dalam satu kalimat apa yang paling sig­nifikan yang mereka pelajari di UKSS pekan ini.
ü  Sebagai dorongan untuk UKSS, mintalah anggota untuk membaca kalimat yang mereka tulis. Jika tidak ada undanglah anggota UKSS untuk berbagi pemikiran mereka dengan kelas bersama dengan kelasnya.







 _____________________________________________________________________





*7-13 Januari

Pelajaran 2



ROH KUDUS: BEKERJA DI BALIK LAYAR



SABAT PETANG

Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Yeh. 37:5, 9; Kej. 1:2; Ay. 26:13; Kel. 31:1-5; Yoh. 16:13,14; Gal 5:16-23.



Ayat Hafalan: "Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberita­kan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku" (Yohanes 16:14).


Dalam Alkitab, Roh Kudus tidaklah menerima perhatian yang menonjol sama seperti yang diterima oleh Bapa dan Anak. Walaupun demikian, Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Roh Kudus hadir pada setiap peristiwa penting sepanjang sejarah yang suci. Pada mulanya, pada saat Al­lah menciptakan dunia ini, Roh turut bekerja, tetapi lebih di belakang layar. Roh Kudussangatlah aktif dalam tugas inspirasi-Nya kepada nabi-nabi Allah, sehingga memainkan peranan penting dalam penulisan Firman Allah. Roh Ku­dus juga dilibatkan dalam inkarnasi Yesus Kristus di dalam kandungan Maria.

Namun demikian Roh Kudus bukanlah pusat dari catatan Alkitabiah, dan kita hanya sangat sedikit mengetahui tentang Dia. Roh Kudus tetap di bela­kang layar, oleh karena peran-Nya adalah untuk mendahulukan pekerjaan Se­seorang yang lain dalam Keallahan—Yesus Kristus, Anak Allah—dan untuk memberikan kemuliaan kepada Allah Bapa. Semua ini harus demikian agar manusia yang telah jatuh dapat diselamatkan dari kematian kekal yang telah dibawa dosa kepada mereka.

Dari kesaksian Alkitab, kita mempelajari bahwa Roh Kudus dengan rela dan penuh kasih menerima peran di belakang layar untuk menyokong, menolong, memelihara, dan memperlengkapi. Tidak masalah apakah itu pada saat pen- ciptaan atau penebusan atau misi Keallahan, Roh tidak ingin menjadi sorotan, terlepas dari peran-Nya yang sangat penting.

* Pelajari pelajaran sepekan ini untuk persiapan Sabat, 14 Januari.



Minggu 8 Januari   Sifat Roh yang Sukar Dipahami



Bacalah Yohanes 3:3-8 dan Yehezkiel 37:5, 9. Mengapakah angin merupakan sebuah gambaran yang tepat untuk pekerjaan Roh Kudus yang misterius?

Yohanes 3:3-8

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."



Yehezkiel 37:5, 9

37:5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

37:9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."





Dengan membandingkan tindakan-tindakan Roh Kudus seperti angin, Yesus menggambarkan sifat yang dimiliki Roh Kudus yang sukar dipahami. Perger- akan-angin memiliki kemisteriusan. Angin sukar diduga ketepatan dari mana ia datang dan ke mana ia pergi. Siapakah yang belum pernah diherankan oleh angin yang muncul tanpa diketahui dari mana dia datang?

Namun kita dapat belajar dengan pengenalan akan pergerakan dan pola an­gin itu. Dengan cara yang sama, Roh Kudus aktif di mana Ia mau. Tak seorang pun dapat mengendalikan Roh Kudus. Namun kita dapat merasakan keaktifan- Nya dan pekerjaan-Nya. Seperti angin, Roh Kudus tidak dapat dilihat tetapi dapat menjadi sangat berkuasa. Kita tentunya dapat merasakan angin dan se­ring melihat efek tiupannya, walaupun kita tidak dapat melihat angin terse­but. Dari siliran sampai tiupan topan yang mematikan, angin dapat menjadi sebuah kuasa yang luar biasa. Ketika Roh Kudus digambarkan seperti angin, pekerjaan-Nya dihubungkan dengan ide membawa kehidupan kepada orang mati. Kuasa yang dianggap bisa sampai pada kekuatannya yang tertinggi ini, adalah sesuatu yang hanya Allah dapat lakukan.

Bagaimana hal ini dipahami tetap menjadi sebuah misteri. Allah dan pekerjaan-pekerjaan-Nya melalui Roh Kudus adalah lebih besar daripada apa yang dapat dimengerti oleh kita, baik hal-hal duniawi maupun hal-hal yang suci.

Ini bukan berarti bahwa kita tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh Roh Kudus. Tetapi kita harus mengenal sikap yang tepat dalam berhu­bungan dengan segala misteri Ilahi yaitu kerendahan hati kita. Kerendahan hati menghargai kemahabesaran Allah dan mengenal keterbatasan kita sebagai ciptaan dan menerima kebutuhan kita akan wahyu Ilahi.

Ellen G. White dengan benar menyatakan: "Rahasia-rahasia Alkitab, yang begitu jauh dari argumen terhadapnya, yang berada di antara bukti-bukti yang paling kuat tentang ilham Ilahinya. Jika itu tidak berisi cerita tentang Allah selain dari apa yang dapat kita pahami; jika kebesaran dan keagungan-Nya dapat dijangkau oleh pikiran yang fana, maka Alkitab sekarang, tidak dapat mengandung bukti Keilahian yang tidak bisa salah."—Membina Pendidikan Sejati, hlm. 156.



Apakah kekuatan-kekuatan alam yang tidak dapat dilihat yang da­pat memengaruhi kehidupan kita? Apakah yang seharusnya hal tersebut ajarkan kepada kita tentang kenyataan pengaruh nyata yang tidak terli­hat tetapi sangat kuat memengaruhi dunia kita?



senin 9 Januari Roh Kudus pada Saat Penciptaan



Pekerjaan utama Allah yang pertama di planet ini adalah penciptaan. Den­gan jelas Alkitab menyebutkan Allah (Kej. 1:1) dan Yesus Kristus (Kol 1:16, 17) sebagai Pencipta langit dan bumi dan semua yang diciptakan (Yoh. 1:1-3). Tetapi, Alkitab juga menyebutkan kehadiran Roh Kudus di dalam pekerjaan Penciptaan.



Bacalah Kejadian 1:2; Ayub 26:13; 33:4; Mazmur 33:6; 104:29, 30. Apakah peran Roh Kudus pada saat Penciptaan? Bagaimanakah Roh Al­lah dihubungkan dengan penciptaan kehidupan?

Kejadian 1:2;

1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.



Ayub 26:13; 33:4;

26:13 Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas.

33:4 Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.



Mazmur 33:6; 104:29, 30

33:6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.

104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.

104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.





Kisah Penciptaan dalam Kejadian 1:2 menyebutkan kehadiran Roh Allah pada saat penciptaan. Ayub 26:13; 33:4, Mazmur 104:29, 30, dan 33:6 me­nyokong peran aktif Roh Kudus pada saat Penciptaan bumi yang supra alami. Sementara Alkitab jelas menyebutkan Allah Bapa dan Anak-Nya yang Ilahi, Yesus Kristus, aktif di dalam penciptaan (lihat Yes. 64:8: Kol 1:16, 17), Roh Kudus juga turut hadir, walau dengan cara yang hampir tidak kelihatan-;

Roh Kudus tidak muncul sebagai pemeran utama dalam kisah Penciptaan. Gantinya, Ia "melayang-layang" di atas kekosongan, dan melalui pergerakan- Nya Dia hadir pada permulaan kehidupan bumi ini. Kata Ibrani untuk "me­layang-layang" (merahepeth), di atas permukaan bumi yang digunakan dalam Kejadian 1:2 adalah sama dengan yang digunakan di dalam Ulangan 32:11, di mana Allah dibandingkan dengan seekor rajawali yang melayang di atas sa­rang anak-anaknya. Roh Kudus sunguh-sungguh terlibat pada saat penciptaan kehidupan bumi ini dan turut memelihara ciptaan yang baru tersebut seperti yang dilakukan oleh seekor rajawali terhadap sarangnya. Mazmur 104:20 me­nyatakan bahwa tindakan Penciptaan hanya dapat terlaksana melalui pekerjaan Roh Kudus dan Dia berperan aktif selama proses penciptaan tersebut.



Roh Kudus tidak hanya hadir pada saat Penciptaan bumi ini, Dia juga aktif di dalam proses penciptaan kembali, di mana Dia memberikan kita sebuah hati yang baru dan pikiran yang baru. Bagaimanakah kedua ak­tivitas Roh ini dihubungkan satu dengan lainnya? Bagaimanakah Sabat menyatakan kepada kita tentang pekerjaan Penciptaan dan penciptaan kembali?



selasa 10 Januari Roh Kudus dan Bait Suci



"Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka" (Kel. 25:8).

Sesudah peristiwa Penciptaan, rencana Allah akan keselamatan menjadi hal yang terutama di dalam Alkitab. Dalam dunia yang telah jatuh, apakah kebaik­an yang dimiliki Penciptaan bila tidak ada Penebusan? Sebagai orang berdosa, kita bukan hanya memerlukan seorang Pencipta tetapi juga seorang Penebus. Betapa seharusnya kita berterima kasih bahwa kita memiliki Penebus itu, Ye­sus Kristus. Tanpa Dia, kita tidak memiliki pengharapan di atas dunia yang tidak mampu memberikan apa pun kepada kita.

Dalam Perjanjian Lama, Bait Suci dan upacara-upacaranya mengilustrasi­kan pengampunan Allah terhadap dosa dan membayangkan pekerjaan Yesus, Penebus kita. Di Bait Suci inilah rencana.penebusan dinyatakan kepada orang Israel kuno (Ibr. 4:2). Sementara banyak pelayanan Bait Suci menunjukkan Yesus dan kematian-Nya untuk pengampunan dosa, Roh Kudus digambarkan terlibat aktif dengan memampukan orang-orang tertentu untuk membangun Bait Suci menurut gambar Allah yang telah dinyatakan kepada Musa.



Bacalah Keluaran 31:1-5. Bagaimanakah Roh Kudus terlibat dalam pembangunan Bait Suci? Bagaimanakah Roh Kudus menolong mereka yang mendirikan tempat tinggal Allah?

Keluaran 31:1-5

31:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

31:2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,

31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

31:4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga;

31:5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan.



Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Roh Kudus juga turut hadir dalam pembangunan Bait Suci, tempat yang menjadi pusat di mana rekonsiliasi anta­ra Allah dan manusia dilakukan dan di mana Allah yang kudus bertemu orang- orang berdosa. Aliahlah yang menyampaikan kepada Musa rencana-Nya untuk membangun Bait Suci di bumi sesuai dengan yang asli di surga (Kel. 25:9, 40).

Bait Suci di bumi adalah pola Allah untuk menggambarkan rencana kesela- matan-Nya. Allah akan tinggal di tengah umat-Nya dengan cara yang istimewa, dan Ia akan melaksanakan-Nya di dalam Bait Suci, yang telah la perintahkan untuk mereka dirikan. Dan adalah pekerjaan Roh Kudus untuk memampukan manusia untuk menyelesaikannya dengan keahlian seni dan keindahan apa yang telah Allah perintahkan untuk mereka lakukan. Tanpa bantuan Roh Ku­dus, orang Israel tidak mampu menyelesaikan keahlian yang penuh seni ini.



Dengan mempertimbangkan kuasa yang dimiliki Roh Kudus, pastilah Dia tidak membutuhkan bantuan manusia dalam membangun Bait Suci. Namun Dia memampukan orang lain untuk melakukannya dengan ke­ahlian dan keindahan. Bagaimana dan di manakah Anda dapat memberi semangat dan mendorong orang lain untuk menggunakan talenta mereka bagi kerajaan Allah yang akan datang sampai kepada kemuliaan-Nya?

RABU 11 Januari Roh Kudus dalam Memuliakan Yesus Kristus

Roh Kudus aktif sepanjang zaman Perjanjian Lama, walaupun tidak tampak bahwa pekerjaan-Nya sama luasnya dengan yang tertulis dalam Perjanjian Baru. Dengan kedatangan Yesus, Mesias yang dijanjikan, pelayanan Roh Kudus lebih diperhebat, dan Roh Kudus juga memberikan karunia-Nya kepada semua orang percaya. Sementara Perjanjian Baru menyatakan kepada kita bahwa Roh Kudus aktif dengan begitu banyak cara yang berbeda dalam keterlibatan-Nya kepada kehidupan kerohanian kita, namun pekerjaan-Nya yang paling penting adalah memuliakan Yesus Kristus.



Bacalah Yohanes 16:13,14 dan 15:26. Apakah yang Yesus katakan peri­hal pekerjaan Roh Kudus? Bagaimanakah semua pekerjaan Roh Kudus yang lain dihubungkan dengan pekerjaan utama ini?

Yohanes 16:13,14 dan 15:26

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.



15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.



Yesus berkata bahwa Roh Kudus berbicara bukan tentang diri-Nya sendiri, te­tapi mengenai Yesus. Pekerjaan-Nya adalah untuk mengangkat pekerjaan pene­busan Yesus. Roh Kudus menaruh diri-Nya terus di belakang layar dan menga­rahkan lampu sorot itu kepada Yesus. Adalah tepat dikatakan bahwa "pekabaran Roh Kudus kepada kita tidak pernah 'lihat padaku; dengar aku; datang padaku; cari tahu tentang aku' tetapi selalu 'lihat pada-Nya, dan lihatlah kemuliaan-Nya; dengarkanlah Dia, dan dengarkan firman-Nya; pergi pada-Nya, dan milikilah hidup; cari tahu tentang diri-Nya, dan rasakan karunia sukacita dan kedamaian.' Roh Kudus, boleh kita katakan, sebagai pencari jodoh, perantara pernikahan surgawi, yang berperan membawa kita daii Kristus bersama dan memastikan bahwa kita dan Kristus tinggal bersama-sama."—J. I. Packer, Keep in Step With the Spirit: Finding Fullness in Our Walk with God, edisi telah direvisi (Grand Rapids: Baker Books, 2005), hlm. 57, 58.

Ini sangatlah penting. Segala penekanan terhadap pekerjaan Roh Kudus yang menjauh dari Pribadi dan pekerjaan Yesus Kristus bukan dari Roh Kudus. Bagai­mana pun pentingnya Roh Kudus dalam kehidupan rohani kita, Dia tidak pernah menggantikan tempat yang seharusnya ada dalam pikiran kita dan bagi kesela­matan yaitu Yesus Kristus. Di mana saja Yesus dimuliakan, Roh Kudus terlibat dalam pekerjaan itu. Inilah sebabnya mengapa kita disebut orang Kristen, yaitu pengikut Kristus (bandingkan dengan Kis. 11:26), "Pnevmians," yaitu pengikut Roh (lihat Graham A. Cole, He Who Gives Life: The Doctrine of the Holy Spirit [Wheaton, III.: Crossways Books, 2007], hlm. 284).



Mengapakah sangatlah penting bagi kita untuk mengangkat Tuhan yang telah bangkit dalam semua hal yang kita kerjakan? Lagi pula, pikir­kan apa yang Yesus sudah lakukan bagi kita. Kita berutang segala sesua­tu kepada-Nya. Bagaimanakah cara kita menunjukkan terima kasih kita kepada-Nya (lihat, sebagai contoh, 2 Tes. 1:11, 12)?



kamis 12 Januari    Roh Kudus dan Kristus



Roh Kudus berpengaruh dalam inkarnasi Yesus (Luk. 1:34). Dia mengurapi Yesus bagi misi Yesus (Luk, 3:21, 22). Pengurapan Yesus mengenakan diri- Nya dengan kuasa untuk memenuhi misi penyelamatan-Nya dan memam­pukan diri-Nya untuk mengurapi murid-murid-Nya dengan Roh Kudus. Roh Kudus menuntun dan menopang Yesus pada saat pencobaan-Nya (Mrk. 1:12; Mat. 4:1; Luk. 4:1, 2, 14) agar Yesus "dapat menolong mereka yang dicobai." (Ibr. 2:18; bandingkan dengan 4:15, 16). Roh Kudus memampukan Yesus un­tuk pekerjaan penebusan ini (lbr. 9:14) dan membuat kebangkitan Yesus terja­di (1 Ptr. 3:18). Dalam semua peristiwa ini Roh Kudus tetap di belakang layar dan menolong membawa Yesus Kristus menjadi seorang yang terkemuka.



Bacalah Lukas 24:44-49; Galatia 5:16-23; dan Efesus 4:23, 24. Apakah yang dapat kita pelajari mengenai pekerjaan Roh Kudus di ayat-ayat ter­sebut? Bagaimanakah Roh Kudus memuliakan Yesus?

Lukas 24:44-49;

24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."



Galatia 5:16-23;

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.



Efesus 4:23, 24

4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.



Roh Kudus memuliakan Yesus paling sedikit dalam cara-cara yang berikut ini:

1.   Dengan mengajarkan tentang Dia di dalam Kitab Suci dengan cara yang dapat dipercaya dan benar. Tidak satu pun dari apa yang kita mau ketahui ten­tang Kristus dan keselamatan-Nya yang hilang atau salah gambaran. Semua­nya ada di dalam Firman Tuhan, jika kita mau membacanya dengan iman dan penyerahan.

2.   Dengan menarik pria dan wanita ke dalam sebuah hubungan yang me­nyelamatkan bersama Yesus Kristus. Roh Kudus dengan lembut bekerja di hati dan pikiran setiap orang. Dia memberikan kepada mereka pengertian agar me­reka dapat mengerti hal-hal rohani dan agar mereka mau untuk menaruh ke­percayaan mereka kepada Yesus Kristus dan menerima Dia sebagai Pemimpin dan Penebus mereka.

3.   Dengan menghasilkan tabiat Kristus di dalam diri kita. Jadi Roh Kudus menghidupkan kebaikan seperti Kristus di dalam kehidupan (Gal 5:22, 23). Melalui darah Yesus kita diberikan kemenangan atas dosa (bandingkan Wahyu 12:11) dan Roh Kudus memampukan kita untuk berjalan dalam kesetiaan ke­pada hukum-hukum Allah.

4.   Dengan memampukan kita untuk menghidupkan kehidupan seperti Kris­tus, menyangkal diri, dan mengasihi dengan melayani kepada orang lain. Roh kudus memanggil pria dan wanita ke dalam garis pekerjaan khusus bagi Al­lah dan memampukan kita untuk menjangkau orang lain di dalam Roh Kristus yang menarik.



Bagaimanakah pekerjaan untuk menghasilkan tabiat Kristus di dalam kehidupan kita membawa kemuliaan kepada Bapa?



jumat 13 Januari



Pendalaman: Tidak dapat dibantah, pekerjaan Roh Kudus sangatlah pen­ting bagi perjalanan kita bersama Tuhan. Kita mungkin tidak dapat melihat Dia bekerja, tetapi kita dapat melihat pengaruh pekerjaan-Nya dalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain. Jika kehidupanmu telah berubah melalui iman dalam Yesus, itu dapat terjadi hanya melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hidupmu. "Meskipun angin itu sendiri tidak kelihatan, ditimbulkannya akibat- akibat yang tampak dan terasa. Demikianlah pekerjaan Roh itu di dalam jiwa akan menyatakan dirinya sendiri dalam setiap laku orang yang telah mera­sakan kuasanya yang menyelamatkan itu. Apabila Roh Allah sudah memiliki hati, maka kehidupan pun diubahkannya. Segala pikiran yang penuh dosa di­buang jauh, segala perbuatan jahat ditinggalkan; kasih, kerendahan hati, dan damai menggantikan amarah, iri hati, dan perselisihan. Sukacita menggantikan dukacita, dan wajah memantulkan cahaya surga."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 173. Ini semua adalah janji yang indah, dan begitu banyak jiwa yang tidak bisa disebutkan telah membuktikan betapa nyatanya hal ter­sebut. Tetapi pekerjaan Roh Kudus bukanlah secara instan. Kita tidak secara otomatis menjadi orang-orang yang kita mau. Sebuah kehidupan yang beriman dan tunduk kepada Tuhan adalah kehidupan yang bergumul, berserah, dan ber­tobat ketika kita gagal. Roh Kudus adalah agen Ilahi yang bekerja di dalam kehidupan kita untuk membuat kita menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Ini pun adalah pekerjaan seumur hidup. Walaupun kesalahan dan kelemahan kita mendorong kita kepada penyerahan yang lebih besar kepada Tuhan kita, kita tidak boleh membiarkan si jahat menggunakan hal-hal itu untuk melemahkan kita di dalam kehidupan kekristenan kita, yang mana dia selalu mau buat itu kepada kita. Ketika tergoda dengan dosa kita, kita harus selalu ingat kematian Yesus untuk kebaikan orang berdosa. Sangatlah tepat karena kita adalah manu­sia berdosa, dan orang berdosa membutuhkan kasih karunia, Yesus mati bagi kita dan memberikan kita anugerah tersebut.



Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

1.     Apakah yang dapat diajarkan oleh teladan Roh Kudus mengenai me­layani di belakang layar? Yaitu melakukan pekerjaan Tuhan dengan cara di mana orang lain tidak mengetahui tentang Anda, melihat, atau bahkan tidak menghargai dirimu?

2.     Bagaimanakah Roh Kudus mengangkat Yesus dan menaruh Dia seba­gai pusat perhatian? Bagaimanakah Anda dapat mengangkat Yesus tanpa menaruh diri Anda sendiri sebagai pusat perhatian? Mengapa­kah kadangkala hal ini sukar dilakukan? Bagaimanakah dapat kita memerangi kecenderungan alamiah untuk mempromosikan diri sen­diri?



PENUNTUN GURU

Ringkasan Pelajaran

·         Ayat Inti: Yohanes 3:3-8

·         Anggota UKS S akan:

Mengetahui:A Menerima bahwa Roh Kudus sedang bekerja dengan kuat di dunia ini dan di dalam kehidupan pria dan wanita, meskipun mereka tidak dapat sepenuhnya melihat dan meAmahami cara-Nya.

Merasakan: Kembangkanlah setiap hari perasaan keterbukaan terhadap pelayanan Roh Kudus dalam hidup seseorang.

Melakukan: Serahkanlah kepada bimbingan, keyakinan, dan petunjuk dari Roh Kudus dalam kehidupan sehari-harinya.

·         Garis Besar Pelajaran:

I.          Mengetahui: Memahami Peran Roh Kudus di Belakang Layar

A.        Mengapakah Yesus menggunakan simbol angin untuk menggam­barkan pekerjaan Roh Kudus dalam diskusi-Nya dengan Nikode- mus?

B.        Bagaimanakah pekerjaan Roh Kudus adalah sebuah misteri Ilahi?

II.      Merasakan: Penciptaan dan Penebusan

A. Bagaimanakah perasaan Anda mengetahui bahwa kekuatan yang sama dari Roh Kudus yang membawa dunia ini ke dalam kebera­daannya tersedia bagi kita sekarang untuk menciptakan kehidupan kita menurut gambar-Nya?


A.        Salah satu fungsi utama Roh Kudus adalah untuk memuliakan Al­lah. Apakah arti untuk memuliakan Tuhan, dan bagaimanakah ki­ta dapat membuat kemuliaan Allah menjadi pusat kehidupan kita?

B.        Bagaimanakah pelayanan Roh Kudus di balik layar, yang selalu "memberi kesaksian" Yesus, menyediakan teladan kerendahan ha­ti untuk masing-masing dari kita hari ini?

Ringkasan: Ketika kita merespons dorongan Roh Kudus dan mengizinkan Dia untuk mengendalikan kehidupan kita sepenuhnya, kita akan memuliakan Yesus dalam semua yang kita lakukan dan akan mengungkapkan buah Roh dalam hubungan sehari-hari kita dengan orang lain.

·         LANGKAH 1 - Memotivasi Fokus Alkitab: Yohanes 3:3-8

Konsep Utama untuk Pertumbuhan Rohani: Peran Roh Kudus dalam Al­kitab adalah penting. Dia adalah Guru kita, Pemandu kita, dan Instruktur kita. Dia menginsafkan kita akan dosa dan mengungkapkan jalan kebenaran. Dia memberikan kita kekuatan untuk menang dan kekuatan untuk menolak goda­an. Perannya adalah untuk meninggikan Yesus dan memuliakan Juruselamat dan memimpin kita untuk melakukan hal yang sama dalam hidup kita sendiri.

Untuk Guru: Pelajaran pekan ini terutama menyoroti pelayanan Roh Ku­dus dalam Penciptaan dan Penebusan. Roh Kudus berpartisipasi dengan Bapa dan Anak sejak awal pada saat penciptaan (Kej. 1:2; Mzm. 33:4; dan Mzm. 104:29, 30.). Pemazmur menyatakan, "Engkau memancarkan Rohmu, [dan] mereka diciptakan" (Mzm. 104:30). Roh membawa kehidupan kepada semua makhluk hidup. Roh Kudus memainkan peran penting dalam penciptaan bumi ini, dan Dia juga memainkan peran penting di salib dalam Penebusan seluruh umat manusia. Roh Kudus mendukung dan memperkuat Yesus melalui seluruh hidup-Nya. Dia memimpin kelahiran Juruselamat, memandu seluruh pelayan- an-Nya, datang kepada-Nya di kayu salib, menunggui-Nya saat kebangkitan- Nya, dan menyertai-Nya pada kenaikan-Nya.

Tekankanlah bahwa tanpa pelayanan Roh Kudus, kita tidak bernyawa, tidak berdaya, dan mati secara rohani. Kita mungkin memiliki "bentuk kesalehan" tetapi, pada kenyataannya, hanya cangkang kerohanian yang kosong. Roh Ku­duslah yang menghembuskan kehidupan Allah dalam jiwa kita, bersaksi ten­tang Kristus, dan meninggikan Dia dalam hidup kita.

Diskusi pembuka: Nikodemus datang kepada Yesus pada malam hari. Kita tidak perlu menghukum dia karena datang dalam kegelapan. Ini adalah sebuah keajaiban bahwa dia datang. Fakta bahwa ia datang merupakan indikasi dari gerakan Roh Kudus ke dalam hatinya. Jika Anda adalah Nikodemus dan bisa membuat satu permintaan dari Yesus, apakah kira-kira itu? Mengapakah Anda berpikir Nikodemus datang kepada Yesus pada tempat utama? Apakah yang dia benar-benar sedang cari?

Pertanyaan untuk Diskusi:

ü  Apakah yang Anda pikirkan yang mendorong Nikodemus datang kepada Yesus?

ü  Mengapakah Anda berpikir bahwa Yesus menggunakan simbol angin de­ngan Nikodemus?

ü  Bagaimanakah simbol angin dibandingkan dengan "Roh Allah... melayang di atas" atau bertiup di perairan dalam Kejadian 1:2?

ü  Apakah yang diindikasikan oleh angin? Mengapakah simbol ini menggem­birakan kita masing-masing?



·         LANGKAH 2 - Menyelidiki

Untuk Guru: Dahulu Roh Kudus mengilhami penulis Alkitab. Hari ini Dia                                      ,

mengilhami kita sementara kita membaca firman yang diilhamkan. Roh Kudus hadir dengan kekuatan kuasa-Nya pada saat penciptaan. Sekarang, melalui ku­asa yang sama, Dia mengerjakan keajaiban penciptaan kembali dalam hidup kita. Roh Kudus menguatkan Yesus menghadapi godaan Iblis. Sekarang Dia menguatkan kita untuk menghadapi godaan-godaan yang sama. Roh Kudus mendorong Yesus dengan harapan kebangkitan saat Ia menghadapi kematian, dan Dia mendorong kita dengan harapan kebangkitan saat kita menghadapi akhir hidup kita. Roh Kudus memberi kita jaminan bahwa kita adalah anak- anak Allah dan menempatkan dalam hati kita jaminan ilahi atau jaminan hidup kekal melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.

Komentar Alkitab

I. Buah Roh

(Tinjau Kembali Galatia 5: 16-24 Bersama UKSS Anda.)

Ayat-ayat dari Galatia 5:16-24 adalah beberapa ayat yang paling kuat da­lam Perjanjian Baru. Berikut ini Rasul Paulus mengontraskan hidup dalam daging dengan hidup dalam Roh. Ungkapan "Hidup dalam roh" (ayat 16) se­cara sederhana berarti hidup selaras dengan cita-cita rohani melalui kuasa Roh Kudus. Ini berarti mengizinkan nilai-nilai surgawi untuk membimbing hidup Anda. Ini berarti mengisi pikiran Anda dengan prinsip kekal. Hal ini termasuk memenuhi pikiran Anda dengan Firman yang memberi hidup. Dan itu terma­suk membiarkan prinsip-prinsip Alkitab untuk membimbing semua yarig Anda lakukan.

Berbeda dengan hidup dalam Roh Kudus, Paulus menggambarkan kehidup-                                    :

an di dalam daging—kehidupan yang dikuasai oleh kegemaran, keinginan, dan nafsu duniawi. Seseorang yang menjalani hidup dalam daging adalah salah satu yang setiap hari akan menyerah terhadap keinginan hati alamiah. Salah satu yang hidupnya akan didominasi oleh perbuatan daging—seperti pikiran penuh nafsu; marah, roh yang pahit; pola pikir iri; atau kehidupan yang kurang menguasai diri—hidup dalam kekuatannya sendiri daripada hidup dalam kua­sa Roh. Bertentangan dengan mereka yang diperbudak oleh nafsu kedagingan, ada orang-orang yang menyerah kepada, dan dikendalikan oleh, Roh Kudus. Kehidupan mereka mengungkapkan buah Roh, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, panjang sabar, dan pengendalian diri.

Betapa kontrasnya! Bagaimanakah bisa dua kehidupan lebih nyata berbeda?

Apakah yang memungkinkan seseorang untuk berjalan di dalam sukacita Roh Kudus sementara yang lain menyerah kepada nafsu daging? Nasihat Kristus kepada Nikodemus mengungkapkan jawabannya: Dipenuhi, atau kekurang­an, Roh Kudus. Angin, atau napas, Roh Kudus mengubah hidup (Yoh. 3:3-8). Kita menemukan indikator pekerjaan Roh Kudus yang kuat di seluruh Alkitab. Kuasa Roh Kudus yang sama yang membawa dunia menjadi tersedia bagi kita hari ini. Roh Kudus yang sama, yang meniupkan kehidupan ke lembah Yehez- kiel ke tulang kering, menyebabkan tentara perkasa untuk berdiri di atas kaki­nya, tersedia bagi kita hari ini (Yeh. 37). Roh Kudus yang sama yang menguat­kan Yesus selama hidup-Nya di dunia ini tersedia bagi kita hari ini. Roh Kudus inilah yang melakukan keajaiban anugerah Ilahi dalam hati orang percaya agar kita menjadi "ciptaan baru" dalam Kristus (2 Kor. 5:17).

Ellen G. White menulis kata-kata mendalam untuk seorang misionaris: "Menghargai kenyataan bahwa Allah adalah efisiensi kita. Kita tidak mengi­ngat hal ini, dan karenanya kita kehilangan banyak pengalaman yang bersifat keagamaan. Kita mengupayakan diri di tempat yang sedang dikerjakan dengan kuasa Roh Kudus."—7estimoni.es to Southern Africa, hlm. 81. Sama seperti penciptaan tidak terjadi sendiri melalui beberapa proses evolusi, penciptaan kembali tidak terjadi sendiri melalui beberapa proses karya atau kegiatan ma­nusia. Ini adalah pekerjaan dari kuasa Roh Kudus dalam diri kita yang mengu­bah kita ke dalam gambar Kristus.

Pertanyaan Diskusi:

ü  Apakah artinya hidup dalam Roh? Bagaimanakah bisa kita masing-ma- sing menjadi lebih sensitif terhadap pekerjaan Roh Kudus dalam kehidup­an kita sendiri? Mengapakah mungkin untuk memiliki kelemahan dalam karakter kita?

ü  Apakah pekerjaan yang mungkin Tuhan ingin lakukan dalam hidup kita na­mun kita belum mengenalinya?

ü  Apakah hal lain yang dapat dilihat orang lain tentang kita bahwa kita tidak melihatnya? Bagaimanakah Roh Kudus menggunakan hal ini untuk meya­kinkan kita beberapa kelemahan dalam karakter kita sendiri?



·         LANGKAH 3 - Mempraktikkan

Untuk Guru: Roh Kudus memberi kesaksian atau memuliakan Yesus dan tidak pernah mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri. Diskusikan bersama UKSS Anda bagaimana atribut Roh Kudus ini akan memecahkan sebagian be­sar konflik gereja dalam jumlah waktu yang sangat singkat.

Pertanyaan Pemikiran:

ü  Bagaimanakah kita bisa memupuk keterbukaan terhadap pekerjaan Roh Ku­dus dalam kehidupan kita sendiri?

ü  Bagaimanakah kita bisa lebih peka terhadap hal-hal yang Roh Kudus upa­yakan untuk dinyatakan ke pada kita?



·         LANGKAH 4 - Menciptakan

Untuk Guru: Sama seperti Roh Kudus memenuhi kehidupan Yesus dengan kuasa Ilahi, Dia rindu untuk mengisi setiap kehidupan kita dengan kuasa-Nya. Tanpa kuasa Roh Kudus, kita akan terjebak dengan kegagalan dalam kehidup­an Kekristenan. Kita lebih memungkinkan bisa menciptakan dunia mencipta­kan kembali daripada menciptakan hati kita. Kita tidak lebih bisa menghem­buskan kehidupan ke dalam jiwa-jiwa yang mati daripada Yehezkiel kepada lembah tulang-tulang kering. Sama seperti Maria tidak bisa mengandung Kris­tus tanpa bantuan Roh Kudus, kita tidak bisa mengandung hidup baru di dalam hati yang gersang tanpa Roh Kristus.



Aktivitas:

ü  Undang UKSS Anda untuk menghabiskan beberapa saat membaca daftar

perbuatan daging dan Buah Roh dalam Galatia 5.

ü  Doronglah anggota UKSS untuk memeriksa hati mereka sehubungan dengan daftar ini, mintalah Roh Kudus untuk menggunakan mereka dengan buah Roh. 0 Mintalah anggota UKSS untuk merenungkan karakter mereka yang ditun­jukkan dari daftar perbuatan daging.

ü  Mintalah mereka untuk berdoa dalam hati pada akhir diskusi, mintalah buah Roh untuk menggantikan perbuatan daging dalam hati mereka masing-masing.




_________________________________________________________________________________





ROH DAN FIRMAN
Ayat Hafalan: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang ber­manfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk mem­perbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. De­ngan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2 Timotius 3:16,17).
Alkitab mengatakan hal ini tentang dirinya sendiri: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menya­takan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik"
(2 Tim. 3:16, 17).

Alkitab mengge­napi peran ini oleh karena itu adalah Firman Allah, dinyatakan kepada manu­sia melalui pekerjaan Roh Kudus. Di dalam Alkitab, Roh Kudus menyatakan kehendak Allah bagi kita, menunjukkan kita bagaimana cara menghidupkan kehidupan yang menyenangkan Tuhan.
Tetapi Roh Kudus bukan hanya berperan di masa lalu yang jauh, yaitu pada permulaan Alkitab. Roh juga terlibat dengan Firman Allah dalam banyak hal lainnya sampai sekarang ini. Dan mungkin yang paling penting adalah pada saat kita sedang membaca Firman dan keinginan untuk mengerti Firman itu dengan tepat. Saat inilah kita membutuhkan Roh Kudus. Roh Ilahi yang sama ini membangunkan dalam diri kita keinginan untuk menerima Firman terse­but dan menerapkan pengajarannya dalam kehidupan kita. Jadi, Roh bekerja dengan dan melalui Firman yang tertulis untuk mengubah kita kepada ciptaan baru di dalam Kristus.
Pekan ini kita akan menelusuri pekerjaan Roh Kudus ketika Ia dihubungkan dengan Firman Tuhan.
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk pehiapan Sabat, 7 Januari.

Minggu 1 Januari
ROH KUDUS DAN WAHYU

Bagaimanakah Allah memastikan bahwa kehendak-Nya telah disam­paikan dengan benar kepada umat manusia yang berdosa? Allah melaku­kan hal ini dalam dua hal utama sehubungan dengan pekerjaan Roh Ku­dus: Wahyu dan inspirasi.

Di dalam proses pewahyuan, manusia bergantung pada pertolongan Sese­orang di luar diri sendiri untuk menyatakan hal-hal kepada kita di mana kita, sebagai ciptaan (yang sudah jatuh), tidak dapat mengenal dengan kemampuan kita. Itulah sebabnya Roh Kudus yang mengajarkan kita kebenaran-kebenaran yang harus dinyatakan kepada kita (lihat, sebagai contoh, Dan 2:19-23); jika tidak demikian kita tidak akan pernah mengetahui kebenaran tersebut melalui cara-cara alamiah.
Pewahyuan adalah proses di mana Allah membuat diri-Nya sendiri dan ke­hendak Ilahi-Nya dikenal oleh manusia. Ide mendasar sehubungan dengan kata pewahyuan adalah membuka selubung, atau membuka, menyingkapkan sesuatu yang sebelumnya tersembunyi. Kita membutuhkan pewahyuan karena, sebagian makhluk yang terbatas dan telah jatuh terpisah dari Allah oleh kare­na dosa, kita sangatlah terbatas terhadap apa yang kita dapat pelajari dengan usaha kita. Kita bergantung pada Allah untuk mengetahui kehendak-Nya. Oleh karena itu kita bergantung pada pewahyuan Allah karena kita bukanlah Allah dan hanya memiliki pengetahuan alamiah yang sangat terbatas tentang Dia.

Bacalah 2 Petrus 1:19-21. Apakah yang ayat ini katakan tentang asal- usul pekabaran nubuatan Alkitabiah? Apakah yang pekabaran asal-usul Alkitabiah itu katakan kepada kita tentang otoritas Alkitab?
2 Petrus 1:19-21
1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.


Menurut Rasul Petrus, pekabaran nubuatan Perjanjian Lama bukanlah ber­sumber dari manusia. Para nabi digerakkan oleh Roh Kudus dengan cara yang istimewa sehingga isi pekabaran mereka datang dari Allah. Mereka tidak men- ciptakan pekabaran yang berasal dari diri mereka sendiri. Mereka hanyalah sebagai alat dari kabar yang ingin disampaikan, bukan sumber kabar tersebut. Petrus sangatlah sengaja menekankan inspirasi sumber yang diinspirasikan oleh Roh: Walau ditulis oleh manusia, "sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbica­ra atas nama Allah" (2 l'tr. 1:21). Dan inilah asal mula Ilahi yang memberikan kepada Alkitab otoritasnya terhadap kehidupan kita.
Allah menggunakan manusia untuk mengabarkan Sabda-Nya kepada dunia. Bagaimanakah kita dapat digunakan oleh Roh Kudus untuk mela­kukan hal yang sama saat ini, bukan untuk menulis Alkitab tetapi dalam mengabarkan apa yang telah tertulis dalam Alkitab?

SENIN 2 Januari
Roh Kudus dan Inspirasi

Inspirasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh Al­lah melalui pekerjaan Roh Kudus dalam menyampaikan pekabaran-Nya melalui manusia sebagai alat-Nya. Kita lihat, pekerjaan Roh Kudus dalam proses in­spirasi inilah yang menjadi alasan yang mendasar terhadap kesatuan kebenaran dalam Alkitab (Yoh. 14:17; 15:26; 16:13), Roh Kudus akan menuntun kita ke­pada semua kebenaran.

Bacalah 2 Ptr. 1:21; Ul. 18:18; Mi. 3:8; dan 1 Kor. 2:9-13. Apakah yang dikatakan oleh ayat-ayat ini kepada kita mengenai penulis Alkitab dan tentang keterlibatan Allah dalam penulisan Alkitab?
2 Ptr. 1:21;
1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Ul. 18:18;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Mi. 3:8;
3:8. Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.

1 Kor. 2:9-13
2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.


"Oleh dorongan Roh Kudus" (2 Ptr. 1:21) adalah sebuah pengakuan yang kuat akan pekerjaan Roh Kudus di dalam proses inspirasi. Dalam 1 Korintus 2:9-13, Rasul Paulus mengakui pewahyuan dan inspirasi dilakukan oleh Roh Kudus. Kepada kita para rasul, Paulus katakan, Allah menyatakan hal-hal ter­sembunyi di mana mata belum pernah lihat, dalam ayat 9. Allah menyatakannya melalui Roh Kudus (1 Kor. 2:10). Para rasul telah menerima "roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita" (1 Kor. 2:12). Kemudian pada ayat 13 rasul itu merujuk pada pekerjaan inspirasi, di mana dia mengatakan hal-hal "yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh, menyatukan pikiran rohani dengan kata-kata rohani." Paulus tidak memiliki keraguan terhadap Sumber dan otoritas dari apa yang se­dang dia kabarkan.
Sementara banyak bagian Alkitab merupakan hasil penyataan supra natural langsung dari Allah, namun tidak semua juga di dalam Alkitab dinyatakan de­ngan cara tersebut. JCadangkala Allah menggunakan para penulis Alkitab di da­lam penyelidikan pribadi mereka yang sungguh-sungguh terhadap sesuatu atau dalam mempelajari tulisan dokumen yang sudah ada (Yos. 10:13; Lak. 1:1-3) untuk menyatakan dan mengomunikasikan pekabaran-Nya. Jadi semua bagi­an dalam Alkitab diwahyukan dan diinspirasikan (2 Tim. 3:16). Inilah alasan mengapa Paulus mengatakan "segala" yang dituliskan, ditulis sebagai instruksi kepada kita, sehingga "menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpe­gang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci" (Rm. 15:4). Allah yang berbicara dan yang menciptakan bahasa manusia memampu­kan orang-orang yang dipilih untuk mengomunikasikan dalam bahasa manusia pikiran yang diinspirasikan dalam cara yang dapat dipercaya.
"Allah senang untuk mengomunikasikan kebenaran-Nya kepada dunia me­lalui para agen manusia, dan Dia sendiri, oleh Roh Kudus-Nya, menentukan manusia dan memampukan mereka untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dia me­nuntun pikiran untuk memilih apa yang akan dibicarakan dan apa yang akan ditulis. Harta berharga telah dipercayakan kepada bejana-bejana tanah liat, na­mun demikian, harta itu tetap berasal dari surga."—Ellen G. White, Selected Messages, jld. l,hlm. 26.

SELASA 3 Januari
Roh Kudus dan Kebenaran Alkitab

Sementara penyataan adalah tindakan supra natural yang olehnya Allah menyatakan kebenaran kepada manusia yang telah dipilih, inspirasi adalah kegiatan Roh Kudus yang melindungi kebenaran dari apa yang para penulis tuliskan, agar kata-kata mereka tetap memiliki persetujuan penuh dari Allah. Allah membenci saksi dusta (Kel. 20:16) dan tak dapat berdusta (Ibr. 6:18). Dia disebut Allah yang benar (Mzm. 31:5: Yes. 65:16). Di dalam cara yang sama, Roh Kudus disebut "Roh kebenaran" (Yoh. 14:17).
Bacalah Mazmur 119:160. Apakah yang diajarkan ayat ini tentang se­gala sesuatu yang Allah nyatakan kepada kita?
Mazmur 119:160
119:160. Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

Bacalah Yohanes 17:17. Apakah yang Yesus katakan kepada kita dalam ayat ini mengenai Firman Allah?
Yohanes 17:17
17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.


Firman Allah dapat dipercaya dan pantas diterima sepenuhnya. Bukanlah tu­gas kita untuk menghakimi Alkitab; sebaliknya Alkitablah yang memiliki hak dan otoritas untuk menghakimi kita. "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup mem­bedakan pertimbangan dan pikiran hati kita" (lbr. 4:12).
Tentu, walaupun Alkitab dituliskan oleh mereka yang hidup di waktu, tem­pat, dan budaya tertentu (bagaimanakah kalau itu sebaliknya?), kita tidak bo­leh menggunakan kenyataan tersebut untuk melemahkan atau menghilangkan pekabaran Alkitab itu kepada kita. Sekali pintu itu terbuka, maka Alkitab akan menjadi tunduk kepada manusia dan penentuan mereka akan apa kebenaran itu. Hasilnya adalah banyak orang, sementara menegaskan percaya terhadap Alkitab, namun menolak beberapa hal seperti enam hari penciptaan, air bah, kelahiran dari seorang perawan, kebangkitan tubuh Yesus, dan kedatangan ke­dua kali secara nyata. Ini hanyalah beberapa dari kebenaran-kebenaran Alkitab yang bisa dipersalahkan orang, dengan menghakimi Alkitab, kebenaran itu di­buang. Itu bukanlah sebuah jalan yang harus kita tempuh.


Rabu 4 Januari
Roh Kudus sebagai Guru

Roh Kudus adalah instrumen bukan hanya untuk memberikan kepada kita Firman Allah yang tertulis tetapi juga untuk menolong kita memahami Firman itu dengan baik dan benar. Umat manusia telah digelapkan dalam pengertian mereka akan kebenaran; mereka, secara alamiah, jauh dari Allah (Ef, 4:18). Oleh karena itu Roh yang sama, yang telah menyatakan dan menginspirasikan Firman Allah, adalah Dia yang memampukan kita untuk memahami Firman itu. Masalahnya bukanlah Alkitab merupakan buku yang tidak dipahami. Na­mun masalahnya terletak pada sikap kita yang dicemari oleh dosa terhadap Allah, yang telah menyatakan diri-Nya sendiri di dalam Alkitab.
Roh Kudus adalah Guru yang ingin menuntun kita ke dalam pemahaman Alkitab yang lebih mendalam dan untuk menghargai Firman Allah dengan sukacita. Roh membawa kebenaran Firman Allah kepada perhatian kita dan memberikan kita pandangan yang segar ke dalam kebenaran itu sehingga kehi­dupan kita dapat ditunjukkan oleh kesetiaan dan penurutan yang penuh kasih kepada kehendak Allah. Ini dapat terjadi, hanya bila kita mempelajari Alkitab dengan hati yang sederhana dan mau diajar.

Bacalah 1 Korintus 2:13, 14. Apakah yang dituliskan oleh rasul Paulus tentang kebutuhan kita untuk menginterpretasikan hal-hal rohani secara rohaniah?
1 Korintus 2:13, 14
2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Dalam memahami Alkitab, kita sangat bergantung kepada Roh Kudus. Tan­pa Roh Kudus, hal-hal yang sangat penting di dalam kata-kata Alkitab tidak dapat dipahami, hanya arti bahasanya saja. Lebih jauh, sebagai orang berdo­sa kita sering melawan kebenaran Allah, bukan karena kita tidak memahami kebenaran itu tetapi karena kita lebih suka tidak mau mengikutinya. Tanpa Roh Kudus, tidak akan ada ketertarikan kepada pekabaran Allah. Tidak ada harapan, tidak ada kepercayaan, tidak ada kasih sebagai balasan. Betapa Roh membawa kehidupan dalam keharmonisan dengan kebenaran yang telah di­sampaikan oleh Roh Kudus.
"Banyak pendapat yang bertentangan, sehubungan dengan apa yang Alkitab ajarkan, tidak muncul dari ketidaljjelasan dalam buku itu sendiri, tetapi dari kebutaan dan praduga di dalam para penafsir. Manusia mengabaikan pernya­taan yang jelas dari Alkitab dan mengikuti alasan mereka yang menyesatkan diri mereka."—Ellen G. White, The Advent Review and Sabbath Herald, 27 Ja­nuari, 1885. Bagaimanakah kesombongan Anda telah menjadi batu sandungan yang telah mencegah Anda dari menerapkan kebenaran Alkitab dalam hidup Anda? Di bagian keinginan apakah yang telah menghalangi Anda untuk me­nerima kebenaran Allah dalam hidupmu? Bagaimanakah dapat Anda belajar untuk menyerahkan segala sesuatunya pada Allah?

Kamis 5 Januari
Roh Kudus dan Firman

Roh Kudus, yang telah menyatakan dan menginspirasikan isi Alkitab kepa­da umat manusia, tidak pernah akan menuntun kita berlawanan dengan Firman Allah dalam cara apa pun.

Bacalah Yohanes 5:39, 46, 47 dan Yohanes 7:38. Dengan otoritas apa­kah Yesus mengacu dalam ayat-ayat ini? Bagaimanakah Alkitab mene­guhkan bahwa Yesus adalah Mesias?
Yohanes 5:39, 46, 47
5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Yohanes 7:38
7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Beberapa orang menyatakan telah menerima "wahyu" dan petunjuk istime­wa dari Roh Kudus yang bertentangan dengan pekabaran Alkitab yang jelas. Bagi mereka Roh Kudus memegang otoritas lebih tinggi daripada Firman Al­lah. Di mana saja Firman Allah yang ditulis dan diinspirasikan itu dihapuskan dan pekabarannya yang jelas itu dihindarkan, maka kita sedang berjalan di atas dasar yang membahayakan dan tidak mengikuti tuntunan Roh Allah. Hanya Alkitablah perisai kerohanian kita. Itulah satu-satunya norma yang dapat di­percaya untuk semua masalah iman dan praktik kehidupan.
"Melalui Kitab Suci Roh Kudus berbicara kepada pikiran, dan menanam­kan kebenaran dalam hati. Dengan demikian Ia membeberkan kesalahan, dan mengusirnya dari jiwa. Dengan Roh Kebenaran, yang bekerja melalui sab­da Allah, Kristus menaklukkan umat pilihan-Nya kepada-Nya."—Ellen G. White, Alfa dan Omega., jld. 6, hlm. 313.
Ellen G. White telah dengan sangat jelas mengatakan "Roh tidak diberikan atau dikaruniakan untuk menggantikan Alkitab, karena Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Firman Allah-lah standar untuk menguji semua pengajaran dan pengalaman."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 9.
Roh Kudus tidak pernah diberikan untuk menggantikan Firman Allah. Se­baliknya Ia bekerja dalam keharmonisan dengan dan melalui Alkitab untuk menarik kita kepada Kristus, jadi membuat Alkitab satu-satunya norma untuk kerohanian sejati yang Alkitabiah. Kita dapat memastikan bahwa bila seseo­rang datang dan membuat pengakuan yang bertentangan dengan Firman Al­lah, orang tersebut tidaklah sedang membicarakan kebenaran. Kita tidak dapat menghakimi hati maupun motif orang lain,- Namun, kita dapat menghakimi teologi, dan standar satu-satunya yang kita miliki adalah Firman Allah.

Pengajaran apakah yang orang sedang coba promosikan di dalam gereja yang sangat jelas bertentangan dengan Firman Allah? Jawaban bagaimanakah yang seharusnya kita berikan kepada (1) mereka yang mempromosikan kesalahan-kesalahan ini; (2) terhadap kesalahan itu sen­diri?



Jumat 6 Januari

Pendalaman: Bacalah buku Ellen G. White, Alfa dan Omega, "Alkitab Su­atu Perlindungan," jld. 8, hlm. 624-634. Baca juga tulisannya yang terdapat dalam Alfa dan Omega, "Janganlah Gelisah Hatimu," jld. 6, hlm. 304-326.
Pikirkan tentang semua kebenaran yang kita ketahui karena telah dinyatakan kepada kita di dalam Alkitab. Sebagai contoh, pikirkanlah mengenai Pencip- taan. Apakah perbedaan yang diajarkan oleh Firman Allah tentang bagaimana kita diciptakan dan apa yang diajarkan manusia tentang bagaimana mereka diciptakan—yaitu melalui proses yang disebut "sintesis neo-Darwin." Lihat­lah betapa kelirunya ajaran manusia! Pikirkan juga tentang Kedatangan Yesus yang Kedua Kali dan kebangkitan di akhir zaman. Ini semua adalah kebena- ran-kebenaran yang tidak dapat kita pelajari dengan kemampuan kita sendiri. Itu semua harus dinyatakan kepada kita; dan ajaran-ajaran tersebut, melalui Firman Allah, telah diinspirasikan oleh Roh Kudus. Kenyataannya, kebenaran yang paling penting dari semuanya, yaitu bahwa Yesus Kristus telah mati kare­na dosa-dosa kita dan bahwa kita diselamatkan melalui iman kepada-Nya dan melalui pekerjaan-Nya buat kita, adalah sebuah kebenaran yang tidak dapat kita jelaskan oleh kekuatan kita. Kita mengetahui semua itu hanya karena telah dinyatakan kepada kita. Pikirkan juga kebenaran-kebenaran lainnya yang kita ketahui oleh karena kebenaran itu telah disampaikan kepada kita melalui Fir­man Allah. Apakah yang fakta kebenaran Alkitab katakan kepada kita tentang pentingnya Firman Tuhan dalam kehidupan kita?
Pertanyaan-pertanyaan Untuk Didiskusikan:
1.     Mengapakah Alkitab adalah sebuah penuntun rohani yang lebih aman daripada terbitan-terbitan subjektif manusia? Apakah konse­kuensinya ketika kita tidak menerima Alkitab sebagai standar yang olehnya semua pengajaran bahkan pengalaman rohani kita diuji?
2.     Kita sering mendengar kata "kebenaran" digunakan di berbagai si­tuasi. Di UKSS, bicarakanlah konsep mengenai "kebenaran," bukan hanya apa yang benar atau apa yang tidak benar tetapi mengenai arti sesungguhnya ketika kita mengatakan bahwa sesuatu itu "benar." Apakah arti sesuatu yang disebut "benar"?
3.     Bagaimanakah seharusnya gereja Anda bereaksi jika seseorang me­ngatakan dirinya memiliki "terang yang baru"?
4.     Diskusikanlah perbedaan antara bagaimana Alkitab mengajarkan pe­rihal peneiptaan manusia dengan yang diajarkan oleh hikmat manu­sia. Apa yang diajarkan oleh hikmat manusia, yaitu, pemahaman teori evolusi yang terakhir, benar-benar bertentangan dengan pekabaran Alkitab. Apakah yang pertentangan ini pesankan kepada kita tentang mengapa kita harus memercayai Alkitab di atas segala sesuatu?

PENUNTUN GURU

Ayat Inti: 2 Petrus 1:19-21
Anggota UKSS akan:
Mengetahui: Memahami bahwa Alkitab adalah kehendak Allah yang di­nyatakan, diilhamkan oleh Roh Kudus. Ini adalah perlindungan untuk iman dan di mana semua pengajaran dan pengalaman harus diuji. Merasakan: Mengalami sebuah sikap penyerahan yang lengkap untuk bimbingan Roh Kudus melalui Firman Allah daripada salah satu pertim­bangan yang bersifat independen dan kebanggaan manusia. Melakukan: Memilih untuk membiarkan Roh Kudus membentuk pemi­kirannya melalui Firman Allah dan melalui dorongan dan kuasa Roh, yang mengarahkan anggota UKSS untuk menyerahkan setiap sikap dan tindakan yang tidak selaras dengan Firman Allah yang diilhamkan.
Garis Besar Pelajaran:
I.        Mengetahui: Memahami Peran Roh Kudus dalam Wahyu dan
Ilham
A.     Apakah perbedaan antara istilah wahyu dan ilham?
B.     Karena Roh Kudus bekerja melalui agen manusia yang menulis Al­kitab, bagaimanakah kita bisa yakin bahwa itu adalah wahyu Allah yang terpercaya kepada kita?
C.     Bagaimanakah ilham membentuk apa yang Tuhan ungkapkan me­lalui penulis Alkitab?
II.     Merasakan: Mendekati Alkitab dengan Sikap Rendah Hati
A.     Bagaimanakah sikap kita dengan mana kita mendekati Alkitab me­nentukan kemampuan Roh Kudus untuk mengubah kita melalui ayat-ayat Kitab Suei?
B.     Mengapakah begitu mudah untuk menggantikan pendapat manu­sia tentang Alkitab untuk apa yang Alkitab sesungguhnya katakan?
A.     Mengapakah begitu penting untuk membiarkan Roh Kudus mem­bentuk pemahaman kita tentang Firman Tuhan?
B.     Apakah langkah-langkah di mana Tuhan sedang memimpin Anda untuk mendapatkan dalam kehidupan rohani diri Anda sendiri se­hingga Anda dapat lebih menghargai Alkitab dan mengalami kuasa yang mengubah hidup dalam cara yang lebih lengkap?
Ringkasan: Ketika kita memutuskan untuk merespons pimpinan Roh Ku­dus dan dengan rendah hati menerima instruksi Ilahi dalam Alkitab, hidup kita diubah oleh anugerah Allah dan pikiran kita dilindungi melawan tipu muslihat yang berasal dari Iblis.

LANGKAH 1 - Memotivasi
Fokus Alkitab: 2 Timotius 3:16,17
Konsep Utama untuk Pertumbuhan Rohani: Alkitab lebih daripada seka­dar kumpulan tulisan yang bersifat inspiratif. Alkitab bersifat otoritatif, Firman Tuhan yang mengubahkan hidup. Ketika dengan penuh doa kita membacanya dengan sikap yang rendah hati, sikap yang dapat diajar di bawah pengaruh Roh Kudus, Alkitab itu mengubah hidup kita.
Untuk Guru: Pelajaran pekan ini akan memulai pelajaran triwulan ini ten­tang pelayanan Roh Kudus. Roh Kudus telah berbicara melalui Firman. Allah telah menyatakan diri-Nya dalam Kitab Suci. Kebenaran Alkitab mencerita­kan kisah siapa Tuhan dan bagaimana Dia bekerja dalam kehidupan manusia. Tanpa Roh bekerja melalui Firman, kita akan ditinggalkan kepada pemahaman kebenaran kemanusiaan kita sendiri yang menyesatkan.
Dengan menekankan fakta bahwa, tanpa bimbingan Roh Kudus, menge­tahui kehendak Allah dan memahami kebenaran-Nya akan menjadi masalah yang bersifat spekulasi yang akan meninggalkan kita ketidakpastian dan ke­bingungan. Firman Allah memberikan kejelasan dan kepastian mengenai me­ngetahui dan memahami kehendak-Nya.
Diskusi Pembuka: Marilah kita menganggap bahwa Suster Jones mengha­diri UKSS Anda untuk pertama kalinya. Kira-kira di pertengahan diskusi, dia mengangkat tangannya dan berkata: "Roh Kudus telah membuat mengesankan saya bahwa kita hidup pada zaman akhir."
Anda menjawab, "Ya saudari, mengapakah, kita pasti percaya hal tersebut."
Dia melanjutkan, "Tidak, saya maksudkan bahwa kita sangat dekat. Saya telah dikesankan bahwa perekonomian akan segera mengalami gangguan, bah­wa umat Allah seharusnya tidak memiliki utang sama sekali, dan bahwa kita semua harus pindah ke desa untuk menanam tanaman kita sendiri dengan se­gera. Zaman akan berakhir mungkin dalam dua atau tiga tahun. Sekarang, saya tidak menetapkan tanggal untuk kedatangan Yesus, karena saya tahu Alkitab mengatakan: 'Tidak ada yang tahu hari atau jam kedatangan-Nya,' tetapi bi­arkan saya memberitahu Anda, hal itu telah dinyatakan kepada saya bahwa hal itu adalah terjadi lebih cepat daripada yang salah seorang dari kita dapat pikirkan."
Pertanyaan untuk Diskusi:
·         Sehubungan dengan pelajaran hari ini, bagaimanakah Anda menanggapi Sa­udari Jones? Wawasan apakah yang dapat Anda bagikan yarig akan mem­bantu dia dan UKSS Anda?
·         Bagaimanakah pelajaran pekan ini memberikan bimbingan dalam jawaban Anda? Apakah prinsip-prinsip dalam Firman Tuhan akan membantu bagi Saudari Jones?
·         Mengapakah Firman Allah merupakan perlindungan terhadap gagasan yang bersifat spekulatif?
LANGKAH 2 - Menyelidiki
Untuk Guru: Ada perbedaan antara "wahyu" dan "ilham." Wahyu ada hu­bungannya dengan penyingkapan atau penyataan kebenaran Allah yang tidak berubah. Kebenaran Allah tidak tergantung pada pemikiran atau kegiatan ma­nusia dengan cara apa pun. Kebenaran adalah kebenaran, apakah manusia me­nerima dan percaya atau tidak. Kebenaran Allah adalah kekal dan universal. Kebenaran abadi dalam arti bahwa hal itu berlaku untuk setiap generasi se­panjang masa. Mal ini universal dalam-arti bahwa hal itu berlaku untuk semua orang di semua budaya. Kebenaran Allah, seperti hukum gravitasi, berlaku setiap saat dan di semua tempat. Budaya tidak membentuk atau mengubah ke­benaran. Kebenaran membentuk dan mengubah budaya.
Ilham, di sisi lain, adalah pekerjaan Allah oleh Roh Kudus-Nya melalui agen manusia untuk mengomunikasikan kebenaran-Nya. Tuhan yang sama yang mengungkapkan kebenaran menuntun para penulis Alkitab ketika me­reka menuliskannya. Tuhan tidak mendikte setiap kata Alkitab untuk para pe­nulis Alkitab. Dia mengarahkan pikiran mereka, mengilhami pikiran mereka, dan menuntun pena mereka. Mereka menulis dalam kata-kata mereka sendiri dengan kosakata yang tersedia bagi mereka di bawah ilham Roh Kudus untuk mengomunikasikan Firman Tuhan yang tidak bisa salah.
Komentar Alkitab:
I. Roh Kudus: Guru Semua Kebenaran
(Tinjaulah kembali Yohanes 16:13 Bersama UKSS Anda.)
Salah satu fungsi Roh Kudus adalah untuk membimbing kita ke arah ke­benaran. Perhatikan bahwa Roh Kudus tidak memaksa kita untuk mengikuti kebenaran. Dia tidak memaksakan kebenaran kepada kita. Dia tidak memaksa kita untuk taat. Dia "memandu" kita ke dalam "seluruh kebenaran." Dia de­ngan lembut menuntun kita untuk memahami bahwa jalan Allah, yang terung­kap dalam iirman-Nya, adalah yang terbaik. Sebagaimana Roh Kudus mem­bimbing kita, kita menemukan bahwa kata-kata Yesus "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala.kelimpahan" ada­lah benar dalam hidup kita sendiri (Yohanes 10:10).
Apakah kebenaran ini yang ke dalamnya Roh Kudus menuntun kita? Ini adalah kebenaran tentang Allah. Setiap doktrin Alkitab mengungkapkan kein­dahan kebenaran tentang Allah yang mengasihi kita dan yang merindukan kita untuk diselamatkan dalam kerajaan-Nya. Sehubungan dengan pertentangan
besar antara kebaikan dan kejahatan, tujuan dari Firman yang diilhami ada­lah untuk mengungkapkan kebenaran tentang karakter kasih Allah yang tidak mementingkan diri yang berbeda dengan karakter kebanggaan Setan yang ber­pusat pada diri.
Paling tidak ada lagi dua aspek tentang Roh membimbing kita ke dalam seluruh kebenaran. Pertama, Roh Kudus menuntun kita untuk memahami ke­benaran doktrin Alkitab untuk melindungi kita dari penipuan si jahat, penipu­an yang menyelewengkan karakter Allah. Yesus menyatakan, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran"(To/i 17:17). Dia juga menyatakan, "Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan me­merdekakan kamu" (Yoh. 8:32). Kebenaran membebaskan kita dari kesalahan teologis yang begitu memikat dunia rohani.
Kedua, Roh Kudus juga membimbing kita kepada kebenaran tentang diri kita sendiri. Ketika kita datang kepada Yesus, rasa bersalah kita hilang (1 Yoh. 1:9; Rm. 8:1). Kita adalah putra dan putri Allah, anggota keluarga-Nya (Yoh. 1:12; Ef. 2:19). Meskipun perasaan kita sendiri tidak layak, merasa bersalah, atau malu, Roh Kudus membimbing kita kepada kebenaran Firman itu. Kita diciptakan oleh Allah, ditebus oleh Kristus, dan diubah oleh Roh Kudus. Fir­man Tuhan yang berkuasa dan tidak dapat salah tidaklah berdusta. Kita adalah anak-anak-Nya, selamanya aman dalam kasih dan rahmat-Nya.
Pertanyaan Diskusi:
·         Salah satu fungsi Roh Kudus adalah untuk memimpin atau membimbing kita ke dalam kebenaran, berbeda dengan memaksa kita. Jelaskanlah kedua kata ini: Membimbing dan memaksa. Apakah perbedaan antara keduanya? Apakah perbedaan ini ungkapkan tentang bagaimana Roh memimpin kita?
·         Apakah kebenaran itu yang ke dalamnya Roh Kudus membimbing kita?
·         Apakah kebenaran itu yang memerdekakan kita? Dan bagaimanakah cara melakukannya?
LANGKAH 3 - Mempraktikkan
Untuk Guru: Dunia agama diisi dengan nilai yang disebut "Kristen" de­ngan pengalaman Kristiani yang sangat dangkal. Diskusikanlah bersama UKSS Anda bagaimana menghindari jebakan kedangkalan keagamaan ini. Bi­carakanlah tentang mengapa begitu sedikit orang Kristen menggunakan waktu merenungkan Firman Tuhan?
Pertanyaan untuk dipikirkan:
·         Apakah sebenarnya yang membuat beberapa orang jauh dari pemahaman akan kebenaran Firman Tuhan?
·         Mengapakah bahkan beberapa orang Kristen Advent gagal untuk merangkul sukacita menjadi putra dan putri Allah yang telah ditebus?
·         Bagaimanakah kita bisa lebih memahami Firman dan menerima berkat penuh yang Tuhan maksudkan bagi kita?
Pertanyaan Penerapan:
Apakah beberapa hal yang membuat kita jauh dari pengalaman yang menda­lam, berdiam dengan Kristus melalui Firman-Nya yang diilhamkan oleh Roh?
LANGKAH 4 - Menciptakan
Untuk Guru: Rasul Petrus merangkum pokok pikiran pelajaran kita dengan kata-kata ini: "Telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal" (1 Ptr. 1:23). Fokus pelajaran kita hari ini ada dua. Pertama, Firman Tuhan itu ber­kuasa dan menyatakan kebenaran-Nya. Kedua, Firman Tuhan itu mengubah kehidupan. Bantulah setiap anggota UKSS untuk melihat kebenaran bukanlah masalah opini pribadi. Kebenaran ditemukan dalam Firman Allah. Bimbinglah anggota UKSS untuk memahami bahwa, ketika mereka mempelajari Firman Allah dengan hati yang penuh doa, hidup mereka akan benar-benar berubah.
Aktivitas:
·         Mintalah setiap anggota UKSS untuk memandang orang yang di sam­pingnya dan membagikan pemikiran utama yang ia akan bawa pulang dari UKSS hari ini.
·         Setelah anggota UKSS telah berbagi satu sama lain, ajak mereka untuk ber­bagi dengan seluruh kelompok hal paling penting yang mereka telah temukan secara pribadi dalam pelajaran pekan ini untuk kehidupan spiritual mereka.

Pelajaran 2
*7-13 Januari


ROH KUDUS: BEKERJA DI BALIK LAYAR
SABAT PETANG
Untuk Pelajaran Pekan Ini, Bacalah: Yeh. 37:5, 9; Kej. 1:2; Ay. 26:13; Kel. 31:1-5; Yoh. 16:13,14; Gal 5:16-23.
Ayat Hafalan: "Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberita­kan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku" (Yohanes 16:14).
Dalam Alkitab, Roh Kudus tidaklah menerima perhatian yang menonjol sama seperti yang diterima oleh Bapa dan Anak. Walaupun demikian, Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Roh Kudus hadir pada setiap peristiwa penting sepanjang sejarah yang suci. Pada mulanya, pada saat Al­lah menciptakan dunia ini, Roh turut bekerja, tetapi lebih di belakang layar. Roh Kudussangatlah aktif dalam tugas inspirasi-Nya kepada nabi-nabi Allah, sehingga memainkan peranan penting dalam penulisan Firman Allah. Roh Ku­dus juga dilibatkan dalam inkarnasi Yesus Kristus di dalam kandungan Maria.
Namun demikian Roh Kudus bukanlah pusat dari catatan Alkitabiah, dan kita hanya sangat sedikit mengetahui tentang Dia. Roh Kudus tetap di bela­kang layar, oleh karena peran-Nya adalah untuk mendahulukan pekerjaan Se­seorang yang lain dalam Keallahan—Yesus Kristus, Anak Allah—dan untuk memberikan kemuliaan kepada Allah Bapa. Semua ini harus demikian agar manusia yang telah jatuh dapat diselamatkan dari kematian kekal yang telah dibawa dosa kepada mereka.
Dari kesaksian Alkitab, kita mempelajari bahwa Roh Kudus dengan rela dan penuh kasih menerima peran di belakang layar untuk menyokong, menolong, memelihara, dan memperlengkapi. Tidak masalah apakah itu pada saat penciptaan atau penebusan atau misi Keallahan, Roh tidak ingin menjadi sorotan, terlepas dari peran-Nya yang sangat penting.
* Pelajari pelajaran sepekan ini untuk persiapan Sabat, 14 Januari.