Jika saudara/i meng-copy isi blog ini dan menaruhnya di blog/laman saudara/i, kiranya alamat blog ini dicantumkan untuk menghindari plagiat. Terimakasih.

PELAJARAN 6 TRIWULAN III 2011


Sabat Petang 30 Juli PENDAHULUAN
Minggu 31 Juli ANTARA SAUL DAN DAUD
Senin 1 Agustus HATI DAN JIWA YANG HANCUR
Selasa 2 Agustus DAUD: SEBUAH LAGU PENYEMBAHAN DAN PUJIAN
Rabu 3 Agustus NYANYIAN DAUD
Kamis 4 Agustus "NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN!"
Jumat 5 Agustus PENDALAMAN

Penyembahan, Lagu dan Pujian

SABAT PETANG
BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI:   1 Tawarikh 16:8-36; Mazmur 32:1-5; 51:1-6, 16; Filipi 4:8; Wahyu 4:9-11; 5:9-13.

AYAT HAFALAN: "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan; menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi!" (Mazmur 96:1).

Kehidupan Raja Daud dicatat di dalam Alkitab untuk beberapa alasan: bukan hanya karena bagian terpenting dari sejarah Bangsa Israel terpusat pada kehidupan dan pemerintahannya, tetapi kita bisa memperoleh banyak pelajaran rohani dari kehidupan Daud, dari perbuatan baiknya maupun perbuatan buruk yang dilakukannya.

Pekan ini kita akan mulai menggunakan beberapa contoh dari Daud dan kehidupannya untuk menggali lebih dalam mengenai pertanyaan sehubungan dengan penyembahan: apa artinya itu, mengapa kita harus melakukannya, dan apa yang dihasilkannya bagi kita. Karena dalam kehidupan Daud, kita banyak melihat contoh penyembahan, lagu dan pujian. Hal-hal tersebut adalah bagian terpenting dari kehidupannya dan pengalamannya bersama dengan Tuhan.
Dengan demikian, ha! itu juga harus menjadi pengalaman kita, khususnya jika kita selalu mengingat bahwa pekabaran malaikat pertama adalah panggilan untuk menyembah. Apakah artinya "menyembah?" Bagaimanakah kita me­lakukannya? Mengapa kita harus melakukannya? Apakah peranan musik da­lam penyembahan? Apakah yang membedakan antara penyembahan yang benar dan yang salah?

Inilah tema-tema yang akan kita pelajari dalam berbagai macam cara sepanjang triwulan ini sementara kita dianjurkan untuk mendengar panggilan: "Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya" (Mzm. 95:6, 7).
*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 6 Agustus.

Minggu 31 Juli
ANTARA SAUL DAN DAUD

Bacalah sekilas kehidupan Daud sebelum ia menjadi raja: 1 Samuel 16:6-13; 17:45-47; 18:14; 24:10; 26:9; 30:6-8. Apakah yang diungkapkan ayat-ayat tersebut tentang Daud?

16:6. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
16:8 Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN."
16:9 Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN."
16:10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."
16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

18:14 Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.

24:10 (24-11) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.

26:9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"

30:6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

30:7. Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud.
30:8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."




Allah memilih Saul menjadi raja pertama Bangsa Israel karena cocok de­ngan kriteria mereka yang memintanya. Tetapi ketika Allah memilih Daud un­tuk menjadi raja berikutnya bagi Bangsa Israel, la mengingatkan Samuel bah­wa Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7).
Daud jauh dari kesempurnaan. Kenyataannya, beberapa orang memperdebatkan bahwa kejahatan moral Daud nantinya lebih serius dibanding dosa yang dilakukan oleh Saul. Namun, Tuhan menolak Saul dan mengampuni kesalahan Daud yang terburuk sekalipun, memampukannya untuk melanjutkan pemerin­tahannya sebagai raja. Di manakah letak perbedaannya?

Lihatlah Mazmur 32:1-5; 51:1-6. Konsep penting apakah yang ditemukan di sini yang sangat berpusat pada iman?

Mazmur 32:1-5
32:1. Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
32:2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
32:3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
32:4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
32:5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela

51:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
51:2 (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
51:3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
51:4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
51:5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
51:6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

Allah berurusan dengan hati. Dia tidak hanya membaca hati, yang merupakan pusat dari pikiran, sikap batiniah, dan motivasi-motivasi, tetapi la juga dapat menjangkau hati dan mengubah hati yang terbuka kepada-Nya. Hati Daud begitu berserah terhadap kesadaran dosanya. Dia bertobat, dan dengan sabar menerima segala akibat dosa-dosanya. Sebaliknya, pengakuan apa pun yang di­ungkapkan Saul, jelas sekali terlihat bahwa hati Saul tidak berserah kepada Tu­han. "Namun demikian, setelah menempatkan Saul dalam satu tanggung jawab atas kerajaan itu, Tuhan tidak membiarkan dirinya begitu saja. la menurunkan Roh Kudus untuk memenuhi Saul untuk menunjukkan kepadanya kelemahan dan keperluannya akan anugerah Ilahi; dan jikalau Saul telah bergantung ke­pada Allah, maka Allah akan menyertainya. Selama kemauannya dikendalikan oleh kehendak Allah, selama ia berserah kepada disiplin Roh-Nya, maka Al­lah akan memahkotai usahanya itu dengan sukses. Tetapi apabila Saul memi­lih bertindak tanpa bergantung kepada Tuhan, maka la tidak lagi dapat menja­di pemimpinnya, dan terpaksa harus menyisihkannya. "—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 283, 284.

Tanyakan diri Anda sendiri, mengapa bisa terjadi, apa yang ada di hati Anda begitu berbeda dengan apa yang dilihat orang lain dari luar? Jawaban apakah yang Anda bisa berikan tentang diri Anda sendiri?
Senin 1 Agustus
HATI DAN JIWA YANG HANCUR

"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah" (Maz. 51:19, NKJV). Renungkanlah perkataan-perkataan Daud ini, tetapi dari sisi penyembahan. (Lagipula, di zaman Bangsa Israel dulu, penyembahan berpusat pada pengorbanan). Pikirkan juga, bahwa kata yang diterjemahkan 'hati yang patah  berasal dari Bahasa Ibrani yang berarti "hancur/remuk." Apakah yang ingin Tuhan katakan di sini? Bagaimanakah kita bisa mengerti tentang hal ini dengan pandangan bahwa harus ada sukacita dalam penyembahan? Mengapa dua konsep yang berbeda ini tidak perlu harus bertentangan?

Selaku orang Kristen, kita patut menerima kenyataan ini (atau paling tidak kita harus menerimanya) bahwa seluruh manusia telah jatuh, berdosa dan merosot. Kemerosotan dan keberdosaan ini juga termasuk diri kita masing-masing secara pribadi. Pikirkan perbedaan antara apa yang Anda ketahui tentang bakal jadi apa Anda kelak dan keadaan Anda sekarang ini; perbedaan antara jenis pemikiran yang sedang Anda pikirkan dan apa yang Anda tahu harus Anda pikirkan; perbedaan antara apa yang Anda lakukan dan apa yang harus Anda lakukan, perbedaan antara apa yang Anda tidak lakukan dengan apa yang Anda tahu harus Anda lakukan. Sebagai orang Kristen, dengan standar Alkitabiah yang Yesus be-rikan pada kita, pertimbangan pribadi tentang keberadaan kita secara alami benar-benar meluluhkan kita. Di sinilah asal mulanya hati yang hancur dan remuk berasal. Jika seseorang yang mengaku Kristen tidak menyadari hal ini, mereka benar-benar dibutakan; kemungkinan besar mereka tidak memiliki pengalaman pertobatan atau telah kehilangan pengalaman pertobatan tersebut.
Namun demikian, justru kita senang dengan mengetahui bahwa, meskipun dalam kondisi keberdosaan kita, Allah begitu mengasihi kita sehingga Kristus datang dan mati bagi kita, mempersembahkan diri-Nya bagi kita, dan kehidupan-Nya yang sempurna, kekudusan-Nya yang sempurna, karakter-Nya yang sempurna, diberikannya kepada kita melalui iman. Sekali lagi, tema dari "Injil yang kekal" (Why. 14:6) terlihat di sini. Penyembahan kita seharusnya berpu­sat bukan pada keberdosaan kita tetapi jalan keluar yang luar biasa yang Allah berikan untuk mengatasi dosa tersebut: yaitu salib Kristus. Tentu saja, kita per­lu hati yang luka dan hancur remuk itu, tetapi kita perlu untuk selalu menutup kenyataan yang sedih itu dengan apa yang Allah telah lakukan bagi kita di da­lam Kristus. Kenyataannya, menyadari betapa buruknya kita akan menuntun kita kepada suatu sukacita, karena kita tahu bahwa, meskipun kondisi kita lemah, kita bisa memiliki hidup yang kekal, dan melalui Yesus, Allah tidak akan menggunakan pelanggaran kita untuk melawan kita. Inilah kebenaran yang se­harusnya menjadi pusat dari seluruh pengalaman penyembahan apakah itu se­cara kelompok maupun pribadi.

Selasa 2 Agustus
DAUD: SEBUAH LAGU PENYEMBAHAN DAN PUJIAN

Pemahaman Daud tentang Allah dan keselamatan yang ditawarkan-Nya be­nar-benar membentuk bukan saja kehidupannya sendiri, tetapi juga kepemimpinannya dan mempengaruhi bangsanya. Lagu-lagu dan doa-doanya merefleksikan perasaan takjubnya yang sangat dalam akan Allah yang dikasihinya dan dikenalnya secara pribadi sebagai Sahabat dan Juruselamat.
Menurut 1 Tawarikh 16:7, Daud mempersembahkan sebuah lagu baru ke­pada pemimpin musiknya yaitu Asaph, lagu itu adalah lagu pengucapan syukur dan pujian saat tabut perjanjian dipindahkan ke Yerusalem. Mazmur pujian ini terdiri dari dua aspek penyembahan: pernyataan tentang Allah satu Oknum yang layak untuk disembah dan sikap yang tepat dari penyembah itu. Dalam lagu ini, Daud pertama memanggil para penyembah untuk ikut aktif berpartisipasi dalam penyembahan.

Bacalah keseluruhan lagu tersebut dalam 1 Tawarikh 16:8-36. Perhatikan be­tapa sering kata-kata dan ekspresi berikut ini digunakan, khususnya pada bagian pertama lagu tersebut: bersyukurlah, menyanyilah,panggillah nama-Nya, carilah Tuhan, ketahuilah, bicarakanlah, nyatakanlah, berikanlah kemuliaan pada-Nya, ungkapkanlah, ingatlah, dan berikanlah persembahan. Kemudian Daud menceri-takan beberapa alasan mengapa Ajlah itu layak untuk disembah dan dipuji.

Apakah peristiwa-peristiwa di masa lampau yang dialami oleh Bang­sa Israel yang perlu diketahui oleh bangsa lain? 1 Tawarikh 16:8, 12, 16-22. Perbuatan ajaib manakah yang Allah telah lakukan yang harus mereka ingat? Ayat 12, 15.

16:8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
16:9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
16:10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
16:11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
16:12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,
16:13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
16:14 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.
16:15 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,
16:16 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak,
16:17 diadakan-Nya bagi Yakub menjadi ketetapan, bagi Israel menjadi perjanjian kekal,
16:18 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu."
16:19 Ketika jumlah mereka tidak seberapa, sedikit saja, dan mereka orang-orang asing di sana,
16:20 dan mengembara dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain, dan dari kerajaan yang satu ke suku bangsa yang lain,
16:21 Ia tidak membiarkan siapapun memeras mereka; dihukum-Nya raja-raja oleh karena mereka:
16:22 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!"

16:23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
16:24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuata yang ajaib di antara segala suku bangsa.
16:25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.
16:26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.
16:27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.
16:28 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
16:29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
16:30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang.
16:31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!"
16:32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya,
16:33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
16:34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
16:35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu."
16:36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah TUHAN!"

Janji yang diulang-ulang oleh sang pemazmur memenuhi hampir sepertiga dari seluruh pujian pengucapan syukurnya. Dalam cara apakah perjanjian tersebut berhubungan dengan penyembahan?

Perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham, Ishak dan Yakub didasarkan atas kesanggupan-Nya, sebagai Penguasa, yang menjadikan mereka bang­sa yang besar, memberkati mereka dan menuntun mereka ke Tanah Perjanjian. Bagian mereka adalah mengasihi, menurut dan menyembah-Nya sebagai Bapa dan Allah mereka. Meskipun korrteksnya mungkin berbeda dengan kita seka­rang ini, tetap saja prinsip yang sama masih berlaku.

Renungkanlah cara-cara Daud memanggil kita untuk menyembah Allah. Dalam konteks kita sekarang ini, pada zaman kita dan tempat di mana kita hidup, bagaimanakah ide yang sama direfleksikan dalam pe­nyembahan kita kepada Tuhan secara kelompok?
Rabu 3 Agustus
NYANYIAN DAUD

"Pada vvaktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?" (Ayub 38:7).
Kitab 2 Samuel 22 mencatat sebuah lagu yang ditulis oleh Daud dalam memuji Tuhan. (Telusurilah pujian tersebut dan catatlah elemen-elemen kunci yang ada hubungannya dengan penyembahan). Ternyata, kuncinya di sini adalah (dan di hampir beberapa tempat di dalam Alkitab) bahwa ini adalah sebuah lagu. Se­buah musik.

22:1. Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

22:2. Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,
22:3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.
22:4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
22:5 Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,
22:6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
22:7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.
22:8 Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya.
22:9 Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya.
22:10 Ia menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kaki-Nya.
22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.
22:12 Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal.
22:13 Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala.
22:14 TUHAN mengguntur dari langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.
22:15 Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka, yakni kilat-kilat, sehingga dikacaukan-Nya mereka.
22:16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.
22:17 Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir.
22:18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku.
22:19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku;
22:20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.
22:21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,
22:22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik.
22:23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang;
22:24 aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan.
22:25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.
22:26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,
22:27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.
22:28 Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.
22:29 Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku.
22:30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok.
22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?
22:33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata;
22:34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;
22:35 yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.
22:36 Juga Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, dan kebaikan-Mu telah membuat aku besar.
22:37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah.
22:38 Aku mengejar musuhku sampai mereka kupunahkan, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan;
22:39 aku menghabiskan dan meremukkan mereka, sehingga mereka tidak bangkit lagi, dan mereka rebah di bawah kakiku.
22:40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang, Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.
22:41 Kaubuat musuhku lari dari padaku, orang-orang yang membenci aku, mereka kubinasakan.
22:42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka.
22:43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu tanah, aku menumbuk mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
22:44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku;
22:45 orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku.
22:46 Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar.
22:47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku,
22:48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,
22:49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas.
22:50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
22:51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya." 22:1. Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

22:2. Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,
22:3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.
22:4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
22:5 Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,
22:6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
22:7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.
22:8 Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya.
22:9 Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya.
22:10 Ia menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kaki-Nya.
22:11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin.
22:12 Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal.
22:13 Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala.
22:14 TUHAN mengguntur dari langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.
22:15 Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka, yakni kilat-kilat, sehingga dikacaukan-Nya mereka.
22:16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.
22:17 Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir.
22:18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku.
22:19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku;
22:20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.
22:21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,
22:22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik.
22:23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang;
22:24 aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan.
22:25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.
22:26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,
22:27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.
22:28 Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.
22:29 Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku.
22:30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok.
22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?
22:33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata;
22:34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;
22:35 yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.
22:36 Juga Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, dan kebaikan-Mu telah membuat aku besar.
22:37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah.
22:38 Aku mengejar musuhku sampai mereka kupunahkan, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan;
22:39 aku menghabiskan dan meremukkan mereka, sehingga mereka tidak bangkit lagi, dan mereka rebah di bawah kakiku.
22:40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang, Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.
22:41 Kaubuat musuhku lari dari padaku, orang-orang yang membenci aku, mereka kubinasakan.
22:42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka.
22:43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu tanah, aku menumbuk mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
22:44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku;
22:45 orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku.
22:46 Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar.
22:47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku,
22:48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,
22:49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas.
22:50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
22:51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya."

Sepanjang Alkitab, kita menemukan musik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyembahan. Menurut catatan di atas, malaikat-malaikat menyanyi sebagai reaksi mereka atas penciptaan dunia.

Bacalah Wahyu 4:9-11; 5:9-13; 7:10-12; 14:1-3. Apakah yang diungkapkan pada kita tentang hal-hal yang terjadi di lingkungan surge yang tak berdosa itu? Adakah beberapa tema yang diungkapkan di sini, dan bagaimanakah kita bisa mendapatkan pelajaran darinya tentang penyembahan?
4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

7:10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.


Yang menjadi tema utama dari lagu-lagu dan pujian serta penyembahan ada­lah Yesus sebagai Pencipta dan Penebus. Jika mereka disurgamenyanyikan lagu itu, bukankah seharusnya kita juga melakukan hal yang sama di bumi?
Jika demikian, benarlah bahwa lagu dan musik serta pujian adalah bagian dari pengalaman penyembahan kita. Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita sama-sama mencintai dan menghargai musik, sama seperti makhluk ciptaan lainnya. Sulitmembayangkan sebuah kebudayaan tanpa musik, untuktujuan dan maksud tertentu. Kecintaan dan penghargaan terhadap musik telah teitanam dalam kehi-dupan kita sebagai manusia; Allah telah menciptakan kita demikian adanya.
Ada kuasa di dalam musik yang dapat menyentuh dan menggerakkan kita yang tidak dimiliki oleh bentuk komunikasi lain. Dalam kemurniannya yang terbaik, musik kelihatannya mengangkat kita pada kehadiran Tuhan. Siapakah yang tidak pernah mengalami di suatu waktu dalam hidupnya kuasa musik yang dapat mendekatkan kita kepada Pencipta kita?

Pengalaman rohani apakah yang Anda miliki sebagai akibat dari pengaruh kuasa musik? Jenis musik seperti apakah yang Anda dengarkan, dan bagaimanakah musik itu mempengaruhi hubungan Anda dengan Tuhan?

Kamis 4 Agustus
"NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN!"

Sayang sekali, meskipun kita memiliki jalan masuk kepada beberapa tema dan lirik lagu-lagu Ilahi yang diinspirasikan, kita tidak memiliki satu pun dari musik itu sendiri. Itulah sebabnya, dengan menggunakan karunia yang Tuhan berikan (paling tidak siapa saja di antara kita yang memilikinya) kita menulis sendiri musik dan liriknya. Tetapi, seperti yang kita semua ketahui, kita tidak melakukannya di dalam ruang hampa. Kita menyembah berkaitan dengan ke­budayaan di mana kita hidup, suatu kebudayaan dalam tingkatan tertentu mem­pengaruhi kita dan musik kita. Hal ini bisa menjadi suatu hal yang baik, namun juga buruk. Yang sulit adalah, mengetahui perbedaannya.

Bacalah ayat-ayat berikut ini. Bagaimanakah kita bisa mendapatkan prinsip yang seharusnya menuntun kita dalam jenis musik yang kita mili­ki dalam penyembahan kita? / Kor. 10:31; Flp. 4:8; Kol. 1:18.
/ Kor. 10:31
10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Flp. 4:8
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Kol. 1:18
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.



Selama bertahun-tahun, pertanyaan seputar musik dan jenis musik dalam penyembahan bermunculan dalam gereja kita. Dalam beberapa kasus, nyanyian pujian diberikan status yang suci; yang lainnya, sangat sulit untuk mengetahui perbedaan antara apa yang dimainkan di dalam gereja dan yang dimainkan sebagai musik sekuler (karena sejujurnya, tidak ada bedanya).
Yang terpenting dalam musik penyembahan adalah, harus mengarahkan kita kepada yang paling mulia dan terbaik, yaitu Tuhan itu sendiri. Itu haruslah menarik, bukan kepada elemen dasar dari keberadaan kita tetapi kepada satu Oknum yang jauh lebih tinggi dari kita. Secara moral, musik tidaklah netral: itu bisa menggerakkan kita kepada pengalaman spiritual kita yang tertinggi, atau itu juga bisa digunakan untuk menurunkan derajat kita, membangkitkan nafsu dan keinginan besar serta keputusasaan dan kemarahan. Kita bisa lihat segalanya lewat industri musik sekarang ini yang memproduksi contoh-contoh yang luar biasa di mana Setan telah menyesatkan salah satu dari karunia yang indah yang telah diberikan Allah kepada manusia.
Musik dalam pelayanan penyembahan kita haruslah seimbang dalam hal spiritual, intelektual dan emosional. Liriknya, harus harmonis dengan musiknya, harus mengangkat kita, meningkatkan pikiran dan membuat kita lebih merindukan Tuhan yang telah melakukan banyak hal bagi kita. Musik yang menuntun kita kepada kaki Salib-Nya, yang menolong kita untuk menyadari apa yang telah di­berikan Kristus, itulah jenis musik yang dibutuhkan dalam penyembahan kita.
Sekali lagi, kebudayaan yang berbeda memiliki cita rasa yang berbeda dalam musik, karena musik dan alat-alat musik sangat bervariasi di dunia kita. Di satu kebudayaan musik bisa mengangkat dan memberikan dorongan bagi mereka, namun di tempat lain hal itu bisa saja terdengar aneh. Sebaliknya, betapa penting'kita mencari tuntunan Tuhan untuk mendapatkan jenis musik yang cocok untuk pelayanan penyembahan kita.
Jumat 5 Agustus
PENDALAMAN: "Biarlah topik ini menjadi jelas dan terang bahwa adalah tidak mungkin untuk mempengaruhi sesuatu dalam pendirian kita di hadapan Allah atau dalam karunia Allah kepada kita melalui usaha manusia. Jika iman dan usaha dapat membeli karunia keselamatan bagi seseorang, maka Sang Pencipta memi-liki kewajiban kepada ciptaan-Nya. Di sinilah letak kesempatan bagi kesalahan untuk diterima sebagai kebenaran. Jika seorang dapat mengusahakan keselamatan melalui apa yang dia dapat lakukan, itu berarti dia berada pada posisi yang sama seperti gereja Katolikyang memberikan pengampunan atas dosa-dosajemaatnya. Maka, keselamatan setengahnya adalah utang, yang bisa diupayakan selayaknya upah. Jika manusia tidak dapat memperoleh keselamatan melalui usaha baik apa pun yang dilakukannya, itu berarti, sepenuhnya adalah kasih karunia, yang dite-rima oleh manusia sebagai orang berdosa karena ia percaya kepada Yesus. Hal itu sepenuhnya adalah pemberian yang cuma-cuma. Pembenaran oleh iman begitu ditentang. Dan seluruh pertentangan ini telah berakhir, segera setelah hal ini diselesaikan dengan pemahaman bahwa perbuatan baik apa pun yang dilakukan oleh manusia yang berdosa tidak akan pernah dapat membayar kehidupan kekal baginya."—Ellen G. White, Faith and Works, hlm. 19, 20.
Musik "adalah salah satu alat yang sangat efektif yang bisa mempengaruhi had dengan kebenaran rohani. Betapa sering hati yang telah dikeraskan dan putus asa, mengingat kembali kata-kataAllah—beban dilupakan oleh lagu masa kecil—dan pencobaan pun kehilangan kuasanya, hidup menjadi lebih berarti dan penuh mak-na, dan semangat serta kegembiraan melingkupi jiwa-jiwa yang lain!... Sebagai bagian dari pelayanan keagamaan, menyanyi juga merupakan tindakan penyem-bahan selayaknya doa. Sesungguhnya, banyak lagu yang merupakan doa....
"Saat Penebus kita menuntun kita ke pintu gerbang kekekalan, dilingkupi dengan kemuliaan Allah, kita mungkin dapat menangkap tema-tema pujian dan ucapan syukur dari koor surgawi di sekeliling takhta; dan ketika gema pujian malaikat surgawi terdengar oleh manusia di bumi, setiap hati akan diangkat le­bih dekat kepada penyanyi surgawi. Di sinilah kita temukan makna dan arti dari pujian itu."—Ellen G. White, Education, hlm. 168.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN:
1.      Bagaimanakah kebudayaan dan lingkungan setempat mempengaruhi musik di gereja Anda, atau apakah Anda menolak kenyataan tersebut?
2.      Bacalah kutipan Ellen White pada pelajaran hari Jumat tentang mu­sik. Berapa banyakkah hal seperti ini yang Anda alami dengan jenis musik yang menjadi bagian dari pelayanan penyembahan di gereja Anda? Dengan cara apakah kita bisa mengevaluasi peranan musik dalam pelayanan di gereja kita? Bagaimanakah gereja Anda bisa bekerja sama untuk memastikan bahwa musik yang digunakan, benar-benar mengangkat hati dan memberi semangat, serta memenuhi syarat yang seharusnya?

No comments:

Post a Comment