Pelajaran 4 Triwulan II 2015

Panggilan kepada Pemuridan

SABAT PETANG

UNTUK PELAJARAN PEKAN INI, BACALAH: LUK. 5:1-11; 6:12-16; 9:1-6; MAT. 10:5-15; LUKAS 10:1-24; LUKAS 9:23-25; MAT. 16:24-28.

AYAT HAFALAN: “Kata-Nya kepada mereka semua: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku’” (Lukas 9:23).

"Murid" berarti pengikut, atau pelajar. Kata murid muncul lebih dari 250 kali dalam Alkitab, sebagian besar dalam, walaupun tidak hanya pada, kitab Injil dan Kisah Para Rasul.

Menjadi seorang murid membangkitkan semangat, menantang pikiran, dan meminta hubungan yang terbaik kita dengan Tuhan dan sesama kita. Tanpa kesetiaan sepenuhnya kepada Kristus dan tuntutan kehidupan dan pekabaran kehidupan-Nya, maka tidak ada pemuridan. Betapa mulia panggilan yang dapat Anda miliki?

“Allah mengambil seseorang sebagaimana adanya, dan mendidik dia bagi pelayanan-Nya, jika ia hendak menyerahkan dirinya kepada-Nya. Roh Allah yang ditaerima di dalam jiwa, akan mempertajam kesanggupan pikirannya. Di bawah pimpinan Roh kudus, pikiran yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah berkembang dengan seimbang dan dikuatkan untuk memahami dan menggenapi tuntutan-tuntutan Allah. Tabiat yang lemah dan ragu-ragu akan diubahkan kepada suatu tabiat yang kuat dan teguh. Penyerahan yang terus menerus membangunkan suatu hubungan yang begitu dekat antara Yesus dengan murid-murid-Nya sehingga orang-orang Kristen menjadi seperti Dia dalam pikiran dan tabiat.”-Ellen G. White, Alfa dan Omega jld. 5. hlm. 259.

Pekan ini kita akan melihat bagaimana Yesus memanggil mereka yang akan mengikuti Dia dan melihat pelajaran apa yang dapat kita ambil yang dapat menolong kita dalam melanjutkan pekerjaan kita yang Dia telah mulai di atas bumi.

*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 25 April.

Minggu, 19 April   Penjala-penjala Manusia

Simon dan Andreas telah bekerja keras semalam suntuk. Nelayan-nelayan yang berpengalaman ini, mereka tahu teknik penangkapan ikan, dan mereka tahu kapan harus, berhenti. Sudah bekerja sepanjang malam tanpa hasil apa-apa. Di tengah-tengah kekecewaan mereka, datanglah perintah tanpa diminta: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan" (Lukas 5:4). Jawaban Simon adalah sesuatu yang keluar dari keputusasaan dan penderitaan: “Telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. tetapi karena Engkau yang menyuruhnya...” (ayat 5).

Siapa gerangan tukang kayu ini yang memberikan nasihat kepada nelayan mengenai menangkap ikan? Simon dapat saja berpaling tetapi barangkali karena khotbah yang autentik dan menguatkan sebelumnya berpengaruh? Oleh karena itu jawabannya: “Tetapi karena Engkau yang menyuruhnya.”

Dengan demikian. pelajaran pertama dari pemuridan: “Penurutan kepada Firman Kristus. Andreas, Yohanes, dan Yakobus juga segera mengetahui bahwa malam yang panjang dan tidak menghasilkan apa-apa telah menjadi jalan kepada fajar yang cerah dan menakjubkan, dengan banyak ikan yang tertangkap. Saat itu juga, Petrus berlutut dan berseru: “Pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa” (ayat 8). Pengakuan akan kesucian Allah dan keberdosaan seseorang adalah langkah penting dalam panggilan kepada pemuridan. Sebagaimana Yesaya (Yes. 6:5), Petrus telah menempuh langkah itu.

Bacalah Lukas 5:1-11; Matius 4:18-22; dan Markus 1:16-20. Pikirkanlah mukjizat, ketakjuban nelayan-nelayan ini, pengakuan Petrus, dan otoritas Yesus. Apakah yang masing-masing kisah ini katakan mengenai jalan pemuridan?
Lukas 5:1-11
Penjala ikan menjadi penjala manusia
(1) Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

(2) Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

(3) Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

(4) Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

(5) Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

(6) Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

(7) Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

(8) Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

(9) Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

(10) demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

(11) Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
Matius 4:18-22
Yesus memanggil murid-murid yang pertama
(18) Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

(19) Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

(20) Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

(21) Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka

(22) dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Markus 1:16-20
Yesus memanggil murid-murid yang pertama
(16) Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

(17) Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

(18) Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

(19) Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

(20) Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

“Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” (Lukas 5:10). Peralihan dari penjala ikan menjadi penjala manusia sangatlah luar biasa: Hal tersebut membutuhkan penyerahan diri yang sepenuhnya kepada sang Guru, mengakui ketidakberdayaan dan keberdosaan diri, menjangkau Kristus dalam iman untuk kekuatan berjalan di jalan pemuridan yang sepi dan belum diketahui, dan ketergantungan secara terus menerus, kepada Kristus dan kepada Dia saja. Kehidupan sebagai nelayan tidaklah pasti dan berbahaya, berjuang melawan gelombang yang kejam, dan pendapatan yang tidak menentu. Demikianlah kehidupan sebagai penjala manusia tidak kurang dari itu, tetapi Tuhan berjanji, “Jangan takut.” Pemuridan bukanlah jalan yang mudah; ada pasang surutnya, ada sukacita dan tantangan-tantangannya. tetapi seorang murid tidak dipanggil untuk berjalan sendiri. Dia yang berkata "Jangan takut" berada di samping murid yang setia.

Kembalilah dan baca lagi pengakuan Petrus tentang keadaan orang berdosa. Perhatikanlah bagaimana keberdosaan mendorongnya untuk berpisah dari Yesus. Dosa apakah yang memisahkan kita demikian, yang mendorong kita menjauh dari Tuhan?

Senin, 20 April Pemilihan Keduabelas Murid

Pemuridan bukanlah usaha sendiri. Itu adalah hasil menyambut panggilan Yesus. Lukas menyebutkan bahwa Yesus telah memanggil Petrus, Andreas, Yohanes, dan Yakobus (Lukas 5:11} dan Lewi Matius, pemungut cukai (ayat 27-32). Sekarang penulis menempatkan pemilihan dua belas murid di tempat yang strategis dalam kisahnya: segera setelah penyembuhan pada hari Sabat terhadap seorang yang mati sebelah tangannya (Lukas 6:6-ll), yang telah menuntun orang-orang Farisi merencanakan pembunuhan terhadap Yesus. Tuhan tahu bahwa sudah waktunya untuk melakukan konsolidasi pekerjaan-Nya dan menyiapkan kelompok pekerja yang dapat Dia latih dan persiapkan untuk tugas setelah penyaliban.

Bacalah Lukas. 6:12-16; 9:1-6. Apakah yang ayat-ayat ini katakan kepada kita mengenai panggilan kepada kedua belas rasul?
Lukas. 6:12-16; 9:1-6
Yesus memanggil kedua belas rasul
(12) Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

(13) Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

(14) Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,

(15) Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,

(16) Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Yesus mengutus kedua belas murid
(1) Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

(2) Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,

(3) kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

(4) Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.

(5) Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka."

(6) Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.


Di antara orang banyak yang mengikut Dia, ada banyak murid-murid mereka yang mengikuti-Nya sebagai pelajar-pelajar yang mau mengikuti sang Guru. Tetapi tugas Kristus lebih daripada ajaran saja. Tugas-Nya adalah untuk membangun komunitas yang telah ditebus, sebuah jemaat yang akan membawa pekabaran-Nya yang menyelamatkan sampai ke ujung bumi. Untuk maksud itu, Ia memerlukan lebih daripada murid-murid. “Lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut rasul” (Lukas 6:13). “Rasul” berarti seseorang yang diutus dengan sebuah pekabaran khusus untuk maksud khusus. Lukas menggunakan kata ini enam kali di kitab Injilnya dan lebih dari 25 kali dalam kitab Kisah Para Rasul (Matius dan Markus masing-masing hanya menggunakannya satu kali).

Kedua belas rasul dipilih bukan karena pendidikan mereka, latar belakang ekenomi, sosial yang menonjol, bermoral tinggi, atau apa saja yang menandai mereka untuk layak dipilih. Mereka adalah orang-orang biasa dari latar belakang yang biasa: nelayan, pemungut cukai, seorang Zelot, seorang peragu, dan seorang yang ternyata menjadi pengkhianat. Mereka dipanggil hanya untuk satu tujuan: Menjadi duta-duta Raja dan kerajaan-Nya.

“Allah menerima manusia sebagaimana adanya, dengan segala sifat kemanusiaannya, dan mendidik mereka untuk pekerjaan-Nya, jikalau mereka mau patuh dan belajar dari pada-Nya. Mereka tidak dipilih sebab mereka sempurna, tetapi sekalipun mereka tidak sempurna, melalui pengetahuan dan perbuatan kebenaran, melalui kemurahan Kristus, mereka itu boleh diubahkan kepada peta-Nya.” — Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 5. hlm. 3l3.

Akuilah: Kita tidak sempurna. demikian juga orang lain di jemaat tidak sempurna. Kita semua berada dalam sebuah proses pertumbuhan (bahkan ada yang lain kelihatan pertumbuhannya lebih lambat daripada yang kita inginkan terhadap mereka!). Bagaimanakah, sekarang ini, apakah kita belajar untuk bekerja dengan orang lain dan menerima mereka sebagaimana adanya?

Selasa, 21 April   Mengutus Rasul-rasul

Bacalah Lukas 9:1-6 dan Matius 10:5-15. Apakah kebenaran rohani yang dapat kita pelajari dari ayat-ayat ini mengenai bagaimana Yesus mengutus rasul-rasul ini?
Lukas 9:1-6
Yesus mengutus kedua belas murid
(1) Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

(2) Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,

(3) kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

(4) Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.

(5) Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka."

(6) Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Matius 10:5-15
Yesus mengutus kedua belas rasul
(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

(6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

(7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

(8) Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

(9) Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

(10) Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

(11) Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

(12) Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

(13) Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

(14) Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

(15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Lukas menjelaskan pengutusan rasul-rasul ini dalam proses tiga langkah. Pertama. Yesus memanggil mereka bersama (Lukas 9:1). Kata panggil atau panggilan adalah penting bagi misi Kristen demikian juga dalam kosakata orang Kristen. Sebelum kata ini menjadi sebutan teologis, kata ini harus menjadi pengalaman pribadi. Rasul-rasul harus patuh, pada Dia yang memanggil, datang kepada-Nya, dan “bersama-sama.” Baik penurutan kepada-Nya yang memanggil dan penyerahan segalanya kepada-Nya adalah penting untuk mengalami persatuan yang adalah sangat penting untuk misi itu berhasil.

Kedua, Yesus “memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka” (Lukas 9:1). Yesus tidak pernah mengutus utusan-utusan-Nya dengan tangan hampa. Dia juga tidak mengharapkan kita menjadi wakil-wakil-Nya dengan kekuatan kita sendiri. Pendidikan, budaya, kedudukan, kekayaan, atau kepintaran kita tidak berdaya untuk mencapai misi-Nya. Kristuslah yang menyanggupkan, melengkapi, dan memberdayakan kita. Kata Yunani untuk “tenaga” adalah dinamis. dari kata ini berasal kata “dinamo,” sumber terang, dan “dinamit," sumber tenaga yang dapat manghancurkan gunung. Tenaga dan kuasa yang Yesus berikan cukup untuk menghancurkan Setan dan mengalahkan maksud-maksudnya. Yesus adalah kekuatan kita. “Bila kehendak manusia bekerja sama dengan kehendak Allah, ia menjadi kuasa yang besar. Apa pun yang akan dilakukan atas perintah-Nya, dapat dilaksanakan dalam kekuatan-Nya. Segala permohonan dapat dilaksanakan.” — Ellen G. White, Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, hlm. 239.

Ketiga, Yesus “mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang” (Lukas 9:2). Pekabaran dan penyembuhan jalan bersama, dan misi rasul-rasul adalah untuk merawat manusia seutuhnya —tubuh, pikiran, dan jiwa. Dosa dan Setan telah mengambil keutuhan manusia, dan keutuhan manusia harus dibawa ke bawah kuasa Yesus yang menyucikan.

Kehidupan pemuridan dapat dipertahankan hanya jika kehidupan itu diberikan seluruhnya kepada Kristus, dengan tiada sesuatu yang dapat memisahkannya. Bukan emas ataupun perak, bukan ayah ataupun ibu, bukan pasangan ataupun anak, bukan kehidupan ataupun kematian, bukan keadaan tak terduga hari ini ataupun darurat hari esok yang akan memisahkan murid dan Kristus. Hanya tentang Kristus, kerajaan-Nya dan kesaksian kepada dunia yang hilang.

“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan” (Lukas 9:3). Apakah prinsip yang dinyatakan di sini yang. penting bagi kita sendiri mengerti dan alami?

Rabu, 22 April Mengutus Tujuh Puluh Murid

Bacalah Lukas 10:1-24. Sehubungan dengan mengutus tujuh puluh murid, apakah yang catatan ini ajarkan kepada kita mengenai pekerjaan memenangkan jiwa di tengah realitas pertentangan besar?
Lukas 10:1-24.
Yesus mengutus tujuh puluh murid
(1) Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

(2) Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

(3) Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

(4) Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.

(5) Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.

(6) Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

(7) Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.

(8) Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,

(9) dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

(10) Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:

(11) Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.

(12) Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Yesus mengecam beberapa kota
(13) "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

(14) Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

(15) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!

(16) Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
Kembalinya ketujuh puluh murid
(17) Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."

(18) Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

(19) Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

(20) Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Ucapan syukur dan bahagia
(21) Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

(22) Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

(23) Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.

(24) Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Selama pelayanan-Nya, lebih dari l2 murid yang mengikuti Yesus. Ketika Petrus berbicara kepada orang-orang percaya mengenai pemilihan pengganti Yudas. kelompok itu terdiri dari sedikitnya 120 murid (Kisah 1:15). Paulus mengatakan kepada kita bahwa Yesus memiliki tidak kurang dari 500 orang pengikut pada saat kenaikan-Nya (1 Kor 15:6). Jadi, mengutus 70 murid tidak membatasi jumlah murid yang Yesus miliki tetapi hanya untuk menyatakan pilihan-Nya pada kelompok khusus untuk misi tertentu untuk mendahului-Nya ke kota-kota di Galilea dan mempersiapkan jalan bagi kunjungan-kunjungan Yesus berikutnya.

Hanya Injil Lukas yang mencatat kisah 70 murid, ini sangat khas dari hati misionarisnya. Angka 70 adalah lambang dalam Kitab Suci, dan dalam sejarah orang Yahudi. Kejadian l0 mendaftarkan 70 bangsa di dunia sebagai keturunan Nuh, dan Lukas adalah seorang penulis yang berpandangan luas. Musa mengangkat 70 tua-tua untuk membantu dia dalam pekerjaannya (Bil. 11:16, 17, 24, 25). Sanhedrin terdiri dari 70 anggota. Apakah semua ini memiliki arti dalam hal Yesus mengutus 70 murid, tidak disebutkan dalam Kitab Suci dan tidak perlu menghambat kita dengan berspekulasi. Tetapi apa yang penting adalah di mana Yesus, sebagai pelatih pemimpin-pemimpin gereja telah meninggalkan strategi yang tidak memusatkan tenaga dan tanggung jawab pada segelintir orang tetapi menyebarkannya ke seluruh cakupan murid-murid.

Kegembiraan dan kepuasan menandai kembalinya ke-70 murid. Mereka melaporkan kepada Yesus: “Juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu" (Lukas 11:17). Keberhasilan dalam memenangkan jiwa bukanlah karena pekerjaan penginjil. Penginjil hanyalah sarana. Keberhasilan datang melalui “nama-Mu.” Nama dan kuasa Yesus adalah inti dari setiap keberhasilan misi injil.

Tetapi perhatikanlah tiga reaksi yang luar biasa dari Yesus terhadap keberhasilan misi dari ketujuh puluh murid. Pertama, dalam keberhasilan evangelisasi. Yesus melihat kekalahan Setan (ayat 18). Kedua, semakin terlibat seseorang dalam pekerjaan Injil, semakin banyak kuasa yang dijanjikan (ayat 19). Ketiga, sukacita penginjil bukan seharusnya pada apa yang telah dicapai di bumi tetapi karena namanya terdaftar di surga (ayat 20). Surga bergembira dan mencatat setiap orang yang dimenangkan dari cengkeraman Setan. Setiap jiwa yang dimenangkan bagi kerajaan adalah pukulan telak terhadap rencana Setan.

Bacalah kembali Lukas 10:24. Apa sajakah hal-hal yang kita telah lihat yang banyak nabi dan raja ingin lihat tetapi tidak melihatnya? Apakah artinya bagi kita?
Lukas 10:24
(24) Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."


Kamis, 23 April Harga Mengikut Yesus

Sokrates memiliki Plato. Gamaliel memiliki Saulus. Para pemimpin dari berbagai agama memiliki pengikut-pengikut setia mereka. Perbedaan antara pemuridan mereka dan pemuridan Yesus adalah pemuridan mereka didasarkan pada isi filsafat manusia, sedangkan pemuridan Yesus berakar pada diri dan prestasi Yesus sendiri. Dengan demikian, pemuridan Kristen bertumpu bukan hanya pada ajaran-ajaran Yesus tetapi juga pada apa yang telah Dia lakukan demi keselamatan manusia. Oleh karena itu Yesus perintahkan semua pengikut-Nya untuk sepenuhnya menghubungkan diri mereka dengan-Nya, memikul salib mereka. dan mengikut pimpinan-Nya. Bila tidak ada yang berjalan mengikuti jejak kaki Golgota, tidaklah ada pemuridan Kristiani.

Bacalah Lukas 9:23-25: Matius l6:24-28; Markus 8:34-36. Apakah pekabaran penting dalam ayat-ayat ini bagi siapa saja yang mengaku sebagai seorang Kristen?
Lukas 9:23-25
(23) Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

(24) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

(25) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Matius l6:24-28
(24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

(25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

(26) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

(27) Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

(28) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Pemuridan Kristiani adalah suatu hubungan penting antara yang diselamatkan dengan Juruselamat: sebagai orang yang diselamatkan. kita harus mengikuti Juruselamat. Itu sebabnya Paulus berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Gal. 2:20. NIV).

Harga mengikut Yesus didefinisikan dalam Lukas 9:23: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23). Perhatikanlah kata-kata kunci: “menyangkal,” “memikul,” dan “mengikut.” Bila kita membaca kisah Petrus menyangkal Yesus; kita mendapatkan definisi “menyangkal” yang terbaik. Petrus katakan, “Aku tidak kenal Yesus.“ Jadi, ketika panggilan kepada pemuridan menuntut saya menyangkal diri, saya harus dapat berkata aku tidak kenal diriku; diriku telah mati. Gantinya, Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20). Kedua, memikul salib setiap hari adalah suatu panggilan untuk mengalami penyaliban diri secara terus-menerus. Ketiga, mengikut menuntut bahwa fokus dan arah kehidupan adalah Kristus dan hanya Dia saja.

Yesus memperjelas harga pemuridan lebih jauh lagi, sebagaimana dinyatakan dalam Lukas 9:57-62: tidak ada yang lebih diutamakan daripada Yesus. Dia, dan Dia saja, yang paling utama dalam persahabatan dan persekutuan, pekerjaan dan ibadah. Di dalam pemuridan Kristiani, mati terhadap diri sendiri bukan suatu pilihan; itu adalah suatu keharusan. “Ketika Kristus memanggil seseorang, Dia perintahkan kepadanya datang dan mati.... Kematian yang sama setiap waktu kematian di dalam Yesus Kristus, kematian atas tuntutan manusia lama.... Hanya orang yang mati terhadap kehendak dirinya sendiri dapat mengikut Yesus.“ Dietrich Bonhoeffer. The Cost of Discipleship (New York: The Macmillan Co. 1965), hlm. 99.

Apakah yang menjadi harga mengikut Yesus bagi Anda? Pikirkan baik-baik jawaban Anda dan implikasinya.

Jumat, 24 April Pendalaman

PENDALAMAN: “Memikul salib memisahkan diri dari jiwa. dan menempatkan manusia di mana ia belajar bagaimana memikul beban Kristus. Kita tidak dapat mengikut Kristus tanpa memikul kuk-Nya, tanpa memikul salib dan membawanya di belakang Dia. Apabila kehendak kita tidak sesuai dengan persyaratan Allah, kita menyangkal tempat sandaran kita, tinggalkanlah keinginan-keinginan kesayangan, dan ikutilah jejak kaki Kristus.” - Ellen G. White, Sons and Daughters of God, hlm. 69.

Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

1. Kembalilah dan lihatlah pertanyaan pada bagian akhir pelajaran hari Rabu, berhubungan dengan Lukas 10:24. Apakah hal-hal yang kita, yang hidup pada hari dan zaman ini, telah saksikan secara pribadi yang “banyak nabi dan raja” ingin lihat tetapi tidak melihatnya? Bagaimanakah dengan, sebagai contoh, penggenapan nubuatan-nubuatan? Pikirkanlah tentang berapa banyak mengenai Daniel 2, 7, dan 8 yang masih akan terjadi di kemudian hari bagi banyak nabi dan raja itu tetapi bagi kita sekarang telah menjadi fakta sejarah. Apakah lagi yang dapat Anda pikirkan?

2. Pikirkan lebih dalam pada kata-kata Yesus mengenai seseorang yang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya. Apakah yang dimaksudkan-Nya? Atau bagaimanakah dengan kehilangan nyawanya demi keselamatan? Apakah artinya? Satu-satu nya tempat bagi orang yang tidak percaya berpegang secara egois adalah pada hal-hal yang berasal dari dunia ini. Kenapa tidak, karena itu saja yang mereka percaya mereka miliki. Ke mana lagikah mereka akan berpegang? Tetapi kenapa, sekalipun orang percaya kepada Yesus, mereka yang memahami bahwa dunia ini akan berakhir dan dunia baru suatu hari akan mulai, apakah kita dapati diri kita begitn siap mencari keuntungan sebanyak yang kita bisa dapat dari dunia ini? Bagaimanakah kita dapat melindungi diri kita dari perangkap rohani yang sangat berbahaya ini?

3. Bacalah Lukas 10:17-20. Orang dapat memahami kegembiraan mereka ketika melihat bahwa setan-setan juga takluk kepada mereka demi nama Kristus. Lihatlah tanggapan Yesus kepada mereka. Apakah yang Ia katakan yang begitu penting dipahami oleh siapa saja yang terlibat dalam jangkauan keluar?

4. Siapakah orang-orang, selain tokoh-tokoh Alkitab, yang pilihan mereka mengikut Kristus telah banyak berkorban, barangkali lebih banyak dari pada yang kebanyakan kita buat? Di kelas, tanyakanlah diri Anda, “Apakah yang telah menjadi kerugian mereka, apa harga mengikut Kristus bagi mereka, dan dapatkah saya rela melakukan hal yang sama?”