Pelajaran Sekolah Sabat Dan Penuntun Guru Triwulan IV 2016

Silakan klik pada judul untuk mengunduhnya. File ini dalam bentuk Pdf.
 KITAB AYUB :
1. PENUTUP
1. Pelajaran 1 Lengkap dengan ayat dan gunakan Adobe Reader untuk hasil terbaik.
2. PERTENTANGAN BESAR
3. APAKAH DENGAN TIDAK MENDAPAT APA-APA AYUB TAKUT AKAN ALLAH
 4. ALLAH DAN PENDERITAAN MANUSIA
 5. MENGUTUK HARI
 6. KUTUK TANPA SEBAB
 7.  HUKUMAN PEMBALASAN
 8. DARAH YANG TIDAK BERDOSA
 9. ISYARAT PENGHARAPAN
 10. KEMARAHAN ELIHU
 11. DARI DALAM BADAI dalam bentuk pdf (Adobe Reader atau Pdf Notes)
11. DARi DALAM BADAI dalam bentuk epub untuk Apple (ibook) dan Android (Moonreader)
 12. PENEBUS AYUB dalam bentuk pdf (Gunakan Adobe Reader atau ibook)
 13. TABIAT AYUB
 14. BEBERAPA PELAJARAN DARI AYUB

 RENUNGAN PAGI 1-15 OKTOBER 2016 dalam bentuk Pdf silakan unduh di SINI
RENUNGAN PAGI 6-15 DESEMBER 2016 dalam bentuk Pdf silakan unduh di SINI



Pelajaran 11*3-9 Desember


DARI DALAM BADAI

SABAT PETANG
Bacalah untuk Pelajaran Pekan Ini: Ayub 38-39; Yon. 1:29; Mat. 16:13; 1 Kor. 1:18-27; Ayub40:1-4; 42:1-6; Luk. 5:1-8.
Ayat Hafalan: "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!" (Ayub 38:4).
Apa pun perbedaan-perbedaan mereka, tokoh-tokoh dalam kitab Ayub mempunyai suatu kesamaan: Masing-masing mempunyai banyak hal untuk dikatakan tentang Allah, atau sekurang-kurangnya tentang pengertiannya akan Allah. Dan seperti yang kita lihat, banyak dari yang mereka katakan, dapat kita setujui. Bagaimanapun, siapakah yang akan membantah ini: "Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan napas setiap manusia?" (Ayub 12:7-10). Atau ini: "Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran?" (Ayub 8:3).
Dan, sementara konteksnya adalah penderitaan Ayub, pokok utama diskusinya adalah Allah. Dengan mengecualikan dua pasal pertama, Tuhan tetap tersembunyi, dalam latar belakang, ketika kitab itu berkembang maju.
Namun, semua itu, sudah akan berubah. Allah sendiri—pokok yang banyak didiskusikan dan diperdebatkan dalam kitab Ayub—sekarang akan berbicara bagi diri-Nya sendiri.
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat 10 Desember.

Minggu 4 DesemberDari dalam Badai


Bacalah Ayub 38:1. Apa yang terjadi di sini berbeda dari segala sesuatu yang lain dalam seluruh dialog lainnya?
38:1. Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

Tiba-tiba dan tidak diharapkan, Tuhan sekarang tampil dalam kitab Ayub pertama kali setelah Ayub 2:6—"Maka firman TUHAN kepada Iblis: 'Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.'"
Tidak ada yang sungguh menyiapkan pembaca untuk pemunculan Allah secara tiba-tiba. Ayub 37 berakhir dengan pembicaraan Elihu, dan hal berikutnya kita tahu, "dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub" (Ayb. 38:1). Secara tiba-tiba, hanya ada Allah dan Ayub, seakan-akan orang-orang lainnya tidak relevan, paling kurang pada saat ini.
Kata badai datang dari bahasa Ibrani yang berarti "topan" at'au "angin kencang," dan telah digunakan dalam kaitan dengan penampakan Allah kepada manusia (lihat Yes. 29:6; Za. 9:14). Itu juga kata yang digunakan dalam konteks Elia diangkat ke surga: "Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal." (2 Raj. 2:1).
Walaupun kepada kita tidak diberikan rincian fisik tentang "theophany" (su- atu perwujudan Allah yang terlihat pada manusia), jelas bahwa Allah tidaklah berbicara kepada Ayub dalam "angin sepoi-sepoi" (1 Raj. 19:12). Namun, Allah mewujudkan diri-Nya di dalam cara yang sangat berkuasa, yang pasti menarik perhatian Ayub.
Tentu, ini bukanlah kejadian satu-satunya Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia berdosa. Berulang kali, Alkitab menunjukkan dekatnya Allah dengan manusia.

Apakah yang ayat-ayat ini ajarkan tentang sampai berapa dekatkah Allah itu dengan kita? 
Kej. 15:1-6; 
15:1. Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." 
15:2. Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 
15:3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 
15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 
15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 

Kej. 32:24-32; 
32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. 
32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." 
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." 
32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." 
32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. 
32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" 
32:31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. 
32:32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

Yoh. 1:29.
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 

Alkitab mengajarkan kita suatu kebenaran besar dan penting bahwa Allah kita bukanlah Allah yang jauh, yang menciptakan dunia kita, kemudian meninggalkan kita pada diri kita sendiri. Malah sebaliknya, Ia adalah Allah yang berinteraksi dengan kita secara dekat. Apa pun kesusahan kita, dukacita kita, atau apa pun yang kita hadapi dalam hidup ini, dijamin bahwa Allah kita dekat dan bahwa kita dapat bersandar pada-Nya.
Satu hal untuk dipercayai secara intelektual dalam kedekatan Allah dengan kita; adalah hal yang berbeda untuk mengalami kedekatan itu. Bagaimanakah kita dapat belajar datang mendekat kepada Allah dan memperoleh harapan dan penghiburan dari hubungan ini?

Senin 5 DesemberPertanyaan Allah

Setelah yang tampaknya bagi Ayub satu keheningan yang sangat lama, Allah pada akhirnya berbicara padanya, walaupun yang pertama Ia katakan bukanlah yang Ayub ingin dengar.

Apakah pertanyaan pertama yang Allah tanyakan kepada Ayub, dan apakah yang tersirat dalam pertanyaan itu? Ayub 38:2.
38:2 "Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?

Di seluruh Alkitab kita menemukan Allah menanyakan pertanyaan kepada manusia. Hal ini bukan karena Ia tidak tahu jawabannya. Malah, sebaliknya, seperti yang biasa dilakukan seorang guru yang baik, Allah memberi pertanyaan karena pertanyaan adalah cara yang efektif untuk membuat kita berpikir tentang keadaan kita, membuat kita berhadapan dengan diri kita sendiri, membantu kita menyelesaikan isu dan mendapatkan kesimpulan yang tepat. Maka, pertanyaan-pertanyaan yang Allah tanyakan bukanlah untuk mengajari Tuhan sesuatu yang belum Ia mengerti. Malah, pertanyaan-pertanyaan itu sering ditanyakan agar membantu orang mempelajari hal-hal yang mungkin harus mereka mengerti lebih baik. Pertanyaan-pertanyaan Allah merupakan sarana retorika untuk membantu menjangkau orang dengan kebenaran.

Bacalah pertanyaan dari Allah di bawah ini. Menurut Anda apakah maksud Allah dalam menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu? Poin apakah yang sedang Ia buat?

Kej. 3:11
3:11. Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
Kej. 4:9
4:9. Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" 

1 Raj. 19:9
19:9. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" 
Kis. 9:4
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 

Mat. 16:13
16:13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 

Banyak yang Ayub katakan tentang Allah, dan jelas Tuhan ingin Ayub mengerti bahwa sebenarnya, banyak hal yang Ayub tidak tahu atau mengerti tentang Penciptartya. Dalam banyak cara, pertanyaan-pertanyaan pembukaan Allah kepada Ayub sejajar dengan sebagian kata-kata yang orang-orang ini telah katakan padanya juga (lihat Ayub 8:1, 2; 11:1-3; 15:1-3).
Seandainya Allah menanyakan Anda suatu pertanyaan tentang keadaan hidup Anda sekarang ini, apakah yang Ia akan tanyakan, dan apakah jawabanmu? Apakah yang diajarkan oleh pertanyaan dan jawaban itu padamu tentang dirimu sendiri?

Selasa 6 DesemberTuhan sebagai Pencipta

Bacalah Ayub 38:4-41. Pertanyaan-pertanyaan apakah yang Allah tanyakan pada Ayub, dan apakah tujuan pertanyaan-pertanyaan itu?
38:4. Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! 
38:5 Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? --Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? 
38:6 Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya 
38:7 pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai? 
38:8 Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? -- 
38:9 ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya; 
38:10 ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu; 
38:11 ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan! 

38:12. Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya 
38:13 untuk memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang-orang fasik dikebaskan dari padanya? 
38:14 Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan, segala sesuatu berwarna seperti kain. 
38:15 Orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengan yang diacungkan. 
38:16 Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya? 
38:17 Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat? 
38:18 Apakah engkau mengerti luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu. 
38:19 Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan, 
38:20 sehingga engkau dapat mengantarnya ke daerahnya, dan mengetahui jalan-jalan ke rumahnya? 
38:21 Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak! 
38:22 Apakah engkau telah masuk sampai ke perbendaharaan salju, atau melihat perbendaharaan hujan batu, 
38:23 yang Kusimpan untuk masa kesesakan, untuk waktu pertempuran dan peperangan? 
38:24 Di manakah jalan ke tempat terang berpencar, ke tempat angin timur bertebar ke atas bumi? 

38:25. Siapakah yang menggali saluran bagi hujan deras dan jalan bagi kilat guruh, 
38:26 untuk memberi hujan ke atas tanah di mana tidak ada orang, ke atas padang tandus yang tidak didiami manusia; 
38:27 untuk mengenyangkan gurun dan belantara, dan menumbuhkan pucuk-pucuk rumput muda? 
38:28 Apakah hujan itu berayah? Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun? 
38:29 Dari dalam kandungan siapakah keluar air beku, dan embun beku di langit, siapakah yang melahirkannya? 
38:30 Air membeku seperti batu, dan permukaan samudera raya mengeras. 
38:31 Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? 
38:32 Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya? 
38:33 Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit? atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi? 
38:34 Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai ke awan-awan, sehingga banjir meliputi engkau? 
38:35 Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung, sambil berkata kepadamu: Ya? 
38:36 Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung? 
38:37 Siapa dapat menghitung awan dengan hikmat, dan siapa dapat mencurahkan tempayan-tempayan langit, 
38:38 ketika debu membeku menjadi logam tuangan, dan gumpalan tanah berlekat-lekatan? 
38:39 (38-1) Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa betina, dan memuaskan selera singa-singa muda, 
38:40 (38-2) kalau mereka merangkak di dalam sarangnya, mengendap di bawah semak belukar? 
38:41 (38-3) Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?
Jika Ayub mengharapkan keterangan-keterangan yang rinci tentang mengapa semua malapetaka ini terjadi padanya, ia tidak mendapatkannya. Malah sebaliknya, apa yang ia dapatkan merupakan suatu aliran pertanyaan-pertanyaan retorika membedakan Tuhan dengan kekuatan mencipta-Nya dengan kefanaan dan kebodohan Ayub yang malang.
"Di manakah engkau ketika Aku meletakkan dasar bumi?" (Ayub 38:4). Sesudah menggemakan beberapa gambaran paling awal dalam Kejadian—misalnya, asal usul bumi, laut, terang, dan kegelapan—Allah berkata kepada Ayub (intinya) bahwa, tentu engkau tahu semua hal ini "Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak!" (lihat Ayub 38:21).
Kemudian Tuhan menunjuk pada keajaiban dan misteri dalam Penciptaan, lagi-lagi dengan sederetan pertanyaan retorika yang mencakup bukan hanya dasar-dasar bumi tetapi juga misteri cuaca dan hingga kepada bintang. "Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik?" (Ayub 38:31). Kemudian Ia arahkan Ayub kembali ke bumi, kepada segala sesuatu dari wawasan manusia (Ayub 38:36) sampai ke kehidupan binatang liar (Ayub 39:1-3), suatu tema yang disorot lebih rinci sepanjang Ayub 39 juga. Seandainya kitab itu ditulis sekarang, Tuhan mungkin telah bertanya, "Siapakah yang mengikat quarks dalam proton dan neutron?" "Di manakah engkau ketika Aku pertama mengukur massa PlanckT "Apakah oleh kearifanmu sehingga gravitasi menekuk ruang dan waktu?"
Jawaban atas pertanyaan ini sama: Tentu saja tidak. Ayub tidak berada di sana untuk satu pun dari peristiwa-peristiwa itu, dan ia tahu hanya sedikit tentang peristiwa-peristiwa yang Allah maksudkan itu. Tujuan Allah adalah menunjukkan pada Ayub bahwa walaupun dengan semua hikmat dan pengetahuannya dan walaupun ia berkata "benar" (Ayub 42:7) tentang Allah berbeda dengan orang-orang lain ini, Ayub tetap hanya mengetahui sedikit sekali. Dan kekurangan pengetahuannya dinyatakan dengan baik sekali oleh betapa bodohnya Ayub tentang dunia ciptaan.
Jika Ayub tahu begitu sedikit tentang penciptaan, berapa banyakkah ia dapat memahami tentang Pencipta? Betapa suatu perbandingan terbalik yang besar antara Pencipta dan ciptaan, antara Allah dan manusia. Walaupun Allah membandingkan diri-Nya dengan Ayub, setiap manusia lainnya (dengan me- ngecualikan Yesus) akan sama seperti itu, juga. Apalah kita jika dibandingkan dengan Allah? Namun, perhatikan apa yang Allah lakukan, untuk selamatkan kita dan menawarkan pada kita pengharapan persekutuan kekal dengan Dia.

Rabu 7 Desember Hikmat Orang Bijak

Dari sudut pandang kita sekarang, mudah melihat pertanyaan yang Allah tanyakan kepada Ayub dan menyadari betapa sedikitnya, orang seperti Ayub yang hidup beribu tahun lalu, dapat mengerti tentang dunia ciptaan. Nanti sesudah tahun 1500-an, misalnya, manusia (setidaknya sebagian mereka) pada akhirnya, mengerti bahwa pergerakan matahari di langit adalah akibat dari rotasi bumi pada sumbunya, dan kebalikan dari peredaran matahari mengelilingi bumi—suatu kebenaran yang kebanyakan kita menerimanya sekarang.
Terima kasih terutama kepada ilmu pengetahuan modern, kita sekarang hidup dengan pengetahuan akan dunia alam yang orang di zaman Alkitab belum pahami. Namun, walaupun dengan semua pengetahuan temuan ini, kita manusia masih sangat terbatas dalam pemahaman akan dunia dan asal-usulnya.

Bacalah kembali pertanyaan-pertanyaan yang Allah tanyakan pada Ayub dalam.pasal 38 dan 39. Lebih baikkah manusia sekarang menjawabnya?

Tidak diragukan lagi bahwa ilmu pengetahuan telah menyatakan pada kita fakta yang dahulu tersembunyi. Namun, masih sangat banyak lagi yang tersisa untuk kita pelajari. Dalam banyak cara, jauh dari mengesampingkan keagungan dan misteri ciptaan Allah, ilmu pengetahuan telah menjadikannya lebih memukau, menyatakan akan dalamnya dan rumitnya alam yang sama sekali tidak diketahui oleh generasi terdahulu
'"Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya.' Ulangan 29:29. Bagaimana Allah menyelesaikan pekerjaan penciptaan tidak pernah dinyatakannya kepada manusia, ilmu pengetahuan manusia tidak akan mampu mengungkap rahasia-rahasia Yang Mahatinggi. Kuasa-Nya untuk mencipta tak terpahami sama seperti adanya Dia."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, him. 123.

Amaran apakah, yang harus kita ambil dari ayat-ayat di bawah ini sehubungan dengan sangat terbatasnya pengetahuan manusia? 
1 Kor. 3:19; 
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 

1 Kor. 1:18-27.
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 
1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." 
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 
1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 
1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 
1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. 
1:26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 
1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 
Walaupun dengan semua pengetahuan yang manusia kumpulkan dalam beberapa ratus tahun ini, Penciptaan masih tetap penuh dengan keajaiban dan misteri yang kita baru saja mulai mengerti. Semakin kita pelajari dunia ciptaan, semakin mengagumkan dan penuh rahasia kelihatannya itu kepada kita. Di dalam cara apakah dunia ciptaan menyebabkan Anda terkagum-kagum di hadapan kuasa Allah kita?

Kamis 8 DesemberMenyesal dalam Debu dan Abu

Bacalah Ayub 40:1-4 dan Ayub 42:1-6. Apakah respons Ayub terhadap wahyu Allah tentang diri-Nya?

40:1. (39-34) Maka jawab TUHAN kepada Ayub: 
40:2 (39-35) "Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!" 
40:3 (39-36) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 
40:4 (39-37) "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. 

42:1. Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 
42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 
42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 
42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." 

Jelas Ayub kewalahan dengan apa yang Allah tunjukkan padanya. Sebenarnya, dalam Ayub 42:3, ketika ia berkata, "Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan?" la hanya mengulangi pertanyaan Allah yang pertama kepadanya. Ayub tahu jawabannya sekarang: Ayub sendirilah yang berbicara tentang apa yang sungguh tidak diketahuinya.
Perhatikan juga, apa yang Ayub katakan dalam Ayub 42:5. Walaupun ia tadinya hanya mendengar tentang Allah, sekarang setelah ia melihat Allah—yaitu sekarang ketika ia mendapatkan pemandangan yang lebih baik tentang Allah—ia melihat dirinya, apakah dia sesungguhnya. Itu sebabnya ia bereaksi seperti itu, tidak menyukai dirinya dan menyesal dalam debu dan abu.

Bacalah Yesaya 6:1-5 dan Lukas 5:1-8. Bagaimanakah reaksi-reaksi yang terlukis di situ sejajar dengan reaksi Ayub?
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 
6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. 
6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" 
6:4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. 
6:5. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." 

5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 

Apa yang kita lihat dalam semua kasus ini adalah manifestasi dari suatu kebenaran kunci Alkitab, yaitu keberdosaan umat manusia. Ayub "saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan " (Ayub 1:1). Dan walaupun adanya upaya terbaik Setan agar Ayub membelot melawan Allah, ia tetap setia melewati semua itu. Di sini kita berhadapan dengan seorang umat yang percaya teguh dan setia pada Tuhan.
Lalu—apa? Sama seperti Yesaya dan Petrus, seberkas kesucian dan kuasa Allah sudah cukup menjadikan Ayub merasa ngeri dengan menyadari akan dosanya yang besar dan pikiran piciknya. Itu karena kita semua adalah orang berdosa yang dirusak dosa, dan yang sifat alami kita sendiri membuat kita bertentangan dengan Allah. Itu sebabnya, pada akhirnya, tidak seorang pun dapat menyelamatkan diri sendiri; tidak seorang pun dapat melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk pantas berkenan di hadapan Allah. Itu sebabnya kita semua—-walaupun yang "terbaik" di antara kita, seperti Ayub yang jujur, saleh, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan—perlu anugerah, perlu Juruselamat, perlu Seseorang yang melakukan untuk kita apa yang kita tak pernah dapat lakukan bagi diri kita sendiri. Untungnya kita memiliki semua itu, bahkan lebih, di dalam Yesus.

Bayangkanlah bahwa dirimu, sekarang sedang berdiri bertatap muka dengan Allah. Apakah yang Anda pikir akan menjadi reaksimu?

Jumat 9 Desember

Pendalaman: "Tuhan telah membiarkan terang dipancarkan ke atas dunia ini baik dalam ilmu pengetahuan maupun juga dalam seni; tetapi bilamana orang- orang yang mengaku berilmu itu mempelajari pokok-pokok pelajaran itu semata-mata dari sudut pandang manusia, pasti mereka akan tiba pada kesimpulan- kesimpulan yang salah. Boleh jadi tidak salah mengadakan spekulasi lebih jauh dari pada apa yang dinyatakan oleh firman Allah, jikalau teori-teori kita itu tidak bertentangan dengan kenyataan yang terdapat di dalam Kitab Suci; tetapi mereka yang meninggalkan firman Allah dan mencoba untuk menjadikan prinsip- prinsip ilmiah sebagai penyebab dari pada hasil pekerjaan Allah, sedang hanyut tanpa peta ataupun kompas di tengah-tengah samudera yang tidak diketahui. Pikiran-pikiran yang paling hebat sekalipun, jikalau tidak dituntun oleh firman Tuhan di dalam penyelidikan'mereka, akan tersesat di dalam usahanya untuk mempelajari hubungan antara ilmu pengetahuan dan inspirasi. Oleh karena Khalik dan pekerjaan-Nya itu sangat jauh melebihi pemikiran manusia sehingga mereka tidak sanggup untuk menerangkannya melalui hukum-hukum Alam, maka mereka menganggap bahwa sejarah Alkitab itu tidak dapat dipercaya. Mereka yang meragukan kebenaran catatan-catatan Perjanjian Lama dan Baru, akan melangkah lebih jauh lagi, dan meragukan akan adanya Allah; dan kemudian setelah kehilangan jangkar, mereka pun dibiarkan kandas di atas batu karang sifat tidak percaya. "—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 1, him. 123, 124.
Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:
1. Perhatikan sebutan Ellen G. White dalam pelajaran hari Jumat. Bukti apakah yang kita lihat bahwa apa yang ia amarkan sebenarnya sedang terjadi, khususnya dalam wilayah ilmu pengetahuan? Beberapa hal apakah yang ilmu pengetahuan ajarkan, yang secara mencolok bertentangan dengan Firman Allah?
2. Alfred North Whitehead, seorang ahli matematika dan penulis yang berpengaruh yang hidup di abad yang lalu mengatakan di bawah ini: "Lima puluh tujuh tahun lalu ketika itu saya adalah seorang pemuda di Universitas Cambridge. Saya diajarkan ilmu pengetahuan dan matematika oleh seorang yang cerdas dan saya bagus di kedua-duanya; sejak pergantian abad saya menyaksikan setiap asumsi dasar dari dua bidang ilmu itu dikesampingkan.... Namun, menghadapi hal itu, para penemu hipotesis baru dalam ilmu pengetahuan mengumumkan, 'Sekarang, setidaknya kita mempunyai kepastian."—A. N. Whitehead, Dialogues of Alfred North Whitehead. Apakah yang harus hal ini katakan tentang betapa perlu kita berhati-hati dalam menerima apa yang diajarkan "orang-orang besar" teristimewa ketika apa yang mereka ajarkan bertentangan secara mencolok dengan Firman Allah?
3. Beberapa keajaiban Penciptaan apakah yang ditunjukkan ilmu pengetahuan modern, yang orang-orang di zaman Ayub (atau bahkan hanya 200 tahun lalu) tidak mungkin mengerti? Bagaimanakah hal-hal ini lebih menunjukkan kuasa penciptaan yang menakjubkan dari Tuhan kita?