Pelajaran 4 Triwulan II 2012

sebagai Pola Hidup
BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: 2 Kor. 3:2, 3; Mat. 9:36- 38; 1 Kor. 9:20-22; Mrk. 5:1-19; Yoh. 17:11-19.
AYAT HAFALAN: "Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita, dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan ini banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah" (Kisah 9:36).
Pokok Pikiran: Apakah kita mengakuinya atau tidak, setiap umat percaya menyampaikan satu khotbah melalui teladan hidup mereka.
Seringkali orang berkata bahwa Kekristenan itu bukan hanya suatu bentuk ketaatan pada sekumpulan doktrin kepercayaan; melainkan juga meru­pakan sebuah cara hidup, atau pola hidup. Apalagi, segala sesuatu yang kita percayai pasti akan mempengaruhi pilihan-pilihan yang kita buat dan jenis kehidupan yang kita jalani.
Memang benar bahwa mereka yang mengaku sebagai umat Kristen sangat diperhatikan oleh mereka yang mencoba melihat apakah kehidupan mereka cocok dengan ajaran agama mereka. Meskipun kita tidak merencanakannya, orang-orang yang memperhatikan kita, belajar dari kita. Maka, pertanyaan pen­ting yang perlu ditanyakan bukanlah "Apakah kita mempengaruhi orang lain?" tetapi,"Bagaimanakah kita mempengaruhi orang lain, dan teladan apakah yang kita berikan kepada mereka?"
Sementara kita perlu selalu mengingat pentingnya pengaruh yang kita be­rikan kepada orang yang ada di sekitar kita, kita juga harus dengan sungguh- sungguh berencana untuk menolong orang melihat hubungan antara iman dan pola hidup. Pekan ini kita akan mempelajari bagaimana pola hidup Kristen da­pat memperagakan relevansi iman di dalam keberadaan kita setiap hari.
* Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 28 April.
Minggu 22 April
KHOTBAH DIAM
Bagaimanakah Anda mengenali pengikut-pengikut Yesus pada abad pertama? Anda dapat mengenali imam-imam dan orang Farisi melalui cara mereka berpa­kaian. Demikian juga, Anda dapat mengenali seorang nelayan, seorang petani, atau seorang tentara Roma lewat pakaian mereka. Tetapi, kembali pertanyaan­nya adalah, bagaimanakah Anda mengenali seorang Kristen pada saat ini?
Baca Yohanes 13:35. Menurut Yesus, dengan cara apakah pengikut-Nya dapat dikenal? Apakah sebutan yang praktis untuk hal itu?
Yohanes 13:35
13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Yesus berkata bahwa jika kita saling mengasihi, orang lain akan mengetahui bahwa kita adalah murid-murid-Nya. Bagaimanakah mereka mengetahuinya? Karena perbuatan kasih akan meyakinkan mereka. Kasih kita kepada Yesus dan sesama umat percaya akan menentukan sambutan kita terhadap kehendak Allah dan, juga, sikap kita kepada satu sama lain. Lebih lanjut, kasih dan perhatian kita kepada mereka yang belum menerima Allah akan menentukan sikap kita kepada mereka. Inilah khotbah yang mereka akan lihat dan perhatikan, dan khotbah ini akan berbicara lebih keras daripada apa yang Anda pernah dengar. Banyak orang- tua yang memperhatikan bahwa pada usia dini anak-anak mereka mengembangkan "detektor kemunafikan" yang bertambah kuat dan jelas ketika mereka beranjak dewasa. Kita harus menyadari, bahwa banyak orang yang bergaul dengan kita, dan mendengarkan kesaksian kita, punya kesanggupan tinggi untuk membedakan antara pengalaman rohani yang sesungguhnya dan yang hanya di bibir saja.
Baca 2 Korintus 3:2,3. Apakah komentar Paulus mengenai cara yang Allah inginkan untuk digunakan oleh umat-Nya dalam mempengaruhi ke­hidupan orang lain?
2 Korintus 3:2,3
3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Kita tidak seharusnya merendahkan pengaruh kehidupan kita baik seca­ra sengaja maupun tidak sengaja yang telah mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitar kita. Kehidupan Kristiani bagaikan sebuah surat yang dikirim dari Yesus Kristus kepada dunia. Dikirim dari hati yang telah dibarui oleh ka­sih karunia Ilahi, surat ini akan memperagakan kuasa Injil yang dapat mengu­bah kehidupan dan dengan demikian akan menjadi suatu kesaksian yang dapat meninggikan nama Tuhan.
Bagaimanakah Anda telah dipengaruhi oleh mereka yang tindakan­nya selaras dengan pengakuannya? Bagaimanakah Anda dipengaruhi oleh mereka yang bertindak tidak selaras dengan pengakuan mereka? Bagai­manakah Anda selalu dapat mengingat bahwa setiap tindakan Anda akan mempengaruhi orang lain?
Senin 23 April
MEMILIKI BELAS KASIHAN KEPADA ORANG LAIN
Setiap hari kita berpapasan dengan orang yang kita tidak kenal. Kita melewati mereka di jalan, duduk dekat mereka di restoran, dan antre bersama mereka di ja­lur antrean. Terkadang kita menyapa mereka dengan menganggukkan kepala atau mengangkat alis mata saat melewati mereka. Meskipun kita tidak dapat menghu­bungi setiap orang yang kita lihat tiap hari, Allah rindu agar setiap orang yang kita jumpai dapat menerima Dia dalam kehidupan mereka. Untuk seseorang, di mana saja, kita dapat menjadi bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkannya.
Bacalah Matius 9:36-38. Meskipun diucapkan dalam konteks yang khu­sus dan unik, perasaan yang ditunjukkan Yesus tidak terbatas untuk kon­teks itu saja. Apakah yang Yesus katakan, dan bagaimanakah kata-kata itu dapat diterapkan pada kondisi yang ada di sekitar Anda?
Matius 9:36-38
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Orang banyak yang dilihat Yesus pada peristiwa ini susah dan menderita. Me­reka sangat sedih sehingga hampir meninggalkan setiap pengalaman keagamaan yang masih ada pada mereka. Orang-orang yang Allah tempatkan untuk memper­hatikan kerohanian umat-Nya telah mengabaikan tugas mereka. Akibatnya orang banyak itu tercerai berai dan dipenuhi rasa takut. Yesus berbelas kasihan kepada mereka sebab Dia tahu bahwa mereka membutuhkan seorang gembala rohani.
Di kerumunan orang banyak di mana kita berbaur, banyak yang sudah memi­liki komitmen kepada Yesus Kristus. Tetapi lebih banyak lagi yang membutuhkan Gembala yang baik. Bagaimanapun juga mereka harus dijangkau bagi Kristus.
Yesus, murid-murid-Nya, dan pengikut-Nya yang lain telah terlibat dalam menuai hasil pemberitaan Injil, namun pada saat tuaian itu bertambah banyak, maka kebutuhan akan pekerja juga semakin meningkat. Meskipun imbauan Yesus adalah untuk berdoa supaya tersedia banyak pekerja, namun juga diren­canakan agar para pengikut-Nya memikirkan panggilan untuk menuai ladang Tuhan, hal itu juga menjadi suatu janji bagi kita bahwa Allah mengerti kebu­tuhan lebih banyak pengerja dan Dia akan memenuhi kebutuhan itu.
Kebanyakan gereja dikelilingi tuaian besar seperti itu sehingga tidaklah prak­tis membiarkan pekerjaan menuai dilakukan oleh sedikit anggota. Ketika kita ber­belas kasihan kepada orang yang tinggal di sekitar gereja dan rumah kita, bahkan mungkin sampai ribuan jiwa, kembali kita merasakan perlunya untuk berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian itu mengirimkan pekerja-pekerja, dan sebagai hasil­nya, kita akan menyadari potensi yang kita miliki sebagai pekerja untuk Tuhan.
Pada saat kita berfokus pada kegiatan jangkauan keluar dan penginjilan, sa­ngat penting untuk melihat potensi untuk menuai jiwa-jiwa di sekitar kita. Ba­nyak dari mereka yang telah mencari Allah, akan mendapat pengaruh yang baik melalui belas kasihan yang kita tunjukkan kepada mereka.
Diskusikanlah arti dari kata belas kasihan. Bagaimanakah kita dapat belajar dari penderitaan kita dan kebutuhan kita akan belas kasihan? Ba­gaimanakah Anda dapat belajar memiliki rasa belas kasihan yang lebih dalam bagi mereka yang ada di sekitar Anda?
Selasa 24 April
MEMAHAMI KEADAAN MEREKA
Poin penting di sini ialah: Gantinya menyediakan apa yang kita anggap di­butuhkan oleh orang lain, kita harus mempelajari apa yang mereka lihat sebagai prioritas utama. Apakah yang menjadi perhatian mereka? Apakah permasalahan mereka? Kebutuhan apakah yang mereka rasakan?
Baca I Korintus 9:20-22. Apakah yang dikatakan oleh ayat-ayat ini mengenai pendekatan Paulus terhadap orang-orang yang berbeda dan tentang kerinduannya untuk mengenali kebutuhan dan masalah mereka? Apakah yang kita dapat ambil dari teladan Paulus ini bagi kita dalam usaha kita menjangkau mereka yang ada di sekitar kita? Lihat juga Ibrani 4:15.
I Korintus 9:20-22
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

Ibrani 4:15
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Tanpa harus berkompromi dalam hal prinsip, Rasul Paulus rela untuk pergi ke mana saja dan melakukan apa saja yang dia dapat lakukan supaya dia dapat lebih baik lagi meyakinkan orang tentang kebenaran Injil. Dengan kata lain, dia rela menempatkan dirinya pada keadaan mereka dalam upaya memahami mereka dan menentukan cara yang terbaik untuk menjangkau mereka bagi Yesus Kristus.
Poin penting di sini ialah bahwa seringkah kita mencoba menyediakan sesu­atu yang kita pikir orang lain butuhkan. Tetapi kita perlu terlebih dulu mengerti apa yang mereka anggap sebagai kebutuhan mereka. Merasakan perasaan orang lain berarti kita mencoba memahami seluk beluk kehidupan dan segala persoal­annya dari sudut pandang mereka; mencoba memahami kesedihan dan kegem­biraan mereka. Dengan kata lain, menjumpai mereka di mana mereka berada.
Inilah juga yang Yesus telah lakukan. Kehidupan-Nya di atas dunia adalah kehidupan yang juga dialami oleh mereka yang ingin Dia selamatkan. Dia dapat mengerti pergumulan dan penderitaan mereka sebab Dia mengalami hal yang sama. Dia mengalami kekecewaan-kekecewaan besar, Diajuga menderita aki­bat tuduhan palsu, penolakan, dan hukuman yang tidak adil. Dia adalah "Allah yang tinggal bersama kita" yang sepenuhnya masuk dalam kehidupan kita.
Kemudian, oleh karena Dia memasuki pengalaman hidup kita, Dia dapat menemui orang di tempat mereka berada. Pada saat kita membaca Injil kita da­pati bahwa Yesus tidak hanya memiliki satu metode dalam penginjilan dan ke­saksian. Dia menjangkau orang dalam konteks kehidupan mereka. Pada saat dia bertemu dengan wanita di sumur Yakub, Dia berbicara tentang air hidup. Kepada orang yang sedang bercocok tanam, Dia bercerita tentang menabur be­nih, masa menuai, dan mengenai cuaca. Kepada para nelayan. Dia berbicara mengenai ikan, jala, dan badai. Yesus memiliki cara yang ajaib untuk menyam­paikan kebenaran-kebenaran rohani sebab Dia mengenali masalah kehidupan sehari-hari, dan mereka yang mendengarkan-Nya belajar tentang air hidup dan pentingnya menaburkan benih Injil. Bahkan banyak dari antara mereka men­jadi penjala manusia.
Rabu 25 April
POLA HIDUP RAMAH
Ada suatu sebutan yang sering dikatakan pada saat kita berbicara tentang menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. Sebutan itu mengatakan bahwa: "Orang tidak peduli berapa banyak yang kita ketahui sampai mereka mengetahui se­berapa besar kepedulian kita." Poinnya adalah bahwa kita dapat mengajar dan berkhotbah sebanyak yang kita inginkan, tetapi jika orang merasa tidak dime­ngerti, tidak dikasihi, dan tidak diterima, maka kesaksian kita akan mengha­dapi banyak rintangan, meskipun khotbah kita sangat baik ataupun pelajaran- pelajaran yang kita berikan sangat masuk akal dan benar.
Hal ini menuntun kita kepada ide keramahtamahan yang sederhana. Keramahtamahan mencakup penerimaan, sambutan yang hangat, keterbukaan, per­hatian, kemurahan hati, kebaikan, dan persahabatan. Allah menginginkan supa­ya umat-Nya dapat menggunakan semua kualitas ini dalam berhubungan satu dengan yang lain maupun pada saat berhubungan dengan orang-orang yang se­dang mereka jangkau untuk Tuhan.
Bacalah kisah orang yang kerasukan Setan dalam Markus 5:1-19. Apa­kah pernyataan Yesus kepada orang ini yang dapat menggambarkan prin­sip bahwa seorang sahabat lebih mudah menerima pemberitaan Injil? Ba­gaimanakah kita belajar menerapkan prinsip ini dalam pekerjaan bersaksi dan pelayanan perorangan?
Markus 5:1-19
5:1. Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
5:7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."
5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"
5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"

Yesus dapat saja memerintahkan orang ini untuk kembali ke kampungnya dan menceritakan kepada semua orang tentang kesembuhan yang dialaminya. Fakta menyebutkan bahwa Tuhan secara khusus mengarahkan orang itu agar mencari sahabat-sahabatnya dan hal ini menegaskan kebenaran yang menyatakan bahwa mereka yang memiliki hubungan dekat dengan kita adalah orang-orang yang paling mudah untuk menerima kabar baik tentang kasih-Nya, rahmat-Nya dan pembebasan yang Allah telah berikan kepada kita. Sahabat-sahabat kita kemu­dian akan membagikan berita yang menggembirakan itu dengan sahabat-sahabat yang lain, demikianlah berita Injil tersebar ke seluruh dunia.
Hal penting dalam proses ini ialah bahwa kita memiliki sahabat di luar lingkar­an umat percaya. Sebab banyak yang bekerja dalam konteks dunia sekuler, mere­ka pasti memiliki kenalan-kenalan, tetapi kenalan bukanlah sahabat dekat. Tetapi, kenalan dapat menjadi sahabat melalui apa yang disebut dengan penginjilan lewat keramahtamahan, dan penginjilan keramahtamahan ini keluar dari kehidupan orang yang memiliki pola hidup ramah. Dengan kata lain, penginjilan keramahtamahan ini bukanlah merupakan sesuatu yang dapat dihilangkan pada saat tertentu; mela­inkan, itu sudah menjadi pola hidup kita. (Lihat juga Lukas 14:12-14).
Lukas 14:12-14
14:12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
14:13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
14:14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Dalam cara apakah Anda dapat bersikap lebih ramah kepada mereka yang ada di sekitar Anda? Bagaimanakah Anda dapat belajar melayani agar dapat memenuhi kebutuhan mereka yang sedang Anda dekati?
Kamis 26 April
MEMPERLUAS LINGKARAN PERSAHABATAN ANDA
Sangat jarang kita temukan orang yang mencari kebenaran mendekati orang Kristen dan bertanya, "Apakah yang harus saya lakukan supaya selamat?" Ke­banyakan yang terjadi ialah orang Kristen harus pergi mencari domba yang hi­lang. Banyak yang berpendapat bahwa gereja telah bertindak secara berlebihan sehingga lebih menyerupai benteng yang dari dalamnya keluar sekelompok orang untuk suatu misi penginjilan agar dapat mengumpulkan beberapa orang petobat baru yang kemudian dinasihati agar tidak terlalu dekat dengan dunia yang dari padanya mereka telah diselamatkan. Apakah ini benar atau hanya persepsi saja tidak terlalu penting. Poin sesungguhnya yang ingin ditekankan ialah bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh hanya memiliki sedikit (atau tidak sama sekali), hubungan yang berarti dengan orang-orang di luar persekutuan gereja. Meskipun penting bagi kita untuk menghindarkan pengaruh-pengaruh yang ti­dak suci, ada suatu tingkat tertentu di mana keterasingan itu telah mengurangi kemampuan kita untuk menjangkau orang dengan pekabaran Injil.
Pelajari dengan saksama Yohanes 17:11-19. Apakah yang dikatakan ayat ini mengenai tempat orang Kristen di dalam dunia? Lihat juga Kol. 4:2-6.
Yohanes 17:11-19
17:11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Kol. 4:2-6
4:2. Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
4:3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.
4:4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.
4:5. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Dari ayat ini kita dapat menuliskan kebenaran tentang murid-murid Yesus dan dunia: Mereka ada di dalam dunia (ayat 11). Mereka bukan berasal dari dunia (ayat 14, 16). Mereka belum diambil dari dunia (ayat 15). Yesus mengirim me­reka ke dalam dunia (ayat 18).
Kita semua telah lahir ke dalam dunia. Sementara kita di dunia, Allah me­miliki pekerjaan bagi kita. Sama seperti murid-murid-Nya yang terdahulu, kita telah diutus ke dalam dunia untuk memperkenalkan Yesus Kristus dan janji ke­selamatan yang ditawarkan-Nya bagi umat manusia.
Tantangan bagi masing-masing kita ialah untuk memperluas ladang m isi-Nya. Mungkin saja hal ini akan mengubah pola hidup kita, hal ini dibutuhkan agar kita bisa mendekati lebih banyak orang yang tidak seiman dengan kita. Namun, ti­daklah berarti bahwa kita harus mengkompromikan prinsip, keyakinan, dan nilai- nilai, tetapi marilah kita melihat kesempatan, yangdengan hati nurani yang murni, kita dapat berhubungan dengan orang lain dalam cara tertentu sehingga kita dapat mengikat tali persahabatan, dan kemudian menjadi saluran kebenaran Allah.
Seringkah kita mengirimkan undangan agar orang datang pada kita. Tetapi, Yesus meminta agar kita pergi menemui mereka. Demikianlah, kita perlu berta­nya pada diri kita sendiri, apakah kita terlalu banyak menarik diri dari dunia se­hingga kesempatan untuk dapat menginjil dengan efektif menjadi berkurang?
Lihatlah dirimu: Apakah Anda cenderung menyendiri, terasing dari dunia? Atau, mungkin Anda terlalu akrab dengan dunia? Bagaimanakah Anda dapat belajar hidup di dalam dunia (bersaksi kepada orang lain) na­mun tidak berasal dari "dunia?"
 Jumat 27 April 
PENDALAMAN: Temukanlah tempat yang cocok bagi pelayanan Anda dalam rencana gereja secara keseluruhan.
Sementara sebagian besar departemen dijemaat setempat memiliki program yang terencana, ada kemungkinan bahwa mereka yang terlibat dalam setiap de­partemen tidak banyak mengetahui tentang berbagai bidang pelayanan lainnya dalam gereja. Akhirnya, rencana penginjilan gereja tidak dapat diketahui oleh semua departemen yang ada, dan hal ini membuat kontribusi dari tiap-tiap de­partemen terhambat. Untuk mendapatkan dorongan, dukungan, dan evaluasi yang efektif, sangatlah baikjika pelayanan penginjilan dan kesaksian yang Anda kerjakan menjadi bagian dari strategi gereja secara keseluruhan. Untuk menca­pai hai itu, sangat penting untuk mengikuti saran-saran berikut:
1.  Temuilah pendeta, ketua, atau para pemimpin penginjilan di jemaat Anda untuk mendapatkan gambaran, apakah yang menjadi tujuan kegiatan peng­injilan dan kesaksian di jemaat Anda dan strategi apa saja yang diterapkan untuk mencapai tujuan itu. Ingatlah, Anda sedang mencoba menemukan tempat di mana kegiatan penginjilan dan kesaksian yang Anda tekuni akan cocok dengan rencana jemaat secara keseluruhan dan dapat menolong je­maat untuk mencapai tujuan penginjilannya.
2.   Kadangkala Anda dapati bahwa meskipun banyak kegiatan penginjilan di je­maat Anda, namun jemaat itu tidak memiliki dokumen tertulis mengenai target penginjilan atau strategi untuk mencapai tujuan itu. Dalam hal ini, mintalah supaya diadakan pertemuan khusus dengan pendeta, ketua-ketua jemaat, atau para pemimpin penginjilan, dan tanyakan pada mereka apa yang menjadi tu­juan pribadi mereka untuk penginjilan. Catatlah hasil diskusi itu. Anda sedang membangun visi kepemimpinan dalam penginjilan yang dapat memberikan tujuan-tujuan maupun strategi khusus dalam menjangkau orang lain.
3.     Pada tahap ini Anda dapat memutuskan untuk bergabung dengan pelayan­an penginjilan yang ada. Tetapi bilamana bidang pelayanan yang Anda pi­lih masih merupakan hal yang baru dalam kegiatan penginjilan atau ber­saksi, Anda perlu mengumpulkan beberapa orang yang dapat membagikan visi yang Anda miliki. Tuliskanlah tujuan-tujuan Anda dan strategi-strategi yang Anda akan gunakan untuk mencapai tujuan itu.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
1.  "Seringkali pengaruh khotbah yang disampaikan dari mimbar berten­tangan dengan khotbah yangdisampaikan lewat kehidupan orangyang mengaku sebagai pembela kebenaran."—Elien G. White, Testimonies for ihe Church, jld. 9, hlm. 21. Apakah kesaksian yang ditunjukkan melalui kehidupan Anda, jika kehidupan Anda berlawanan dengan perkataan dan pengakuan Anda, jelaskan?
2.  Pikirkanlah jemaat Anda secara keseluruhan. Seberapa menyatukah jemaat dengan masyarakat? Jika seandainya gereja Anda hilang lenyap besok lusa, apakah ada dampaknya kepada masyarakat di sekitar ge­reja? Apakah akan ada perbedaan?

No comments:

Post a Comment