sebagai Pola Hidup
BACALAH UNTUK
PELAJARAN PEKAN INI: 2 Kor. 3:2, 3; Mat. 9:36- 38; 1 Kor. 9:20-22; Mrk. 5:1-19; Yoh. 17:11-19.
AYAT HAFALAN:
"Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita, dalam bahasa Yunani
Dorkas. Perempuan ini banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah" (Kisah 9:36).
Pokok
Pikiran: Apakah kita
mengakuinya atau tidak, setiap umat percaya menyampaikan satu khotbah melalui
teladan hidup mereka.
Seringkali orang
berkata bahwa Kekristenan itu bukan hanya suatu bentuk ketaatan pada sekumpulan
doktrin kepercayaan; melainkan juga merupakan sebuah cara hidup, atau pola
hidup. Apalagi, segala sesuatu yang kita percayai pasti akan mempengaruhi
pilihan-pilihan yang kita buat dan jenis kehidupan yang kita jalani.
Memang benar
bahwa mereka yang mengaku sebagai umat Kristen sangat diperhatikan oleh mereka
yang mencoba melihat apakah kehidupan mereka cocok dengan ajaran agama mereka.
Meskipun kita tidak merencanakannya, orang-orang yang memperhatikan kita,
belajar dari kita. Maka, pertanyaan penting yang perlu ditanyakan bukanlah
"Apakah kita mempengaruhi orang lain?" tetapi,"Bagaimanakah
kita mempengaruhi orang lain, dan teladan apakah yang kita berikan kepada
mereka?"
Sementara kita perlu selalu
mengingat pentingnya pengaruh yang kita berikan kepada orang yang ada di
sekitar kita, kita juga harus dengan sungguh- sungguh berencana untuk menolong
orang melihat hubungan antara iman dan pola hidup. Pekan ini kita akan mempelajari
bagaimana pola hidup Kristen dapat memperagakan relevansi iman di dalam
keberadaan kita setiap hari.
* Pelajari pelajaran pekan ini
untuk persiapan Sabat, 28 April.
Minggu 22
April
KHOTBAH DIAM
Bagaimanakah Anda mengenali
pengikut-pengikut Yesus pada abad pertama? Anda dapat mengenali imam-imam dan
orang Farisi melalui cara mereka berpakaian. Demikian juga, Anda dapat
mengenali seorang nelayan, seorang petani, atau seorang tentara Roma lewat
pakaian mereka. Tetapi, kembali pertanyaannya adalah, bagaimanakah Anda
mengenali seorang Kristen pada saat ini?
Baca Yohanes
13:35. Menurut Yesus, dengan cara apakah pengikut-Nya dapat dikenal? Apakah
sebutan yang praktis untuk hal itu?
Yohanes 13:35
13:35 Dengan
demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau
kamu saling mengasihi."
Yesus berkata bahwa jika kita saling
mengasihi, orang lain akan mengetahui bahwa kita adalah murid-murid-Nya.
Bagaimanakah mereka mengetahuinya? Karena perbuatan kasih akan meyakinkan
mereka. Kasih kita kepada Yesus dan sesama umat percaya akan menentukan
sambutan kita terhadap kehendak Allah dan, juga, sikap kita kepada satu sama
lain. Lebih lanjut, kasih dan perhatian kita kepada mereka yang belum menerima
Allah akan menentukan sikap kita kepada mereka. Inilah khotbah yang mereka akan
lihat dan perhatikan, dan khotbah ini akan berbicara lebih keras daripada apa
yang Anda pernah dengar. Banyak orang- tua yang memperhatikan bahwa pada usia dini
anak-anak mereka mengembangkan "detektor kemunafikan" yang bertambah
kuat dan jelas ketika mereka beranjak dewasa. Kita harus menyadari, bahwa
banyak orang yang bergaul dengan kita, dan mendengarkan kesaksian kita, punya
kesanggupan tinggi untuk membedakan antara pengalaman rohani yang sesungguhnya
dan yang hanya di bibir saja.
Baca 2 Korintus
3:2,3. Apakah komentar Paulus mengenai cara yang Allah inginkan untuk digunakan
oleh umat-Nya dalam mempengaruhi kehidupan orang lain?
2 Korintus 3:2,3
3:2 Kamu adalah
surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat
dibaca oleh semua orang.
3:3 Karena telah
ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami,
ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada
loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Kita tidak seharusnya merendahkan
pengaruh kehidupan kita baik secara sengaja maupun tidak sengaja yang telah
mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitar kita. Kehidupan Kristiani bagaikan
sebuah surat yang dikirim dari Yesus Kristus kepada dunia. Dikirim dari hati
yang telah dibarui oleh kasih karunia Ilahi, surat ini akan memperagakan kuasa
Injil yang dapat mengubah kehidupan dan dengan demikian akan menjadi suatu
kesaksian yang dapat meninggikan nama Tuhan.
Bagaimanakah Anda telah dipengaruhi oleh mereka yang tindakannya selaras
dengan pengakuannya? Bagaimanakah Anda dipengaruhi oleh mereka yang bertindak
tidak selaras dengan pengakuan mereka? Bagaimanakah Anda selalu dapat
mengingat bahwa setiap tindakan Anda akan mempengaruhi orang lain?
Senin 23 April
MEMILIKI BELAS KASIHAN KEPADA ORANG LAIN
Setiap hari kita berpapasan dengan
orang yang kita tidak kenal. Kita melewati mereka di jalan, duduk dekat mereka
di restoran, dan antre bersama mereka di jalur antrean. Terkadang kita menyapa
mereka dengan menganggukkan kepala atau mengangkat alis mata saat melewati
mereka. Meskipun kita tidak dapat menghubungi setiap orang yang kita lihat
tiap hari, Allah rindu agar setiap orang yang kita jumpai dapat menerima Dia
dalam kehidupan mereka. Untuk seseorang, di mana saja, kita dapat menjadi
bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkannya.
Bacalah Matius
9:36-38. Meskipun diucapkan dalam konteks yang khusus dan unik, perasaan yang
ditunjukkan Yesus tidak terbatas untuk konteks itu saja. Apakah yang Yesus
katakan, dan bagaimanakah kata-kata itu dapat diterapkan pada kondisi yang ada
di sekitar Anda?
Matius 9:36-38
9:36 Melihat
orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,
karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka
kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja
sedikit.
9:38 Karena itu
mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja
untuk tuaian itu."
Orang banyak
yang dilihat Yesus pada peristiwa ini susah dan menderita. Mereka sangat sedih
sehingga hampir meninggalkan setiap pengalaman keagamaan yang masih ada pada
mereka. Orang-orang yang Allah tempatkan untuk memperhatikan kerohanian
umat-Nya telah mengabaikan tugas mereka. Akibatnya orang banyak itu tercerai
berai dan dipenuhi rasa takut. Yesus berbelas kasihan kepada mereka sebab Dia
tahu bahwa mereka membutuhkan seorang gembala rohani.
Di kerumunan
orang banyak di mana kita berbaur, banyak yang sudah memiliki komitmen kepada
Yesus Kristus. Tetapi lebih banyak lagi yang membutuhkan Gembala yang baik. Bagaimanapun
juga mereka harus dijangkau bagi Kristus.
Yesus,
murid-murid-Nya, dan pengikut-Nya yang lain telah terlibat dalam menuai hasil
pemberitaan Injil, namun pada saat tuaian itu bertambah banyak, maka kebutuhan
akan pekerja juga semakin meningkat. Meskipun imbauan Yesus adalah untuk berdoa
supaya tersedia banyak pekerja, namun juga direncanakan agar para pengikut-Nya
memikirkan panggilan untuk menuai ladang Tuhan, hal itu juga menjadi suatu
janji bagi kita bahwa Allah mengerti kebutuhan lebih banyak pengerja dan Dia
akan memenuhi kebutuhan itu.
Kebanyakan
gereja dikelilingi tuaian besar seperti itu sehingga tidaklah praktis
membiarkan pekerjaan menuai dilakukan oleh sedikit anggota. Ketika kita berbelas
kasihan kepada orang yang tinggal di sekitar gereja dan rumah kita, bahkan
mungkin sampai ribuan jiwa, kembali kita merasakan perlunya untuk berdoa agar
Tuhan yang empunya tuaian itu mengirimkan pekerja-pekerja, dan sebagai hasilnya,
kita akan menyadari potensi yang kita miliki sebagai pekerja untuk Tuhan.
Pada saat kita berfokus pada
kegiatan jangkauan keluar dan penginjilan, sangat penting untuk melihat
potensi untuk menuai jiwa-jiwa di sekitar kita. Banyak dari mereka yang telah
mencari Allah, akan mendapat pengaruh yang baik melalui belas kasihan yang kita
tunjukkan kepada mereka.
Diskusikanlah
arti dari kata belas
kasihan. Bagaimanakah kita dapat belajar dari penderitaan kita dan kebutuhan kita
akan belas kasihan? Bagaimanakah Anda dapat belajar memiliki rasa belas
kasihan yang lebih dalam bagi mereka yang ada di sekitar Anda?
Selasa 24
April
MEMAHAMI KEADAAN MEREKA
Poin penting di sini ialah: Gantinya
menyediakan apa yang kita anggap dibutuhkan oleh orang lain, kita harus
mempelajari apa yang mereka lihat sebagai prioritas utama. Apakah yang
menjadi perhatian mereka? Apakah permasalahan mereka? Kebutuhan apakah yang
mereka rasakan?
Baca I Korintus
9:20-22. Apakah yang dikatakan oleh ayat-ayat ini mengenai pendekatan Paulus
terhadap orang-orang yang berbeda dan tentang kerinduannya untuk mengenali
kebutuhan dan masalah mereka? Apakah yang kita dapat ambil dari teladan Paulus
ini bagi kita dalam usaha kita menjangkau mereka yang ada di sekitar kita? Lihat juga Ibrani 4:15.
I Korintus 9:20-22
9:20 Demikianlah
bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan
orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku
menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri
tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang
hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi
orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang
yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum
Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan
mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi
orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat
menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi
segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari
antara mereka.
Ibrani 4:15
4:15 Sebab Imam
Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan
kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya
tidak berbuat dosa.
Tanpa harus
berkompromi dalam hal prinsip, Rasul Paulus rela untuk pergi ke mana saja dan
melakukan apa saja yang dia dapat lakukan supaya dia dapat lebih baik lagi
meyakinkan orang tentang kebenaran Injil. Dengan kata lain, dia rela
menempatkan dirinya pada keadaan mereka dalam upaya memahami mereka dan
menentukan cara yang terbaik untuk menjangkau mereka bagi Yesus Kristus.
Poin penting
di sini ialah bahwa seringkah kita mencoba menyediakan sesuatu yang kita pikir
orang lain butuhkan. Tetapi kita perlu terlebih dulu mengerti apa yang mereka
anggap sebagai kebutuhan mereka. Merasakan perasaan orang lain berarti kita
mencoba memahami seluk beluk kehidupan dan segala persoalannya dari sudut
pandang mereka; mencoba memahami kesedihan dan kegembiraan mereka. Dengan kata
lain, menjumpai mereka di mana mereka berada.
Inilah juga
yang Yesus telah lakukan. Kehidupan-Nya di atas dunia adalah kehidupan yang
juga dialami oleh mereka yang ingin Dia selamatkan. Dia dapat mengerti
pergumulan dan penderitaan mereka sebab Dia mengalami hal yang sama. Dia mengalami
kekecewaan-kekecewaan besar, Diajuga menderita akibat tuduhan palsu,
penolakan, dan hukuman yang tidak adil. Dia adalah "Allah yang tinggal
bersama kita" yang sepenuhnya masuk dalam kehidupan kita.
Kemudian,
oleh karena Dia memasuki pengalaman hidup kita, Dia dapat menemui orang di
tempat mereka berada. Pada saat kita membaca Injil kita dapati bahwa Yesus
tidak hanya memiliki satu metode dalam penginjilan dan kesaksian. Dia
menjangkau orang dalam konteks kehidupan mereka. Pada saat dia bertemu dengan
wanita di sumur Yakub, Dia berbicara tentang air hidup. Kepada orang yang
sedang bercocok tanam, Dia bercerita tentang menabur benih, masa menuai, dan
mengenai cuaca. Kepada para nelayan. Dia berbicara mengenai ikan, jala, dan
badai. Yesus memiliki cara yang ajaib untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran
rohani sebab Dia mengenali masalah kehidupan sehari-hari, dan mereka yang
mendengarkan-Nya belajar tentang air hidup dan pentingnya menaburkan benih
Injil. Bahkan banyak dari antara mereka menjadi penjala manusia.
Rabu 25
April
POLA HIDUP RAMAH
Ada suatu
sebutan yang sering dikatakan pada saat kita berbicara tentang menjangkau
jiwa-jiwa bagi Kristus. Sebutan itu mengatakan bahwa: "Orang tidak peduli
berapa banyak yang kita ketahui sampai mereka mengetahui seberapa besar
kepedulian kita." Poinnya adalah bahwa kita dapat mengajar dan berkhotbah
sebanyak yang kita inginkan, tetapi jika orang merasa tidak dimengerti, tidak
dikasihi, dan tidak diterima, maka kesaksian kita akan menghadapi banyak rintangan,
meskipun khotbah kita sangat baik ataupun pelajaran- pelajaran yang kita
berikan sangat masuk akal dan benar.
Hal ini menuntun kita kepada ide
keramahtamahan yang sederhana. Keramahtamahan mencakup penerimaan, sambutan
yang hangat, keterbukaan, perhatian, kemurahan hati, kebaikan, dan
persahabatan. Allah menginginkan supaya umat-Nya dapat menggunakan semua
kualitas ini dalam berhubungan satu dengan yang lain maupun pada saat
berhubungan dengan orang-orang yang sedang mereka jangkau untuk Tuhan.
Bacalah kisah orang yang kerasukan
Setan dalam Markus 5:1-19. Apakah pernyataan Yesus kepada orang ini yang dapat
menggambarkan prinsip bahwa seorang sahabat lebih mudah menerima pemberitaan
Injil? Bagaimanakah kita belajar menerapkan prinsip ini dalam pekerjaan
bersaksi dan pelayanan perorangan?
Markus 5:1-19
5:1. Lalu
sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
5:2 Baru saja
Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari
pekuburan menemui Dia.
5:3 Orang itu
diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun
dengan rantai,
5:4 karena sudah
sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan
belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk
menjinakkannya.
5:5 Siang malam
ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan
memukuli dirinya dengan batu.
5:6 Ketika ia
melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
5:7 dan dengan
keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang
Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
5:8 Karena
sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari
orang ini!"
5:9 Kemudian Ia
bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku
Legion, karena kami banyak."
5:10 Ia memohon
dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
5:11 Adalah di
sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
5:12 lalu
roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam
babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"
5:13 Yesus
mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki
babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari
tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
5:14 Maka
larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di
kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang
terjadi.
5:15 Mereka
datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah
berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka
takutlah mereka.
5:16 Orang-orang
yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa
yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi
itu.
5:17 Lalu mereka
mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
5:18 Pada waktu
Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu
meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
5:19 Yesus tidak
memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke
rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka
segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah
mengasihani engkau!"
Yesus dapat
saja memerintahkan orang ini untuk kembali ke kampungnya dan menceritakan
kepada semua orang tentang kesembuhan yang dialaminya. Fakta menyebutkan bahwa
Tuhan secara khusus mengarahkan orang itu agar mencari sahabat-sahabatnya dan
hal ini menegaskan kebenaran yang menyatakan bahwa mereka yang memiliki
hubungan dekat dengan kita adalah orang-orang yang paling mudah untuk menerima
kabar baik tentang kasih-Nya, rahmat-Nya dan pembebasan yang Allah telah
berikan kepada kita. Sahabat-sahabat kita kemudian akan membagikan berita yang
menggembirakan itu dengan sahabat-sahabat yang lain, demikianlah berita Injil
tersebar ke seluruh dunia.
Hal penting dalam proses ini ialah
bahwa kita memiliki sahabat di luar lingkaran umat percaya. Sebab banyak yang
bekerja dalam konteks dunia sekuler, mereka pasti memiliki kenalan-kenalan,
tetapi kenalan bukanlah sahabat dekat. Tetapi, kenalan dapat menjadi sahabat
melalui apa yang disebut dengan penginjilan lewat keramahtamahan, dan
penginjilan keramahtamahan ini keluar dari kehidupan orang yang memiliki pola
hidup ramah. Dengan kata lain, penginjilan keramahtamahan ini bukanlah
merupakan sesuatu yang dapat dihilangkan pada saat tertentu; melainkan, itu
sudah menjadi pola hidup kita. (Lihat juga Lukas 14:12-14).
Lukas 14:12-14
14:12 Dan Yesus
berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan
perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang
sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau
tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang
engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
14:13 Tetapi
apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang
cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14:14 Dan engkau
akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya
kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang
benar."
Dalam cara
apakah Anda dapat bersikap lebih ramah kepada mereka yang ada di
sekitar Anda? Bagaimanakah Anda dapat belajar melayani agar dapat memenuhi
kebutuhan mereka yang sedang Anda dekati?
Kamis 26
April
MEMPERLUAS LINGKARAN
PERSAHABATAN ANDA
Sangat jarang kita temukan orang
yang mencari kebenaran mendekati orang Kristen dan bertanya, "Apakah yang
harus saya lakukan supaya selamat?" Kebanyakan yang terjadi ialah orang
Kristen harus pergi mencari domba yang hilang. Banyak yang berpendapat bahwa
gereja telah bertindak secara berlebihan sehingga lebih menyerupai benteng yang
dari dalamnya keluar sekelompok orang untuk suatu misi penginjilan agar dapat
mengumpulkan beberapa orang petobat baru yang kemudian dinasihati agar tidak
terlalu dekat dengan dunia yang dari padanya mereka telah diselamatkan. Apakah
ini benar atau hanya persepsi saja tidak terlalu penting. Poin sesungguhnya
yang ingin ditekankan ialah bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh hanya memiliki
sedikit (atau tidak sama sekali), hubungan yang berarti dengan orang-orang di
luar persekutuan gereja. Meskipun penting bagi kita untuk menghindarkan
pengaruh-pengaruh yang tidak suci, ada suatu tingkat tertentu di mana
keterasingan itu telah mengurangi kemampuan kita untuk menjangkau orang dengan
pekabaran Injil.
Pelajari dengan saksama Yohanes
17:11-19. Apakah yang dikatakan ayat ini mengenai tempat orang Kristen di dalam
dunia? Lihat juga
Kol. 4:2-6.
Yohanes 17:11-19
17:11. Dan Aku
tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku
datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu
nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama
seperti Kita.
17:12 Selama Aku
bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah
Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun
dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa,
supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
17:13 Tetapi
sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku
masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
17:14 Aku telah
memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka
bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:15 Aku tidak
meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau
melindungi mereka dari pada yang jahat.
17:16 Mereka bukan
dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:17.
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
17:18 Sama
seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah
mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan
diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
Kol. 4:2-6
4:2. Bertekunlah
dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
4:3 Berdoa
jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga
kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.
4:4 Dengan
demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.
4:5. Hiduplah
dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
4:6 Hendaklah
kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu,
bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Dari ayat
ini kita dapat menuliskan kebenaran tentang murid-murid Yesus dan dunia: Mereka
ada di dalam dunia (ayat 11). Mereka bukan berasal dari dunia (ayat
14, 16). Mereka belum diambil dari dunia (ayat 15). Yesus mengirim
mereka ke dalam dunia (ayat 18).
Kita semua
telah lahir ke dalam dunia. Sementara kita di dunia, Allah memiliki pekerjaan
bagi kita. Sama seperti murid-murid-Nya yang terdahulu, kita telah diutus ke
dalam dunia untuk memperkenalkan Yesus Kristus dan janji keselamatan yang
ditawarkan-Nya bagi umat manusia.
Tantangan
bagi masing-masing kita ialah untuk memperluas ladang m isi-Nya. Mungkin saja
hal ini akan mengubah pola hidup kita, hal ini dibutuhkan agar kita bisa
mendekati lebih banyak orang yang tidak seiman dengan kita. Namun, tidaklah
berarti bahwa kita harus mengkompromikan prinsip, keyakinan, dan nilai- nilai,
tetapi marilah kita melihat kesempatan, yangdengan hati nurani yang murni, kita
dapat berhubungan dengan orang lain dalam cara tertentu sehingga kita dapat
mengikat tali persahabatan, dan kemudian menjadi saluran kebenaran Allah.
Seringkah kita mengirimkan undangan
agar orang datang pada kita. Tetapi, Yesus meminta agar kita pergi menemui
mereka. Demikianlah, kita perlu bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita
terlalu banyak menarik diri dari dunia sehingga kesempatan untuk dapat
menginjil dengan efektif menjadi berkurang?
Lihatlah
dirimu: Apakah Anda cenderung menyendiri, terasing dari dunia? Atau, mungkin
Anda terlalu akrab dengan dunia? Bagaimanakah Anda dapat belajar hidup di dalam
dunia (bersaksi kepada orang lain) namun tidak berasal dari "dunia?"
Jumat 27 April
PENDALAMAN: Temukanlah
tempat yang cocok bagi pelayanan Anda dalam rencana gereja secara keseluruhan.
Sementara sebagian besar departemen
dijemaat setempat memiliki program yang terencana, ada kemungkinan bahwa mereka
yang terlibat dalam setiap departemen tidak banyak mengetahui tentang berbagai
bidang pelayanan lainnya dalam gereja. Akhirnya, rencana penginjilan gereja
tidak dapat diketahui oleh semua departemen yang ada, dan hal ini membuat kontribusi
dari tiap-tiap departemen terhambat. Untuk mendapatkan dorongan, dukungan, dan
evaluasi yang efektif, sangatlah baikjika pelayanan penginjilan dan kesaksian
yang Anda kerjakan menjadi bagian dari strategi gereja secara keseluruhan.
Untuk mencapai hai itu, sangat penting untuk mengikuti saran-saran berikut:
1. Temuilah pendeta, ketua, atau para
pemimpin penginjilan di jemaat Anda untuk mendapatkan gambaran, apakah yang
menjadi tujuan kegiatan penginjilan dan kesaksian di jemaat Anda dan strategi apa
saja yang diterapkan untuk mencapai tujuan itu. Ingatlah, Anda sedang mencoba
menemukan tempat di mana kegiatan penginjilan dan kesaksian yang Anda tekuni
akan cocok dengan rencana jemaat secara keseluruhan dan dapat menolong jemaat
untuk mencapai tujuan penginjilannya.
2. Kadangkala Anda dapati bahwa
meskipun banyak kegiatan penginjilan di jemaat Anda, namun jemaat itu tidak
memiliki dokumen tertulis mengenai target penginjilan atau strategi untuk
mencapai tujuan itu. Dalam hal ini, mintalah supaya diadakan pertemuan khusus
dengan pendeta, ketua-ketua jemaat, atau para pemimpin penginjilan, dan
tanyakan pada mereka apa yang menjadi tujuan pribadi mereka untuk penginjilan.
Catatlah hasil diskusi itu. Anda sedang membangun visi kepemimpinan dalam
penginjilan yang dapat memberikan tujuan-tujuan maupun strategi khusus dalam
menjangkau orang lain.
3. Pada tahap ini Anda dapat memutuskan
untuk bergabung dengan pelayanan penginjilan yang ada. Tetapi bilamana bidang
pelayanan yang Anda pilih masih merupakan hal yang baru dalam kegiatan
penginjilan atau bersaksi, Anda perlu mengumpulkan beberapa orang yang dapat
membagikan visi yang Anda miliki. Tuliskanlah tujuan-tujuan Anda dan
strategi-strategi yang Anda akan gunakan untuk mencapai tujuan itu.
PERTANYAAN UNTUK
DIDISKUSIKAN:
1. "Seringkali pengaruh khotbah yang
disampaikan dari mimbar bertentangan dengan khotbah yangdisampaikan lewat
kehidupan orangyang mengaku sebagai pembela kebenaran."—Elien G. White, Testimonies for ihe Church, jld. 9, hlm.
21. Apakah kesaksian yang ditunjukkan melalui kehidupan Anda, jika kehidupan
Anda berlawanan dengan perkataan dan pengakuan Anda, jelaskan?
2. Pikirkanlah
jemaat Anda secara keseluruhan. Seberapa menyatukah jemaat dengan masyarakat?
Jika seandainya gereja Anda hilang lenyap besok lusa, apakah ada dampaknya
kepada masyarakat di sekitar gereja? Apakah akan ada perbedaan?
No comments:
Post a Comment